Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Microsoft dan Nvidia resmi memperkenalkan Surface Laptop Ultra, gadget kelas atas yang menjalankan model kecerdasan buatan langsung di perangkat tanpa selalu bergantung pada pusat data awan. Perangkat 15 inci itu memakai cip RTX Spark dan mulai dikirim pada 16 Oktober 2026 dengan harga mulai 2.599 dolar Amerika Serikat. Pengumuman disampaikan dalam acara di San Francisco yang menghadirkan CEO Microsoft Satya Nadella bersama CEO Nvidia Jensen Huang.
Bagian yang paling sering terlewat dari peluncuran ini bukan spesifikasinya, melainkan lapisan keamanan bernama Microsoft Execution Containers atau disingkat MXC. Alat itu membatasi apa saja yang boleh diakses agen kecerdasan buatan, yaitu program yang bekerja sendiri untuk menyelesaikan tugas panjang. Kombinasi perangkat mahal dan pagar pengaman tersebut menandai arah baru industri komputer pribadi.
Peluncuran ini menarik karena menyentuh dua kebutuhan yang saling tarik menarik. Pengguna menginginkan kecerdasan buatan yang cepat dan tidak mengirim data ke mana mana, tetapi mereka juga ingin agen itu tidak berkeliaran bebas di dalam komputer. Microsoft mencoba menjawab keduanya sekaligus dalam satu perangkat.
Gadget AI PC: Surface Laptop Ultra dan Cip RTX Spark
Menurut laporan Reuters yang dimuat WHBL, acara tersebut menjadi puncak kerja sama bertahun-tahun antara pembuat sistem operasi Windows dan perusahaan cip kecerdasan buatan itu. Tujuannya memindahkan sebagian pekerjaan yang kini berjalan di pusat data Azure ke komputer berdaya tinggi di kantor dan rumah.
Spesifikasi yang dibeberkan cukup ambisius. Surface Laptop Ultra memakai cip RTX Spark, menampung memori terpadu sampai 128 gigabita, dan dibanderol mulai 2.599 dolar Amerika. Varian Surface RTX Spark Dev Box untuk pengembang dijual mulai 5.999 dolar Amerika. Perangkat dari mitra seperti Asus, Dell, Lenovo, HP, dan MSI juga dijadwalkan tersedia pada 16 Oktober, menurut News Dive.
Jensen Huang menyebut proyek itu menelan kerja lebih dari 4.000 tahun rekayasa dan menggabungkan kemampuan yang sebelumnya tersebar di laptop gaming, workstation, superkomputer, serta awan ke dalam satu supercip. Microsoft juga membandingkan RTX Spark dengan cip M5 Pro milik Apple pada beberapa tolok ukur, termasuk klaim waktu ke token pertama sampai 2,1 kali lebih cepat dan pembuatan video sampai 6,2 kali lebih cepat. Semua angka itu berasal dari pengujian Microsoft sendiri dan belum diverifikasi pihak independen, sehingga sebaiknya dibaca sebagai klaim pemasaran sampai ada uji pihak ketiga.
MXC, Cara Microsoft Mengurung Agen AI di Windows 11
Menurut blog pengembang Windows, MXC kini tersedia umum dan berfungsi sebagai lapisan eksekusi berbasis kebijakan untuk kode yang tidak tepercaya. Pengembang mendeklarasikan sumber daya yang dibutuhkan, misalnya berkas dan tujuan jaringan, lalu MXC menegakkan batas itu lewat kontainer yang sesuai. Kebijakan berada di luar kendali agen, sehingga agen atau kode yang dihasilkannya tidak bisa memberi izin tambahan untuk dirinya sendiri.
Ada beberapa tingkat isolasi. Process container tersedia di Windows 11, macOS, dan Linux untuk beban kerja ringan. Session container hanya ada di Windows 11 dan menjalankan agen di sesi sistem terpisah dengan desktop, papan klip, serta antarmuka sendiri. WSL container menyediakan lingkungan Linux bagi rantai alat yang bergantung pada ekosistem Linux. MicroVM masih eksperimental dan memberi isolasi berbasis perangkat keras untuk beban berisiko tinggi.
MXC juga punya tiga mode operasi. Mode Enforcement menjalankan kebijakan produksi secara ketat. Mode Learning memblokir lalu mencatat operasi yang belum diizinkan sehingga pengembang bisa memperbaiki kebijakan. Mode Permissive membiarkan operasi berjalan tetapi tetap mencatatnya, berguna saat menyusun kebijakan awal. Menurut blog itu, Microsoft juga menyiapkan Microsoft Entra untuk membedakan aktivitas agen dari aktivitas manusia, serta kebijakan Intune untuk mengelola kontainer di tingkat organisasi.


