Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Luwu Timur: Perpustakaan Jadi Ruang Pemberdayaan

1 Oktober 2026 • Admin • 25 kali dibaca
Pembukaan pertemuan pemangku kepentingan perpustakaan di Luwu Timur
Gambar: Dok. Dinas Kominfo-SP Luwu Timur (via Luwuraya.com).
ASM Group
Iklan

Lutim, SuaraLutim – Perpustakaan di Kabupaten Luwu Timur sedang didorong keluar dari citra lama sebagai ruang sepi tempat menyimpan buku. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan perpustakaan bertransformasi menjadi ruang belajar dan pusat pemberdayaan yang mendukung peningkatan potensi serta kesejahteraan masyarakat. Kabar terbaru itu menjadi salah satu berita luwu timur yang menyentuh langsung layanan dasar warga. Langkah tersebut menjadi fokus Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Luwu Timur melalui penguatan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026, yang dibahas dalam sebuah stakeholder meeting di Luwu Timur.

Dalam forum itu, Sekretaris Daerah Luwu Timur Ramadhan Pirade menegaskan bahwa perubahan fungsi perpustakaan agar lebih inklusif memerlukan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, perbankan, hingga komunitas literasi. Pendekatan itu menempatkan perpustakaan bukan sebagai proyek dinas tunggal, melainkan sebagai simpul kolaborasi.

Berita Luwu Timur: Perpustakaan Didorong Jadi Ruang Pemberdayaan

“Perpustakaan harus mampu menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mendapatkan informasi, dan menciptakan peluang. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi sangat penting,” ujar Ramadhan, seperti dilaporkan Luwuraya.com.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menindaklanjuti komitmen tersebut dengan pembagian peran yang jelas. Tujuannya agar kemitraan berjalan berkelanjutan dan ekosistem literasi di daerah benar-benar menguat, bukan berhenti pada seremoni penandatanganan kesepakatan.

Tata Atur
Iklan

Dukungan datang dari pemerintah provinsi. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, mengapresiasi terobosan DPKD Luwu Timur di bawah kepemimpinan Muhammad Syukri. Menurut Jufri, pendekatan inklusi sosial membuktikan fungsi perpustakaan sudah melampaui penyediaan bahan bacaan, karena membuka ruang bagi masyarakat untuk mengasah keterampilan, membangun jejaring, hingga mengembangkan potensi ekonomi.

Dari ruang baca menjadi ruang keterampilan

Gagasan inti TPBIS memang sederhana: perpustakaan dipakai untuk hal-hal praktis. Warga yang ingin belajar keterampilan baru, mencari informasi usaha, atau membutuhkan ruang belajar bersama bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, lengkap dengan pendampingan. Dengan begitu, perpustakaan tidak bersaing dengan balai latihan kerja, melainkan melengkapi.

Pendekatan ini juga menjawab persoalan sebaran. Tidak semua warga Luwu Timur punya akses cepat ke pusat pelatihan di kota. Bila layanan perpustakaan diperkuat hingga tingkat desa dan kecamatan, jarak tempuh warga untuk mengakses pengetahuan bisa lebih pendek.

Jejak Program TPBIS di Luwu Timur

TPBIS bukan program baru di Luwu Timur. Sejak awal 2023, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur mulai menjalankan program yang berasal dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tersebut. Salah satu kegiatan awalnya adalah kelas bahasa Inggris gratis bagi pelajar tingkat SD hingga SMA di Ruang Perpustakaan Anak, dengan delapan peserta dari Kecamatan Malili. Kegiatan itu digelar dua kali sebulan dengan tenaga pengajar yang membagikan ilmunya secara sukarela, seperti pernah diberitakan BataraPos.

Pengalaman tiga tahun itu menjelaskan mengapa tahun ini penekanannya bergeser ke kolaborasi lintas sektor. Selama ini, kegiatan perpustakaan lebih banyak bertumpu pada kemampuan internal dinas dan sukarelawan. Ketika sektor swasta, perbankan, dan komunitas literasi dilibatkan, beban itu bisa dibagi, sekaligus membuka akses sumber daya baru seperti pelatihan, perangkat, hingga pendampingan usaha.

Pemerintah kabupaten juga tercatat terus menggelar agenda literasi. Kanal resmi Pemkab Luwu Timur menampilkan sejumlah kegiatan, antara lain Lomba Perpustakaan Desa 2026 serta perayaan Hari Literasi dengan konsep “Buku Bisa Berbicara”. Keduanya memperlihatkan bahwa pembinaan literasi dijalankan di dua sisi sekaligus: menguatkan pengelola perpustakaan desa dan menarik minat pembaca.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga