Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Lutim: Pokja Desa Sehat Diperkuat untuk KKS 2026

5 Oktober 2026 • Admin • 21 kali dibaca
Pembinaan Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat Luwu Timur untuk penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat
Dok. Expose Timur
ASM Group
Iklan

Berita Lutim kali ini datang dari upaya membangun lingkungan sehat yang dimulai dari tingkat desa. Forum Kecamatan dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat di Kabupaten Luwu Timur didorong untuk tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, melainkan aktif menggerakkan masyarakat dalam menangani persoalan kesehatan dan lingkungan di wilayah masing-masing.

Penguatan itu menjadi fokus Pembinaan Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat dalam rangka penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Luwu Timur. Kegiatan digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur di Aula Kantor Camat Wasuponda, Selasa, 29 September 2026.

Berita Lutim: Pokja Desa Sehat sebagai Penggerak Lingkungan

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, dan diikuti unsur perangkat daerah, Kepala UPTD Puskesmas, kepala desa, lurah, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran beragam pihak menegaskan bahwa pembangunan lingkungan sehat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Pentingnya sinergi lintas sektor dan peran Forum Kecamatan serta Pokja Desa Sehat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat,” kata Puspawati.

Tata Atur
Iklan

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan KKS tidak semata ditentukan oleh tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas hidup yang sehat secara berkelanjutan.

Karena itu, Wabup meminta Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat menjalankan fungsi lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan administratif. Keduanya diharapkan mampu mengenali persoalan yang muncul di masyarakat, membangun komunikasi lintas sektor, lalu mendorong penyelesaian secara bersama.

Dokumen Kelembagaan yang Dievaluasi

Dalam pembinaan itu, para Ketua Pokja Desa Sehat diminta membawa dokumen kelembagaan sebagai bahan evaluasi. Dokumen yang diperiksa antara lain Surat Keputusan Pokja Desa Sehat periode 2025–2027, rencana kerja tahunan 2025–2027, serta Rencana Anggaran Biaya kegiatan yang berkaitan dengan KKS tahun 2025–2026.

Pemeriksaan dokumen ini bertujuan memastikan bahwa kelembagaan di tingkat kecamatan dan desa memiliki dasar kerja serta perencanaan yang jelas. Dengan begitu, program yang dijalankan tidak berhenti pada seremonial, tetapi berkelanjutan dan terukur.

Fungsional Sanitarian Dinas Kesehatan sekaligus Sekretaris Forum Kabupaten, Fitriana Syarifuddin, mengatakan pembinaan tersebut penting untuk melihat sejauh mana kelembagaan di tingkat kecamatan dan desa menjalankan fungsi yang telah ditetapkan.

“Tim pembina nantinya melakukan pembinaan ke sekolah bersamaan dengan pokja desa sehat mengenai tujuan pembinaan, kelengkapan administrasi kelembagaan, serta kesiapan Forum Kecamatan dan Pokja Desa Sehat dalam mendukung KKS,” tuturnya.

Perilaku Hidup Bersih Jadi Kunci

Fitriana berharap pembinaan tidak berhenti pada kelengkapan dokumen. Menurutnya, hal itu harus menjadi momentum bagi setiap kecamatan dan desa untuk memperkuat program yang berkaitan langsung dengan indikator Kabupaten/Kota Sehat.

Pendekatan KKS menekankan bahwa kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga perilaku. Beberapa kebiasaan yang terus didorong antara lain:

  • Menjaga kebersihan lingkungan permukiman.
  • Memastikan keamanan dan kebersihan makanan.
  • Mengelola sampah organik, misalnya menjadi kompos.
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian.

Langkah pengelolaan sampah organik dinilai penting karena bisa mengurangi timbulan sampah sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sinergi Lintas Sektor dari Desa ke Kabupaten

Penguatan dari tingkat desa dan kelurahan menjadi fondasi penyelenggaraan KKS. Setiap Pokja diharapkan mampu membaca kebutuhan wilayahnya, termasuk persoalan yang bersifat lokal, lalu mencari solusi bersama lintas sektor.

Keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, perangkat daerah, hingga masyarakat disebut saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, sehat, dan nyaman. Karena itu, sinergi perlu diterjemahkan ke dalam program dan tindakan nyata, bukan hanya di atas kertas.

Dengan penguatan kelembagaan hingga tingkat desa dan dukungan lintas sektor, penyelenggaraan KKS di Luwu Timur diharapkan semakin berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Tujuannya jelas: mendorong terbentuknya lingkungan yang sehat secara berkelanjutan, dari desa hingga kabupaten.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga