Berita viral dari industri semikonduktor mencuri perhatian pasar global. SK Hynix dikabarkan meminta persetujuan pemerintah Amerika Serikat untuk mengirim peralatan pembuat chip ke pabriknya di Cina, dan mengaitkan permintaan itu dengan rencana pembangunan pabrik memori baru di Amerika. Permintaan serupa pernah menjadi isu sensitif karena bersinggungan langsung dengan kebijakan pembatasan ekspor teknologi.
Berita Viral: SK Hynix Ajukan Izin ke Washington
Kabar itu pertama kali dilaporkan Reuters dan dikutip sejumlah media teknologi pada 15 Oktober 2026. Menurut laporan tersebut, Solidigm sebagai unit flash memory SK Hynix tengah mengupayakan lisensi ekspor peralatan tambahan dari perusahaan Amerika.
Peralatan itu ditujukan untuk pabrik SK Hynix di Dalian, Cina. Dua sumber yang mengetahui pembicaraan menyebut permintaan lisensi menjadi syarat untuk melanjutkan rencana pembangunan pabrik semikonduktor di Amerika Serikat.
Reuters menuliskan bahwa Solidigm ingin memasang peralatan baru untuk memproduksi chip NAND di ruang yang belum digunakan pada fasilitas Dalian, yang dikenal sebagai Mod B. Ruang itu selesai dibangun pada 2023, tetapi instalasi peralatannya belum tuntas setelah pasar memori mengalami penurunan.
NAND flash adalah jenis memori yang dipakai pada solid-state drive. Komponen ini terpasang di laptop, ponsel, hingga pusat data yang melayani kecerdasan buatan dan komputasi awan, seperti dijelaskan dalam laporan TechCrunch.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Peralatan untuk Ruang Mod B di Dalian
Fasilitas NAND Dalian menggunakan peralatan dari sejumlah perusahaan Amerika, antara lain Lam Research, Applied Materials, dan KLA. Karena itu, pengiriman perangkat tambahan ke lokasi tersebut memerlukan izin dari otoritas Amerika.
Pasar memori global sedang mengalami kelangkaan komponen yang mendorong harga naik tajam. Lonjakan permintaan pusat data untuk kecerdasan buatan membuat kebutuhan penyimpanan tumbuh lebih cepat daripada penambahan kapasitas produksi.
Menurut sumber Reuters, produksi tambahan dari Cina akan membantu Solidigm membiayai pabrik NAND di Amerika. Fasilitas itu juga diposisikan sebagai jembatan sebelum kapasitas produksi domestik benar-benar meningkat.
Solidigm disebut tengah mempertimbangkan penawaran umum perdana saham paling cepat tahun depan untuk membantu membiayai investasi tersebut. Perusahaan belum mengomentari secara rinci rencana itu.
Rencana Pabrik NAND di Amerika Serikat
Lokasi pabrik baru itu belum final. Reuters menyebut wilayah utara New York masuk dalam daftar pertimbangan Solidigm, sebagaimana dilaporkan The Verge.
Washington memang mendorong produsen chip asing menambah kapasitas manufaktur di Amerika. Di sisi lain, Amerika masih membatasi ekspor peralatan semikonduktor ke Cina untuk menahan pengembangan chip canggih di sana.
Dua kebijakan itu menempatkan perusahaan seperti SK Hynix pada posisi sulit. Perusahaan perlu memperluas pasokan memori untuk memenuhi permintaan pasar, tetapi setiap penambahan kapasitas di Cina harus melewati pemeriksaan otoritas Amerika.
Isu rantai pasok semikonduktor ini melengkapi rangkaian berita teknologi pekan ini, termasuk perkembangan perangkat kecerdasan buatan seperti yang dibahas dalam artikel soal perangkat AI ambien Amazon.
Permintaan memori jenis NAND sendiri diproyeksikan terus naik seiring pertumbuhan pusat data. Setiap server kecerdasan buatan membutuhkan penyimpanan cepat dalam jumlah besar untuk menampung data pelatihan dan hasil inferensi, sehingga kapasitas produksi yang ada belum tentu cukup dalam beberapa kuartal ke depan.
Kondisi itu menjelaskan mengapa perusahaan memilih memperluas produksi di lokasi yang sudah beroperasi sambil menyiapkan pabrik baru. Namun pilihan tersebut tetap bergantung pada keputusan otoritas Amerika yang mengawasi perpindahan teknologi sensitif.


