SUARALUTIM.COM, MALILI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucurkan bantuan keuangan daerah senilai Rp15 miliar untuk Kabupaten Luwu Timur dan menyiapkan alokasi proyek tahun jamak (multi years project) tahap dua dengan nilai estimasi sekitar Rp5 triliun. Pengumuman itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Lapangan Iniaku, Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sabtu (10/10/2026) malam.
Bantuan itu diserahkan langsung di hadapan Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Puspawati Husler, serta jajaran kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Bagi Luwu Timur, angka yang disebut pada forum itu memberi gambaran arah belanja infrastruktur provinsi pada tahun-tahun berikutnya.
Berita Luwu Timur: Bantuan Keuangan Rp15 Miliar dan Alsintan
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel mengalokasikan bantuan keuangan langsung senilai Rp15 miliar pada tahun ini agar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dapat mempercepat pembangunan daerah. Penyerahan dilakukan di panggung utama peringatan Harkopnas ke-79, bersamaan dengan agenda puncak pekan expo koperasi dan UMKM tingkat provinsi.
Selain bantuan keuangan, pemprov juga menyerahkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). Traktor roda empat menjadi salah satu jenis alsintan yang disebut dalam penyerahan itu. Bantuan jenis ini menyasar peningkatan kapasitas kerja petani, terutama pada pengolahan lahan sebelum masa tanam.
Penerima bantuan di tingkat kabupaten adalah pemerintah daerah, sehingga pelaksanaan dan penyaluran ke kelompok sasaran mengikuti mekanisme penganggaran dan pengelolaan aset daerah. Warga yang ingin menelusuri realisasi dapat memantau publikasi pemerintah kabupaten pada periode berikutnya.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Rincian Proyek Multiyears 2025-2027
Pada kesempatan yang sama, Gubernur menguraikan struktur anggaran proyek tahun jamak periode 2025-2027. Tiga sektor utama yang disebut adalah jalan, irigasi, serta fasilitas kesehatan.
| Sektor | Alokasi | Sasaran |
| Pembangunan/peningkatan jalan | Rp2,5 triliun | Rekonstruksi jalan sepanjang 1.000 kilometer di seluruh Sulawesi Selatan |
| Peningkatan sarana irigasi | Rp780 miliar | Menjangkau 54.000 hektare sawah |
| Fasilitas kesehatan | Rp400 miliar | Pembangunan dua unit rumah sakit regional di wilayah utara dan selatan Sulsel |
Untuk sektor irigasi, paket keempat pengerjaannya mencakup wilayah Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Enrekang, dan Toraja Utara. Ini berarti sebagian pekerjaan irigasi dalam periode tahun jamak menyentuh kabupaten di kawasan timur dan utara Sulawesi Selatan, termasuk wilayah yang selama ini mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi warga.
Luwu Timur dan Proyek Tahap Dua Rp5 Triliun
Gubernur mengumumkan bahwa pemprov tengah menyiapkan kelanjutan proyek tahun jamak tahap dua dengan nilai estimasi mencapai Rp5 triliun. Luwu Timur dipastikan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan porsi perhatian utama untuk pembenahan ruas jalan serta sarana infrastruktur kewenangan provinsi.
Perlu dicatat bahwa status jalan menentukan siapa yang mengerjakan. Ruas jalan provinsi menjadi kewenangan pemprov, sementara jalan kabupaten dan jalan desa ditangani pemerintah kabupaten serta pemerintah desa. Karena itu, daftar ruas yang masuk paket tahap dua masih menunggu penetapan resmi sebelum bisa dipastikan satu per satu.
SuaraLutim belum menemukan dokumen resmi yang memuat rincian ruas jalan tahap dua. Artikel ini menyebut rencana besarnya saja agar tidak menyampaikan daftar yang belum ditetapkan.
Efisiensi Anggaran Rp1,4 Triliun ke Sektor Produktif
Dalam pemaparannya, Gubernur menyebut langkah efisiensi anggaran belanja tidak mendesak senilai Rp1,4 triliun. Dana hasil efisiensi itu dialihkan ke sektor produktif masyarakat. Beberapa alokasi prioritas yang telah disalurkan meliputi:
- 8.497 unit alsintan, termasuk combine harvester, hand tractor, dan hand sprayer.
- 5.000 ton benih padi mandiri untuk 200.000 hektare lahan.
- 126 unit kapal nelayan.
- Bantuan keuangan daerah yang tersebar di kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Pola pengalihan belanja tidak mendesak ke bantuan alat produksi biasanya berdampak pada percepatan masa tanam dan pengurangan biaya sewa alat. Namun besaran dampaknya bergantung pada ketepatan sasaran penerima bantuan di tingkat kabupaten.


