Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
SUARALUTIM.COM, WOTU — Tim sepak bola Perslutim (Luwu Timur) resmi memulai pemusatan latihan atau training center (TC) perdana di Lapangan Gaswo, Kecamatan Wotu, Kamis (8/10/2026). Sesi pembuka ini menjadi titik awal persiapan menuju kualifikasi Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Praporprov) Sulawesi Selatan.
Latihan dibuka di bawah komando Pelatih Kepala Eric Saputra Firdaus bersama Asisten Pelatih Opic Baso. Sebanyak 14 pemain hadir mengikuti sesi latihan awal pada hari pertama.
Materi yang diberikan pada TC pembuka berfokus pada dasar permainan: teknik passing atau umpan dan kontrol bola. Fondasi itu dinilai penting untuk memperkuat kerja sama sekaligus kualitas permainan tim.
Berita Lutim: Mengapa TC Ini Menentukan Langkah Perslutim
Pemusatan latihan menjelang kualifikasi bukan agenda biasa. TC menjadi ruang bagi tim pelatih membangun kebiasaan bermain, mengukur kondisi fisik pemain, dan menyusun pola permainan sebelum pertandingan sesungguhnya.
Pada sesi perdana di Gaswo, tim pelatih memilih memperkuat hal-hal mendasar: keakuratan umpan dan kemampuan mengendalikan bola di bawah tekanan. Dari situ, tim dapat naik ke materi taktik yang lebih kompleks seperti transisi menyerang-bertahan dan penyelesaian akhir.
Program pemusatan latihan direncanakan berlangsung intensif sekitar tiga minggu ke depan. Rentang waktu itu dipakai untuk menggembleng fisik sekaligus menajamkan taktik pemain.
Manajemen dan PSSI Memantau Langsung
Sesi pertama mendapat perhatian jajaran manajemen tim dan pengurus PSSI. Manajer Tim Ismail Achmad, Exco PSSI Muh Ayyub, serta pengurus PSSI Arif Firmansyah.A memantau langsung dari tepi lapangan untuk memastikan kesiapan pemain.
Dukungan moral juga datang dari mantan pemain yang pernah memperkuat tim ini. Iksan, mantan pemain Perslutim, hadir menyaksikan jalannya latihan. Masyarakat sekitar Wotu pun tampak antusias menonton dari tepi lapangan.
Kehadiran berbagai pihak dalam sesi perdana menunjukkan bahwa persiapan ini tidak hanya menjadi urusan tim pelatih. Ada tanggung jawab bersama antara pengurus, PSSI kabupaten, dan masyarakat pendukung.
Agenda Menuju Bone
Setelah menjalani pemusatan latihan di Lutim, rombongan tim dijadwalkan bertolak menuju Kabupaten Bone pada 3–4 November mendatang. Perjalanan itu menjadi bagian dari persiapan menuju kualifikasi Praporprov.
Perslutim menyatakan optimistis mampu tampil maksimal dan mengamankan tiket menuju Porprov. Optimisme itu bertumpu pada dukungan penuh masyarakat Luwu Timur serta program latihan yang berjalan intensif.
Porprov XVIII di Bone dan Wajo
Porprov Sulawesi Selatan XVIII tahun 2026 akan berlangsung pada 7–14 November 2026 di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Sejumlah cabang olahraga dari Luwu Timur telah memastikan tempat di ajang tersebut.
Mengutip pemberitaan Timur Online dan PenaluTim, sebanyak 32 cabang olahraga dari Luwu Timur dipastikan lolos mengikuti Porprov, ditambah cabang pickleball yang tampil sebagai nomor ekshibisi.
Target besar pun disiapkan: meraih dua digit medali emas dan masuk 10 besar. Dalam rapat kerja KONI Luwu Timur yang digelar di Aula Wisma Trans, Malili, Ketua KONI Luwu Timur Herawan Raditya menyampaikan keyakinan itu.
Menurutnya, hasil pra-porprov menjadi dasar optimisme. Ia juga memastikan KONI membuka ruang bagi setiap pengurus cabang olahraga untuk mengusulkan pelatih maupun wasit mengikuti pelatihan resmi yang dibiayai organisasi.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Luwu Timur menilai pembinaan atlet harus berkelanjutan. Porprov, dalam pandangan itu, menjadi momentum mengukur kualitas pembinaan yang telah dijalankan daerah, termasuk penguatan kapasitas pelatih dan wasit.
Pekerjaan Rumah di Balik TC
Ada sejumlah hal yang biasanya menjadi perhatian selama pemusatan latihan. Pertama, kualitas lapangan latihan. Lapangan Gaswo di Wotu dipakai sebagai basis persiapan, sehingga kondisi lapangan dan keamanan area menjadi faktor kenyamanan pemain.
Kedua, ketersediaan pemain. Pada sesi perdana tercatat 14 pemain. Jumlah itu dapat bertambah seiring agenda latihan berjalan, sejalan dengan kebutuhan tim pelatih menyeleksi komposisi skuad utama.
Ketiga, program latihan yang terukur. Materi dasar pada hari pertama menjadi langkah awal sebelum masuk ke taktik tim. Tanpa fondasi umpan dan kontrol bola yang baik, pola permainan yang disusun pelatih sulit dijalankan di lapangan.
Keempat, dukungan suporter dan pemerintah daerah. Kehadiran warga Wotu di tepi lapangan memberi energi tambahan bagi pemain. Sementara dukungan pemerintah daerah, termasuk melalui KONI dan PSSI kabupaten, menentukan kelancaran agenda TC hingga keberangkatan ke Bone.
Kelima, aspek nonteknis seperti gizi, pemulihan pemain, dan pengaturan waktu istirahat. Pemusatan latihan intensif selama tiga pekan menuntut pengelolaan beban latihan yang hati-hati agar pemain tidak kelelahan menjelang pertandingan.


