Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Banjir Padang, Puluhan Warga Dievakuasi

10 Oktober 2026 • zul • 23 kali dibaca
Panorama Kota Padang, Sumatera Barat, dengan deretan perbukitan di latar belakang
Gambar: Zhilal Darma, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SuaraLutim.com – Berita Indonesia dari Sumatera Barat: hujan lebat memicu banjir di sejumlah titik Kota Padang pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Tim gabungan mengevakuasi puluhan warga yang terjebak di permukiman, sementara satu ruas jalan dilaporkan putus akibat derasnya aliran sungai. Peristiwa ini terjadi pada masa peralihan menuju puncak musim hujan di wilayah tersebut.

Berita Indonesia: Banjir Rendam Sejumlah Titik Kota Padang

Hujan deras mengguyur Kota Padang sejak siang hingga sore. Banjir dilaporkan muncul di beberapa lokasi, antara lain kawasan Kampung Guo di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. Aliran Sungai Guo menghantam jalan dan rumah warga di sekitar bantaran.

Menurut laporan Kompas, banjir memutus jalan sepanjang sekitar 100 meter dan merusak empat rumah serta tiang listrik. Bebatuan berserakan di badan jalan dan pipa air perusahaan daerah terlihat tergeletak. Warga setempat ramai menyaksikan kondisi setelah air mulai surut sekitar pukul 18.00 WIB.

Seorang warga menyebut air sungai meluap sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum luapan terjadi, terdengar bunyi sirene dari sistem peringatan dini yang dipasang di Sungai Guo. Selain Kampung Guo, banjir juga dilaporkan merendam kawasan Perumahan Luminpark Cluster.

Evakuasi Warga dan Titik Terdampak

Tim gabungan mengevakuasi warga dari sejumlah titik terdampak. Komandan Tim Lapangan SAR Padang, Tri Desyu, mengatakan evakuasi difokuskan di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto dan Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Kedua lokasi itu dilaporkan terdampak cukup parah.

“Informasi kita terima dan tim kita persiapkan untuk melaksanakan evakuasi, yang mana ada di dua titik,” kata Tri, seperti dikutip Okezone. Ia menyebut sekitar 40 sampai 55 warga telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Tempat pengungsian sementara dipilih di kawasan yang lebih tinggi. Penentuan lokasi itu dilakukan setelah koordinasi dengan pengurus RT, RW, dan lurah setempat. Menurut Tri, koordinasi tersebut penting agar warga yang dipindahkan tetap terdata dan mudah dijangkau bantuan.

VIVA melaporkan, evakuasi melibatkan personel dari Kantor SAR Padang, Kepolisian Daerah Sumatera Barat, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Wakil Kepala Polda Sumatera Barat, Brigjen Pol Solihin, turut memimpin langsung proses evakuasi di lapangan.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi arus yang masih deras di beberapa titik. Petugas memprioritaskan warga lanjut usia, anak-anak, dan warga dengan kondisi kesehatan rentan. Perahu karet serta jalur evakuasi darurat disiapkan untuk menjangkau permukiman yang terisolasi genangan.

Kondisi di Lokasi Pascabanjir

Setelah air surut, warga mulai membersihkan lumpur dan material yang terbawa arus. Sejumlah akses jalan masih tertutup sehingga kendaraan belum bisa melintas. Petugas mencatat kerusakan pada bangunan rumah warga dan jaringan listrik di beberapa titik.

CNBC Indonesia melaporkan banjir melanda dua kecamatan di Padang akibat hujan lebat. Pada saat laporan itu dibuat, jumlah korban belum diketahui karena petugas masih fokus mengevakuasi warga yang terjebak. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah total warga yang mengungsi pada hari kejadian.

Respons Instansi dan Imbauan bagi Warga

Pemerintah kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat terus memperbarui data di lapangan. Posko darurat dan lokasi pengungsian sementara disiapkan di titik yang dinilai aman dari luapan air. Warga diminta segera menghubungi petugas apabila melihat tanda bahaya seperti kenaikan muka air sungai secara cepat.

Tim SAR mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri melintasi arus deras, baik dengan kendaraan maupun dengan berjalan kaki. Pengalaman banjir sebelumnya menunjukkan arus setinggi lutut orang dewasa sudah cukup kuat untuk menyeret kendaraan kecil. Karena itu, jalur yang tergenang sebaiknya dihindari sampai petugas menyatakan aman.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga