Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Hj. Asni Dorong UMKM dan Wirausaha Wanita

12 Oktober 2026 • Admin • 22 kali dibaca
Hj. Asni, anggota DPRD Sulsel dari PAN, saat menjadi narasumber seminar kewirausahaan mahasiswa
Gambar: Dok. Sulselnow (sulselnow.com)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Perhatian terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Luwu Timur kembali mengemuka setelah Pekan Expo K-UMKM Sulawesi Selatan di Sorowako resmi ditutup. Di tengah momentum itu, sosok Hj. Asni, S.Pi, legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai Amanat Nasional (PAN), menempati posisi penting: daerah pemilihannya, Sulawesi Selatan 11 Luwu Raya, mencakup Kabupaten Luwu Timur.

Hj. Asni dikenal tidak hanya lewat kerja legislatif, tetapi juga lewat perannya sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Luwu. Melalui dua peran itu, dorongan bagi UMKM dan wirausaha wanita menjadi salah satu fokus yang ia suarakan, termasuk bagi pelaku usaha di Luwu Timur yang terus berupaya menembus pasar yang lebih luas.

Hj. Asni dan Peran Legislator PAN untuk Luwu Raya

Pada Pemilu 2024, Hj. Asni terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari PAN untuk daerah pemilihan Sulawesi Selatan 11, yang meliputi Luwu Raya: Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur. Daftar calon terpilih yang dihimpun sejumlah media mencatat perolehan suaranya menembus 16.760 suara pada dapil tersebut.

Artinya, wilayah Luwu Timur berada di dalam cakupan kerja legislatifnya. Bagi warga Lutim, keberadaan seorang wakil dari Fraksi PAN di tingkat provinsi membuka jalur tambahan untuk menyampaikan persoalan daerah, terutama yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Tata Atur
Iklan

PAN sendiri tercatat memperoleh kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada periode 2024–2029, dan Hj. Asni merupakan salah satu wakil partai itu untuk kawasan Luwu Raya. Posisi tersebut membuat isu ekonomi kerakyatan, termasuk UMKM, dekat dengan agenda kerja yang ia jalankan.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Dorongan bagi UMKM Luwu Timur

Bagi Luwu Timur, UMKM bukan sektor pinggiran. Setelah Expo K-UMKM Sulawesi Selatan digelar di Sorowako pada awal Oktober 2026, sejumlah produk lokal mulai mendapat sorotan lebih luas. Kain Taipa, misalnya, tampil sebagai wastra khas Sorowako yang menarik perhatian tamu daerah, seperti diulas dalam artikel Pariwisata Lutim: Kain Taipa Jadi Wastra Khas Sorowako.

Selain wastra, komoditas perkebunan juga mendapat perhatian. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan akan mendorong lada dan vanili agar menembus pasar nasional, sebagai salah satu hasil dari rangkaian expo tersebut, seperti diberitakan dalam Luwu Timur: Lada dan Vanili Didorong Tembus Pasar Nasional.

Dalam kerangka itulah dorongan dari kalangan legislator menjadi relevan. Pelaku usaha kecil biasanya menghadapi persoalan berulang: akses pasar, akses pembiayaan, pengemasan produk, hingga pendampingan agar usaha bertahan. Persoalan-persoalan itu bukan hanya urusan teknis di tingkat desa, tetapi juga bersinggungan dengan kebijakan yang dibahas di tingkat provinsi.

Hj. Asni menyebut pentingnya membangun semangat usaha sejak dini. Dalam seminar kewirausahaan bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya di Makassar, ia mendorong mahasiswa agar berani memulai usaha sejak masih kuliah, seperti dilaporkan Sulselnow.

“Kalau hanya menunggu selesai kuliah baru berusaha, peluang yang ada bisa lewat begitu saja. Mulailah dari hal kecil sambil menempuh pendidikan,” ujar Hj. Asni dalam kegiatan yang digelar Sabtu (31/5/2025) di Makassar, sebagaimana dikutip Sulselnow.

Mendorong Wirausaha Wanita untuk Naik Kelas

Peran Hj. Asni sebagai Ketua IWAPI Kabupaten Luwu menempatkannya berhubungan langsung dengan pengusaha perempuan. Organisasi itu bergerak di bidang pemberdayaan wanita pengusaha, dari usaha rumahan hingga usaha yang mulai berkembang.

Bagi Luwu Timur, ruang itu penting. Banyak usaha kecil di kecamatan dijalankan oleh perempuan, mulai dari pengolahan makanan, kerajinan, hingga perdagangan harian. Ketika usaha-usaha seperti ini dibantu naik kelas, dampaknya langsung terasa pada ekonomi keluarga dan lapangan kerja di kampung-kampung.

Beberapa hal yang biasanya menjadi kunci agar wirausaha wanita bertumbuh:

  • Pendampingan usaha agar produk punya mutu dan kemasan yang layak bersaing.
  • Akses pembiayaan yang tidak memberatkan, terutama bagi usaha rumah tangga.
  • Pemasaran yang lebih luas, termasuk pemanfaatan pasar digital secara sederhana.
  • Pelatihan keterampilan dan pencatatan usaha yang rapi.
  • Jaringan antarpelaku usaha agar saling memperkuat, bukan bersaing sendiri-sendiri.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur belakangan juga menempatkan koperasi sebagai penghubung produksi desa ke pasar. Langkah itu sejalan dengan gagasan bahwa hasil usaha warga tidak berhenti di halaman rumah, tetapi punya jalur untuk dijual lebih jauh. Ulasan tentang hal ini dapat dibaca pada artikel Luwu Timur: Koperasi Merah Putih Penghubung Desa ke Pasar.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga