SUARALUTIM.COM, MALILI — Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur dari Fraksi PAN, Alamsyah, meninjau langsung lokasi pekerjaan pemindahan jalur atau reroute pipa bahan bakar minyak (BBM) PT Vale Indonesia Tbk di Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Senin (21/9/2026).
Kunjungan kerja itu dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi proyek sekaligus menindaklanjuti kekhawatiran warga di sekitar area pekerjaan. Bagi Fraksi PAN, kehadiran legislator di lapangan adalah bagian dari fungsi pengawasan yang berpihak pada keselamatan masyarakat Luwu Timur.
Salah satu hal yang menjadi perhatian warga adalah kemungkinan terjadinya kebocoran setelah jalur pipa dipindahkan dan ditanam kembali. Kekhawatiran itu, menurut Alamsyah, perlu mendapat jawaban yang jelas dari pihak perusahaan.
PAN Luwu Timur: Kunjungan Kerja ke Balambano
Pemindahan jalur pipa BBM di Balambano merupakan pekerjaan teknis yang bersinggungan langsung dengan ruang hidup warga. Pipa melintas di kawasan yang juga menjadi tempat aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari berkebun hingga melintas antar desa.
Karena itu, Alamsyah menilai informasi teknis terkait pekerjaan tidak seharusnya hanya diketahui perusahaan. Warga di sekitar jalur pipa juga perlu memperoleh penjelasan mengenai prosedur keselamatan, potensi risiko, serta mekanisme penanganan bila terjadi kondisi darurat.
“Ada beberapa kekhawatiran masyarakat, jangan sampai terjadi kebocoran pipa atau hal-hal lain yang dapat berdampak langsung pada warga,” ujar Alamsyah saat berada di lokasi proyek, dikutip Sarambang.id.
Menurutnya, kunjungan ke lokasi merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap aktivitas perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan masyarakat. Pengawasan itu, tegasnya, bukan dimaksudkan untuk menghambat kegiatan perusahaan.
Sosialisasi yang Perlu Diperkuat
Selain melakukan pengawasan di lapangan, Alamsyah meminta perusahaan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat sekitar. Ia menilai sosialisasi mengenai proyek perlu dilakukan secara menyeluruh.
Tidak cukup hanya menyampaikan rencana pekerjaan, perusahaan juga perlu menjelaskan alasan pemindahan pipa, tahapan pelaksanaan, hingga sistem mitigasi yang disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan.
“Saran kami, perlu ada sosialisasi yang lebih mendalam kepada masyarakat untuk menyampaikan bahwa hal-hal yang dikhawatirkan tersebut tidak akan terjadi, serta bagaimana langkah antisipasi yang disiapkan,” tambahnya.
Penjelasan yang lengkap dinilai dapat membantu masyarakat memahami pekerjaan yang sedang dilakukan, sekaligus mengetahui prosedur yang diterapkan perusahaan untuk menjaga keamanan di sekitar jalur pipa.
Keterbukaan Informasi agar Tidak Muncul Asumsi
Alamsyah menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar tidak muncul berbagai asumsi di tengah masyarakat. Dengan informasi yang jelas, warga dapat mengetahui tahapan pekerjaan serta langkah pengamanan yang diterapkan.
Ia berharap perusahaan memberikan ruang komunikasi yang memadai, sehingga pertanyaan dan kekhawatiran warga dapat dijawab langsung oleh pihak yang memahami aspek teknis proyek.
“Yang paling penting masyarakat mendapatkan kepastian mengenai keamanan proyek ini. Perusahaan juga harus menjelaskan langkah antisipasinya secara terbuka agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.


