Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Harisah Suharjo dan Amanah Wakil Rakyat

1 Oktober 2026 • Admin • 28 kali dibaca
Suasana masjid tua di Sulawesi Selatan sebagai ilustrasi agenda keagamaan PAN Luwu Timur
Gambar: Masjid Tua Palopo (ilustrasi), Midori, Wikimedia Commons, CC BY 3.0.
ASM Group
Iklan

Lutim, SuaraLutim – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hj. Harisah Suharjo, kembali menegaskan bahwa pekerjaan wakil rakyat harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Penegasan itu ia sampaikan dalam dua agenda keagamaan yang berlangsung di Bumi Batara Guru, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat kabupaten di Kecamatan Wasuponda dan peringatan Maulid di Desa Baruga, Kecamatan Malili. Bagi PAN Luwu Timur, kedua forum itu menjadi ruang menyampaikan pesan kepemimpinan yang bertumpu pada kejujuran dan amanah.

Harisah dikenal sebagai legislator yang cukup sering mengisi forum-forum warga, mulai dari kegiatan pendidikan, keagamaan, hingga penyerapan aspirasi di daerah pemilihannya. Pada dua agenda Maulid tersebut, ia tidak berbicara soal kebijakan teknis, melainkan soal nilai yang menjadi dasar pelayanan publik.

PAN Luwu Timur: Harisah Suharjo dan Pesan Amanah di Wasuponda

Peringatan Maulid Nabi tingkat Kabupaten Luwu Timur digelar di Kecamatan Wasuponda, Rabu (26/8/2026). Kegiatan itu mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Membangun Luwu Timur Berakhlak dan Berkemajuan”. Hadir dalam agenda tersebut Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Puspawati Husler, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, anggota DPRD, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam forum itu, Harisah mengaitkan nilai keteladanan Rasulullah dengan tugas sehari-hari sebagai wakil rakyat. Menurutnya, kejujuran dan amanah bukan konsep yang berhenti di ceramah, tetapi harus terlihat dalam kebijakan dan pelayanan.

Tata Atur
Iklan

“Kalau kita berbicara tentang amanah, ukurannya adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari kebijakan dan pelayanan pemerintah. Kami di DPRD juga bertugas mengawal kepentingan masyarakat,” ujar Hj. Harisah, seperti dikutip Celebes Aktual.

Peringatan tersebut juga diisi tausiyah Ustadz Muhammad Farid Wajedy yang mengingatkan empat sifat Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Bupati Irwan dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Puspawati dijalankan dengan memegang amanah masyarakat dan menghadirkan kebijakan yang memberi manfaat langsung.

Nilai kejujuran dalam kerja legislasi

Bagi fraksi di DPRD, pesan semacam itu biasanya diterjemahkan ke dalam tiga fungsi utama: pembentukan peraturan daerah, penyusunan anggaran, dan pengawasan. Harisah sendiri menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Musyawarah serta Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Kabupaten Luwu Timur, di samping posisinya sebagai Wakil Ketua II DPRD. Komposisi itu tercatat dalam susunan alat kelengkapan dewan serta susunan fraksi periode 2024–2029 yang pernah dipublikasikan sejumlah media daerah, antara lain Sarambang.id.

Peran di Badan Anggaran membuat tugasnya bersinggungan langsung dengan prioritas belanja daerah. Di sana, pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah apakah alokasi anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan warga, seperti jalan usaha tani, layanan kesehatan, dan fasilitas sekolah.

Maulid di Baruga: Apresiasi untuk Pemuda dan BUMDes

Agenda kedua berlangsung di Baruga Colaboration Center, Desa Baruga, Kecamatan Malili, Ahad (30/8/2026). Peringatan Maulid Nabi 1448 H/2026 M tersebut digelar oleh pemuda Karang Taruna bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Baruga SL2 Sentosa. Tema yang diangkat adalah “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Masyarakat yang Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia”.

Hadir mendampingi kegiatan itu Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler, anggota DPRD Luwu Timur Bangkit Revormansyah Pratama, Ketua Dewan Pendidikan Luwu Timur Herdinang, Direktur BUMDes Baruga SL2 Sentosa Andi Aswan, Ketua TP PKK Desa Baruga Ismawati Majid, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Harisah menilai kegiatan tersebut bukan hanya ajang keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga desa.

“Maulid Nabi bukan sekadar seremonial. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kepedulian, kesabaran, dan menjaga persaudaraan,” kata Harisah di Baruga Colaboration Center, seperti dilaporkan Celebes Aktual.

Peran pemuda dan badan usaha desa

Yang menarik dari agenda di Baruga adalah pelakunya. Kegiatan itu diinisiasi pemuda Karang Taruna dan BUMDes, bukan hanya panitia tingkat desa. Dalam pandangan Harisah, hal itu menunjukkan pemuda desa mampu mengambil bagian dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Pemuda harus terus mengambil bagian dalam kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Dari kegiatan seperti ini, rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh,” ujarnya.

Keterlibatan BUMDes juga menjadi penanda lain. Badan usaha desa kini berperan tidak hanya pada urusan ekonomi, tetapi juga pada kegiatan sosial dan keagamaan. Pola kolaborasi seperti ini biasanya membantu desa menggelar agenda yang lebih besar, karena sumber daya pemuda dan pengelolaan usaha desa bisa saling melengkapi.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga