Viral hari ini menyorot keputusan Amerika Serikat yang melarang seluruh teknologi kecerdasan
buatan buatan perusahaan Tiongkok, DeepSeek, dipakai di sistem pemerintahan. Departemen Keamanan
Dalam Negeri Amerika Serikat memerintahkan penghapusan produk itu dari agensi sipil.
Larangan tidak hanya menyasar aplikasi DeepSeek. Layanan pihak ketiga yang dibangun memakai model
DeepSeek juga ikut dilarang, sekaligus pembelian baru ditutup.
Perintah itu dibuat publik pada Senin, tetapi berlaku surut sejak akhir Juli 2026. Pemerintah
Amerika Serikat menempatkan model murah ini sebagai persoalan keamanan nasional.
Isi Perintah Departemen Keamanan Dalam Negeri
Larangan berlaku untuk agensi sipil, termasuk Departemen Keuangan, Departemen Luar Negeri, dan
Departemen Kehakiman. Agensi di bawah Departemen Pertahanan dikecualikan dari aturan ini.
Nota itu tidak merinci persoalan keamanan yang dimaksud. Gedung Putih sepanjang tahun ini memang
melontarkan kritik terhadap perusahaan kecerdasan buatan asal Tiongkok.
Pemerintah Amerika Serikat, DeepSeek, dan Kedutaan Besar Tiongkok di Washington belum memberi
tanggapan atas permintaan komentar. Rincian perintah itu dilaporkan BBC News.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Alasan di Balik Larangan
Kritik terhadap kecerdasan buatan Tiongkok datang dari pemerintahan Trump dan dari perusahaan
Amerika Serikat. Pejabat teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios, menulis dalam memo internal bahwa
eksploitasi jahat terhadap firma Amerika Serikat sudah terjadi.
Menurut memo itu, pelakunya terutama perusahaan saingan di Tiongkok. Anthropic dan OpenAI juga
menyatakan model mereka pada dasarnya disalin sebagian perusahaan Tiongkok, termasuk DeepSeek.
Laporan lain menyebut kerentanan keamanan ditemukan pada aplikasi DeepSeek untuk perangkat iOS.
Kekhawatiran utamanya adalah perpindahan data sensitif ke luar negeri.
Viral Hari Ini: Posisi DeepSeek di Pasar Global
DeepSeek populer karena modelnya terbuka dan jauh lebih murah dipakai. Model terbuka membuat
pengembang bisa memakainya tanpa biaya lisensi besar.
Rilis terbaru DeepSeek muncul pekan lalu, setelah sebelumnya versi V4.1-Flash menjadi sorotan
seperti dibahas pada artikel soal model V4.1-Flash yang lebih cepat.
Permintaan yang tinggi sempat membuat server perusahaan itu tumbang. Aplikasi obrolannya termasuk
yang paling banyak diunduh di toko aplikasi Apple.
Perusahaan Amerika yang Memakai DeepSeek
Sejumlah perusahaan teknologi Amerika Serikat memasukkan DeepSeek ke dalam layanan mereka. Snowflake,
Vercel, dan OpenRouter termasuk yang menawarkannya kepada pelanggan.
Bagi pengembang, biaya memakai DeepSeek hanya sebagian kecil dari biaya model tertutup seperti
Gemini, Claude, atau Codex. Startups juga berbondong memakai model terbuka karena alasan biaya.
Biaya pengembangan DeepSeek pun jauh lebih kecil. Perusahaan itu pernah menyebut biaya pelatihan
model pertamanya sekitar 6 juta dolar Amerika, sementara GPT-4 disebut sekitar 100 juta dolar Amerika.
Dampak bagi Pengguna di Indonesia
Larangan Amerika Serikat tidak langsung berlaku di Indonesia. Namun keputusan itu memberi sinyal
bahwa pemakaian model murah tanpa audit vendor menyimpan risiko.
Tim teknologi di Indonesia yang memakai model terbuka perlu menilai jenis data yang dikirim ke
layanan pihak ketiga. Data pelanggan dan data internal sebaiknya tidak dikirim ke layanan yang belum
diaudit.
Pembatasan agen kecerdasan buatan juga menjadi tren tersendiri, seperti terlihat pada
langkah pembatasan agen AI oleh Nvidia. Perusahaan sebaiknya menyiapkan kebijakan
internal sebelum regulator mengambil keputusan.
Respons Industri dan Pengamat
Pengamat menilai larangan ini mempersempit ruang gerak model terbuka di pasar pemerintah. Namun
dampaknya ke pasar swasta Amerika Serikat diperkirakan terbatas karena aturan hanya menyasar agensi
sipil federal.
Perusahaan Amerika Serikat yang menjual layanan berbasis DeepSeek ke pemerintah akan paling cepat
terdampak. Mereka harus mengganti model atau kehilangan kontrak.
Di sisi lain, larangan ini bisa mempercepat pengembangan model lokal di Amerika Serikat dan Eropa,
termasuk untuk keperluan pemerintahan. Perlombaan model terbuka diprediksi berlanjut di pasar
komersial.
Perbandingan dengan Kebijakan Negara Lain
Sejumlah negara sudah lebih dulu membatasi aplikasi kecerdasan buatan asing di lingkungan
pemerintahan. Australia dan beberapa negara Eropa pernah melarang pemakaian aplikasi serupa di
perangkat kerja pegawai negeri.
Pola yang dipakai hampir sama: perangkat pegawai negeri dibersihkan lebih dulu, lalu pembelian baru
dilarang. Yang berbeda, kali ini larangan mencakup layanan turunan yang dibangun di atas model itu.
Pendekatan berlapis itu membuat kepatuhan lebih rumit. Perusahaan piranti lunak harus memetakan
seluruh rantai pasok model yang dipakai dalam produknya.


