Viral hari ini datang dari sektor ketenagalistrikan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT PLN (Persero) pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Prasodjo. Pergantian itu terjadi dua hari setelah blackout besar di Batam yang membuat layanan listrik padam hingga 16 jam dan berdampak pada lebih dari 411 ribu pelanggan.
Viral Hari Ini: RUPSLB Ganti Dirut PLN
RUPSLB digelar secara daring melalui aplikasi Zoom mulai pukul 18.30 WIB dan dihadiri seluruh direksi, komisaris, serta perwakilan Badan Pengatur BUMN, seperti dilaporkan Tribunnews. Komisaris independen PLN, Andi Arief, mengonfirmasi perubahan itu melalui pesan singkat kepada wartawan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian Darmawan Prasodjo yang memimpin PLN sejak Desember 2021.
Suroso untuk sementara masih merangkap jabatan lamanya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sampai ada pengganti. Menurut laporan Liputan6, penunjukan itu dilakukan melalui mekanisme RUPSLB yang juga membahas arah layanan perusahaan ke depan. Nama Suroso muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menerimanya di Istana Merdeka pada sore hari yang sama.
Perubahan pucuk pimpinan PLN jarang terjadi tanpa alasan yang tampak jelas bagi publik. Dalam kasus ini, pemegang saham utama menyebut perbaikan layanan sebagai pertimbangan utama. Dua hari sebelum RUPSLB, gangguan pasokan listrik di Batam menjadi sorotan nasional karena melumpuhkan aktivitas rumah tangga, air bersih, dan telekomunikasi.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Kronologi Blackout Batam 12 Oktober
Gangguan listrik di Batam mulai terjadi pada dini hari, Senin, 12 Oktober 2026. Menurut laporan The Straits Times yang mengutip kantor berita Bloomberg, pemadaman berlangsung hingga 16 jam dan memengaruhi lebih dari 411 ribu pelanggan. Pasokan air dan layanan telekomunikasi ikut terganggu karena banyak fasilitas bergantung pada listrik.
Wilayah Batam berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa dan menjadi salah satu pusat manufaktur berorientasi ekspor. Kawasan itu juga berstatus kawasan perdagangan bebas dengan sejumlah proyek pusat data berskala besar. Karena itu, gangguan pasokan listrik dalam durasi panjang membawa risiko yang lebih besar dibandingkan gangguan singkat di wilayah lain.
Sebagian besar layanan dilaporkan pulih pada 13 Oktober 2026. Meski demikian, unit PLN Batam masih menerapkan pemadaman bergilir pada 14 Oktober karena permintaan melebihi kapasitas yang tersedia. Data itu menjelaskan mengapa pergantian pimpinan perusahaan dinilai berkaitan langsung dengan penanganan pascagangguan, bukan semata agenda internal korporasi.
Sejumlah pengguna listrik di Batam mengeluh karena produksi dan layanan publik harus berhenti pada jam-jam padat. Pemulihan bertahap membuat operasi pusat data dan industri padat energi harus dijadwalkan ulang. Pemerintah daerah meminta jaminan pasokan sebelum aktivitas kembali normal sepenuhnya.
Siapa Suroso Isnandar
Suroso bukan nama baru di PLN. Ia bekerja lebih dari 30 tahun di perusahaan listrik negara itu dan pernah menjabat sebagai general manager serta wakil presiden bidang perencanaan sistem. Pengalaman teknis itulah yang disebut menjadi pertimbangan utama pemegang saham.
Ia menempuh pendidikan teknik tenaga listrik di Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar master bidang teknik dan manajemen sistem tenaga di Abertay University, Skotlandia. Latar belakang pendidikan dan pengalaman lapangan itu membuat publik mengharapkan perbaikan pada sisi perencanaan serta keandalan sistem.
Beberapa pemberitaan menyebut Suroso lebih dulu membahas pemulihan listrik Batam dan evaluasi kompensasi bagi pelanggan sebelum penunjukan resmi. Namun, rincian kebijakan kompensasi belum diumumkan secara terbuka. Publik menunggu penjelasan resmi mengenai bentuk ganti rugi bagi pelanggan yang terdampak.


