Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Viral hari ini, kualitas udara di Palembang masuk kategori berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan data situs pemantau IQAir, indeks kualitas udara (AQI) Palembang mencapai 688 pada skala Amerika Serikat, Rabu 14 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB. Angka itu jauh di atas batas kategori berbahaya yang dimulai pada rentang 301.
Apa yang Terjadi di Palembang dan Palangka Raya
Kabut asap dari karhutla di sekitar Sumatera Selatan membuat kualitas udara Palembang memburuk selama beberapa hari terakhir. Pada Senin 12 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, data IQAir menunjukkan AQI Palembang berada di angka 379. Salah satu stasiun di Musi 2 bahkan mencatat indeks 638, yang saat itu menjadi yang terburuk di Indonesia.
Masalah serupa terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Data IQAir pada Rabu 14 Oktober 2026 pukul 04.00 WIB menunjukkan AQI kota itu mencapai 396. Konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat 273 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang sehat.
Kategori kualitas udara ditentukan dari rentang AQI: 0 sampai 50 baik, 51 sampai 100 sedang, 101 sampai 150 tidak sehat bagi kelompok sensitif, 151 sampai 200 tidak sehat, 201 sampai 300 sangat tidak sehat, dan 301 sampai 500 berbahaya. Nilai 688 pada skala IQAir menunjukkan tingkat pencemaran yang ekstrem.
Balikpapan juga dilaporkan tidak sehat bagi kelompok sensitif pada periode yang sama. Pola itu menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak lagi terbatas pada satu provinsi. Asap bergerak mengikuti arah angin dan menutupi kota-kota di jalur lintasannya.
Viral Hari Ini: Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan
Kabut asap karhutla membawa partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun. Dokter menilai paparan bahan itu dapat memperberat infeksi saluran pernapasan akut, penyakit paru obstruktif kronik, dan asma. Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan penyakit jantung atau paru.
Dampaknya juga menyentuh sistem kardiovaskular. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association mencatat paparan asap kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko henti jantung di luar rumah sakit. Risiko itu muncul pada pria maupun wanita, terutama kelompok usia 35 sampai 64 tahun.
PM2.5 berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil sehingga mampu masuk jauh ke saluran pernapasan hingga paru-paru. Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini sulit disaring masker kain biasa. Masker dengan filtrasi memadai dinilai lebih efektif untuk aktivitas di luar ruangan.
Pemerintah daerah menyarankan warga mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara buruk. Sekolah dan kantor diminta menyesuaikan jadwal bila asap menebal. Warga juga diimbau memantau indeks kualitas udara secara berkala.


