Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Air Serpong Lagoon Positif E. coli

16 Oktober 2026 • zul • 10 kali dibaca
Ilustrasi bangunan instalasi pengolahan air bersih
Brandonrush / Wikimedia Commons, CC0
ASM Group
Iklan

Berita indonesia soal kualitas air bersih kembali mencuat setelah Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menyatakan air konsumsi di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, positif terkontaminasi bakteri Escherichia coli. Temuan itu muncul setelah ratusan warga mengalami muntah berak atau muntaber dalam waktu hampir bersamaan sejak awal Oktober 2026. Pemerintah kota meminta pengelola fasilitas water treatment plant (WTP) bertanggung jawab menyediakan air bersih pengganti sambil membenahi instalasi yang diduga menjadi sumber kontaminasi.

Berita Indonesia: Tiga Sampel Air Positif E. coli

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tangsel, Fitria Oriza, mengatakan seluruh sampel yang diambil dari fasilitas WTP menunjukkan hasil positif bakteri tersebut. Menurut dia, ada tiga sampel yang diperiksa dan semuanya positif E. coli. Air itu dinyatakan tidak layak konsumsi.

Dinkes kemudian memberikan rekomendasi kepada Satpol PP untuk menyegel fasilitas WTP di kawasan tersebut. Langkah itu diambil untuk menghentikan distribusi air yang terkontaminasi kepada masyarakat. Warga terdampak juga diimbau sementara beralih memakai air kemasan yang layak.

Data hasil laboratorium yang dirilis kemudian memperlihatkan tingkat pencemaran yang berbeda pada tiga titik. Angka E. coli tercatat 14 pada sampel reservoir WTP, 660 pada sampel rumah warga yang memakai filter, dan 956 pada sampel rumah tanpa filter. Perbedaan itu menunjukkan kontaminasi menguat setelah air melewati jaringan menuju rumah.

Tata Atur
Iklan

Meski demikian, Dinkes menyatakan sumber dan jalur kontaminasi masih perlu ditelusuri. Pemeriksaan diarahkan pada instalasi pengolahan, sumber air baku, dan jaringan perpipaan. Kepastian penyebab hanya bisa diperoleh setelah seluruh rangkaian itu dievaluasi.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Ratusan Warga Muntaber Sejak 7 Oktober

Dinkes Tangsel mencatat 146 warga Perumahan Serpong Lagoon mengalami gangguan kesehatan berupa diare, muntah, hingga gatal pada kulit. Laporan peningkatan kasus diare akut mulai diterima sejak 7 Oktober 2026. Kasus menyerang berbagai kelompok usia, dengan balita menjadi kelompok paling banyak terdampak.

Keterangan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga, seperti dikutip detikcom, menyebut angka 145 warga dengan gejala diare. Menurut dia, 67 warga sudah sembuh, 67 menjalani rawat jalan, dan 11 orang dirawat di rumah sakit. Warga yang sakit dipantau tenaga kesehatan dari puskesmas dan dinas kesehatan setempat.

Perbedaan angka 145 dan 146 muncul karena waktu pendataan yang berbeda antar instansi. Redaksi menyajikan keduanya dengan atribusi masing-masing agar pembaca memahami data masih bergerak. Hingga keterangan terakhir, belum ada laporan korban meninggal dalam kejadian ini.

Kesamaan sumber air menjadi dugaan awal warga. Sejumlah warga menyebut air keran yang mereka terima keruh, berbau, dan berlendir bila ditampung semalam, seperti diberitakan Kompas.com. Keluhan itu disampaikan dalam pertemuan warga bersama perangkat daerah beberapa hari setelah kasus mencuat.

Pemkot Minta Pengelola Bertanggung Jawab

Pilar menegaskan pengelola WTP harus ikut bertanggung jawab menyediakan pasokan air bersih bagi warga, tanpa memandang dari mana air itu diperoleh. Syarat utamanya adalah standar mutu baku terpenuhi. Permintaan itu disampaikan saat bertemu warga dan sejumlah organisasi perangkat daerah di lokasi, seperti dikutip situs resmi Pemkot Tangerang Selatan.

Pemerintah kota juga meminta penggunaan air dari WTP dihentikan sementara sampai hasil pemeriksaan memastikan air memenuhi persyaratan kualitas. Penyediaan air alternatif wajib diawasi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan. Pengawasan itu bertujuan mencegah munculnya korban baru dari sumber air yang belum terjamin.

Pilar menyebut penyelesaian masalah ini harus bersifat jangka panjang, bukan tambalan jangka pendek. Ia meminta perusahaan menyelesaikan persyaratan administrasi dan terbuka kepada pemerintah daerah soal kendala yang dihadapi. Menurut dia, kerja sama dengan Perumda Tirta Pakuan sebelumnya sempat dibahas, tetapi belum menemukan titik temu.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga