Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Harga Nikel Tertekan, Kuota Dipangkas

13 Oktober 2026 • zul • 25 kali dibaca
Bijih nikel jenis garnierit dari Sulawesi sebagai ilustrasi komoditas tambang nasional.
Risanprasetyo (Febri Ady Prasetyo) / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

Tambang nasional kembali menjadi perhatian seiring harga nikel dunia yang masih tertekan. Harga nikel untuk kontrak tiga bulan ke depan diperdagangkan di level US$15.720 per ton pada 9 Oktober 2026. Angka itu berada jauh di bawah puncak tahun ini yang menyentuh US$19.675 per ton. Tekanan harga berlangsung bersamaan dengan pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 dan gangguan operasional smelter di Sulawesi.

Tambang Nasional: Harga Nikel di Bawah US$16.000

Data pasar menunjukkan harga nikel bergerak dalam tren menyusut pada awal Oktober. Databoks Katadata mencatat harga kontrak tiga bulan berada di US$15.720 per ton pada 9 Oktober 2026. Dalam sepekan, harga turun sekitar 1,26 persen. Sepanjang 2026, harga nikel sudah turun sekitar 5,05 persen dari posisi awal tahun di US$16.915 per ton.

Penurunan dari puncak tahunan tercatat jauh lebih dalam. Harga nikel sempat menyentuh US$19.675 per ton pada Mei 2026. Dari level itu, harga sudah turun sekitar 18,37 persen. Rata-rata harga bulanan tertinggi tahun ini juga terjadi pada Mei 2026 di kisaran US$19.010 per ton.

Tekanan harga tidak hanya terlihat dari data harian. Harga nikel sempat turun menembus US$17.000 per ton pada Agustus 2026. Argus melaporkan penurunan itu dipicu ekspektasi bertambahnya pasokan bijih nikel dari Indonesia. Pasar saat itu menanti kepastian revisi kuota produksi nasional. Ekspektasi pasokan lebih besar cukup untuk menekan harga meski revisi belum resmi diputuskan.

Pergerakan harga nikel sangat dipengaruhi kebijakan dalam negeri. Indonesia merupakan produsen nikel tambang terbesar dunia dengan pangsa mayoritas pasokan global. Karena itu, setiap perubahan kuota produksi langsung mempengaruhi ekspektasi pasar. Pelaku industri menyebut kebijakan kuota sebagai faktor penentu arah harga jangka pendek.

Kuota RKAB 2026 Dipangkas Terukur

Pemerintah menetapkan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 pada rentang 260 sampai 270 juta ton basah. Angka itu turun signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya yang mencapai 379 juta ton. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Pemerintah ingin harga komoditas tidak jatuh terlalu dalam.

Pemangkasan kuota memicu persoalan baru di sisi hilir. Asosiasi pertambangan mencatat sejumlah perusahaan nikel harus menutup tambangnya karena kuota produksi terpakai lebih cepat. Permohonan revisi kuota sebelumnya diajukan sejumlah perusahaan pada pertengahan 2026. Pemerintah menyatakan revisi akan diberikan secara terukur dan selektif.

Arah kebijakan itu menimbulkan dilema bagi industri. Di satu sisi, pengurangan pasokan membantu mengangkat harga. Di sisi lain, smelter yang sudah dibangun membutuhkan pasokan bijih rutin untuk beroperasi. Kebutuhan bijih smelter yang beroperasi disebut melebihi kuota nasional. Kekurangan pasokan itu membuat sebagian smelter mengurangi produksi.

Pemerintah menegaskan relaksasi hanya diberikan kepada perusahaan yang benar-benar kekurangan pasokan. Prioritas juga diberikan kepada perusahaan dengan kontribusi royalti tinggi. Penerimaan negara menjadi pertimbangan lain dalam kebijakan ini. Sampai Agustus 2026, penerimaan negara bukan pajak dari sektor mineral dan batu bara tercatat tumbuh meski volume produksi turun.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga