Berita viral hari ini menyorot temuan seorang peneliti keamanan yang bisa menyaksikan langsung
bagaimana puluhan agen kecerdasan buatan otonom bekerja menembus situs perusahaan. Seorang pelaku
berbahasa Tionghoa memberi instruksi singkat, lalu membiarkan agen itu mencari celah sendiri tanpa
pengawasan berarti. Peneliti dari firma keamanan NorForge menemukan operasi itu karena panel kendali
agen milik pelaku dibiarkan terbuka di internet.
Catatan pelaku sendiri menunjukkan lebih dari 1.200 situs pernah dicoba ditembus. Lebih dari 100
perusahaan tercatat berhasil dimasuki, termasuk produsen alat pertanian Deere, perusahaan peralatan
rumah tangga SharkNinja, dan pembuat mesin Cummins.
Sejauh mana data yang diambil belum diketahui. Yang jelas, ini menjadi bukti terdokumentasi bahwa
ekonomi kejahatan siber berubah: satu orang bisa menjalankan pekerjaan satu tim.
Apa yang Sebenarnya Terjadi
Peneliti Snorre Fagerland dari NorForge memulai penyisiran sekitar 2 Oktober 2026. Ia memindai
internet untuk mencari salinan terbuka Cairn, alat agen kecerdasan buatan sumber terbuka yang populer
di kalangan pelaku kejahatan.
Ia menemukan sekitar dua lusin instans Cairn yang dipakai untuk aktivitas jahat. Karena panelnya
terbuka, ia bisa membaca pekerjaan pelaku secara real time, termasuk target yang sedang diserang dan
celah yang ditemukan.
Temuan itu disampaikan pada Senin dan dilihat kantor berita Reuters sebelum diterbitkan, seperti
dilaporkan CTV News. Reuters kemudian menelusuri catatan pelaku untuk menyebut
nama korban.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Cara Kerja Cairn dan Agen yang Dikendalikan
Cairn memberi agen kecerdasan buatan satu titik awal dan satu tujuan, lalu membiarkan agen bekerja
bertahap. Hasil temuan tiap agen dipasang di papan bersama, dan manusia di baliknya bisa menambahkan
petunjuk.
Alat itu dibangun untuk pengujian penetrasi resmi dan juga dipakai untuk pekerjaan lain. Dalam
operasi ini, alat tersebut diarahkan ke toko daring tanpa izin.
Pembuat Cairn, yang memakai nama samaran le1xia0, mengatakan kepada Reuters bahwa alat itu tidak
dirancang untuk serangan siber dan penggunaan jahat bukan maksudnya. Penjelasan itu tercatat dalam
laporan The Hacker News.
Instruksi Kurang dari 100 Karakter
Instruksi pelaku sangat pendek. Menurut laporan, taktik yang diinginkan diuraikan dalam kurang dari
100 karakter berbahasa Tionghoa, lalu agen bergerak sendiri.
NorForge mengelompokkan panel terbuka itu menjadi tiga klaster dan menilai lebih dari 20 di antaranya
berpotensi jahat. Klaster tersibuk bernama AIA0001 berbahasa Tionghoa dan menautkan 14 panel dengan
lebih dari 1.100 proyek serangan.
Tugas yang tipikal meminta agen mencari cara menjalankan kode di sebuah toko, lalu menanam pengunggah
web shell. Sasaran utamanya diduga akses jangka panjang ke sistem toko dan pembayaran, dengan korban
tersebar di Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.
Biaya Serangan dan Hitungan Ekonominya
NorForge memperkirakan biaya rata-rata sekitar 5 dolar Amerika per tugas, dengan catatan
ketidakpastiannya besar. Fagerland secara terpisah menyebut seluruh kampanye memakai token senilai
sekitar 5.000 dolar Amerika.
Artinya, biaya satu kebobolan yang berhasil sekitar 50 dolar Amerika, atau kira-kira Rp80 ribu.
Angka itu jauh di bawah tarif tenaga ahli keamanan, sehingga kejahatan siber menjadi jauh lebih murah.
Tingkat keberhasilan perangkat yang diamati sekitar 10 persen. NorForge mengingatkan angka itu tidak
bisa dibandingkan langsung antar klaster karena tujuannya berbeda.
Berita Viral: Perusahaan yang Ditempel dan Bantahannya
Tiga perusahaan yang disebut telah memberi tanggapan. Deere mengatakan sudah mengambil langkah
perbaikan dan tidak menemukan tanda data sensitif diakses.
SharkNinja menyebut serangan mengenai situs dukungan produk yang berdiri sendiri dan ancaman sudah
dikendalikan. Cummins menyatakan sedang menyelidiki laporan kemungkinan serangan pada situs yang
dikelola salah satu vendornya.
Dua usaha kecil juga mengaku terkena. NorForge sendiri memverifikasi satu web shell yang masih aktif
di sebuah vendor komponen perangkat keras, serta satu peritel besar Amerika Serikat.
Mekanisme masuknya berbeda di tiap korban, jadi ini bukan satu metode tunggal. Salah satu intrusi
terdokumentasi memanfaatkan akses tulis tanpa izin ke penyimpan sesi memcached, penanganan objek PHP
yang tidak aman, dan kode Zend Framework lama.


