Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Politik Nasional: Kepercayaan Publik Turun ke 47,7 Persen

14 Oktober 2026 • zul • 14 kali dibaca
Potret resmi Prabowo Subianto sebagai calon presiden Republik Indonesia tahun 2024
Foto: Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia via Wikimedia Commons (public domain)
ASM Group
Iklan

Politik nasional kembali jadi sorotan setelah Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat hanya 47,7 persen warga yang menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar. Angka itu turun tajam dari 83 persen pada Oktober 2024, tepat menjelang pelantikan Presiden Prabowo Subianto. Survei digelar 1 sampai 10 Oktober 2026 dengan 1.213 responden dan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Politik Nasional: Angka 47,7 Persen dan Artinya

Angka 47,7 persen berarti kurang dari separuh responden yakin negara sedang menuju arah yang benar. Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menyebut posisi itu berada di bawah ambang psikologis 50 persen. Menurut dia, ambang tersebut penting karena berkaitan dengan legitimasi kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Survei ini dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026. Hasilnya disampaikan Saiful dalam program Bedah Politik bertajuk Dua Tahun Prabowo: Publik Nilai Indonesia ke Arah yang Salah yang tayang di kanal YouTube SMRC TV pada Selasa, 13 Oktober 2026. Temuan itu lalu dilaporkan sejumlah media nasional dan media berbahasa Inggris pada 13 sampai 14 Oktober 2026.

SMRC mencatat 34,3 persen responden menilai Indonesia sedang bergerak ke arah yang salah. Sebanyak 18 persen sisanya mengaku ragu-ragu atau tidak menjawab. Pada Oktober 2024, proporsi yang menilai salah arah hanya 13 persen, sedangkan yang ragu sekitar 5 persen.

Tata Atur
Iklan

Perubahan komposisi itu menunjukkan pergeseran sikap yang cukup lebar dalam dua tahun. Kelompok ragu yang membengkak dinilai penting karena belum menentukan penilaian akhir terhadap jalannya pemerintahan.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Bagaimana SMRC Membaca Temuan Ini

Saiful Mujani menyebut hasil survei sebagai peringatan awal yang kuat bagi pemerintahan Prabowo. Ia mengingatkan bahwa pesimisme publik yang berlanjut dapat berkembang menjadi pertanyaan yang lebih mendasar soal peran negara bagi warga.

Ia juga menilai penurunan persepsi positif terhadap arah negara berkaitan dengan merosotnya kepuasan atas kinerja presiden. Faktor lain yang disebut menurun adalah kondisi sosial ekonomi, iklim politik, dan penegakan hukum.

Dalam pembacaan SMRC, kelompok yang ragu tidak bisa dianggap enteng. Menurut Saiful, 18 persen responden yang belum menentukan sikap menandakan sebagian publik belum merasa mantap soal arah kebijakan negara.

Perbandingan dengan Era Sebelumnya

SMRC menyebut angka 47,7 persen sebagai yang terendah sejak lembaga itu mulai melacak persepsi arah negara pada Oktober 2010. Ketika itu, pada periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, sekitar 70 persen responden menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar.

Pada survei Juli 2026, SMRC juga mencatat tingkat persetujuan terhadap kinerja presiden berada di kisaran 51,1 persen dengan ketidakpuasan 46,9 persen. Angka tersebut melanjutkan tren penurunan dari 81,2 persen pada November tahun sebelumnya dan 66,4 persen pada Maret.

Penilaian atas kondisi ekonomi menjadi sorotan utama dalam survei Juli. Hampir separuh responden menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk, sementara yang menilainya baik merosot dibanding akhir tahun lalu.

Apa yang Diketahui

Survei SMRC pada 1 sampai 10 Oktober 2026 melibatkan 1.213 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Margin of error diperkirakan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Hasil resminya adalah 47,7 persen menilai arah benar, 34,3 persen menilai arah salah, dan 18 persen ragu atau tidak menjawab. Angka-angka ini dilaporkan The Jakarta Post, IDN Times, dan Suara.com pada 13 sampai 14 Oktober 2026.

Saiful Mujani sebagai pendiri SMRC menyatakan angka tersebut di bawah 50 persen dan menyebutnya sebagai peringatan bagi pemerintah. Pemerintah sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas temuan survei ini.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga