Viral hari ini datang dari layanan Commuter Line lintas Bogor yang membatalkan tujuh perjalanan pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026, karena dua rangkaian KRL buatan PT Industri Kereta Api (INKA) masih menjalani perbaikan intensif di Depo Bukit Duri, Jakarta Selatan. Pembatalan itu membuat sebagian penumpang harus mengubah rencana perjalanan pada jam sibuk, saat volume pengguna Commuter Line berada di titik tertinggi.
PT KAI Commuter menyatakan pembatalan dilakukan sebagai bagian dari pengaturan pola operasi. Perusahaan menegaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam mengoperasikan sarana setiap hari.
Insiden ini bukan yang pertama dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah rangkaian baru produksi INKA diketahui masih menyisakan catatan teknis setelah kembali masuk layanan, sehingga pembahasan soal keandalan sarana kembali mencuat di ruang publik.
Apa yang Terjadi pada Jumat Pagi
KAI Commuter mengumumkan penyesuaian pola perjalanan melalui akun resmi Commuter Line di media sosial X. Pengumuman itu muncul sebelum jam sibuk pagi, tepat ketika penumpang mulai berangkat dari kawasan Bogor, Depok, dan Cilebut menuju pusat Jakarta.
Manajer Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan, pembatalan terjadi karena dua rangkaian yang sedang diparkir di Depo Bukit Duri masih diperbaiki secara intensif. Kedua rangkaian itu tidak dapat diturunkan ke jalur layanan pada pagi hari, sehingga jadwal harus disesuaikan.
Menurut Leza, perusahaan memahami bahwa pembatalan berdampak langsung pada kenyamanan pengguna. Meski begitu, ia menegaskan keputusan itu diambil dengan pertimbangan keselamatan perjalanan dan kelayakan sarana.
Pantauan media di Stasiun Sawah Besar sekitar pukul 08.30 WIB menunjukkan perjalanan lintas Bogor sudah kembali normal. Penumpang terlihat mengisi rangkaian menuju Jakarta Kota maupun Bogor seperti biasa setelah penyesuaian pagi selesai.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Daftar Perjalanan yang Dibatalkan
Sebanyak tujuh perjalanan dibatalkan pada Jumat pagi. Pembatalan mencakup relasi Bogor menuju Jakarta Kota, Jakarta Kota menuju Bogor, Bogor menuju Manggarai, Manggarai menuju Bogor, Depok menuju Bogor, Cilebut menuju Jakarta Kota, dan Jakarta Kota menuju Depok.
Perjalanan pertama yang dibatalkan adalah KA 1157 relasi Bogor menuju Jakarta Kota dengan jadwal keberangkatan pukul 04.03 WIB. Setelah itu, KA 1154 relasi Jakarta Kota menuju Bogor yang dijadwalkan berangkat pukul 05.36 WIB juga tidak diberangkatkan.
Pembatalan berlanjut pada KA 1013A relasi Bogor menuju Manggarai pukul 07.16 WIB dan KA 1014 relasi Manggarai menuju Bogor pukul 08.37 WIB. Dua perjalanan lain yang terdampak adalah KA 1124F relasi Depok menuju Bogor pukul 05.33 WIB serta KA 1195F relasi Cilebut menuju Jakarta Kota pukul 06.22 WIB.
Terakhir, KA 1192F relasi Jakarta Kota menuju Depok yang dijadwalkan berangkat pukul 07.48 WIB juga dibatalkan. KAI Commuter mengimbau penumpang memeriksa jadwal terbaru melalui aplikasi C-Access, Access by KAI, dan situs resmi kci.id sebelum berangkat.
Penjelasan KAI Commuter dan INKA
Dalam keterangan yang dikutip media nasional, KAI Commuter menyebut pembatalan terjadi akibat kendala pada sarana kereta yang sedang ditangani petugas. Perusahaan menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan penyesuaian dilakukan agar perjalanan lain tetap berjalan aman.
Persoalan ini bersinggungan dengan rangkaian KRL iE305 dan CLI-225 yang diproduksi INKA. Sebanyak tujuh trainset jenis itu sebelumnya menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap, dan rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026.
Seluruh tujuh trainset kemudian kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026. Namun, menurut keterangan KAI, masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi, dan seluruh temuan itu sudah disampaikan kepada INKA untuk ditindaklanjuti.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan perusahaan menangani kendala tersebut dengan serius. Ia meminta setiap temuan teknis pada rangkaian ditangani menyeluruh, sementara INKA sebagai manufaktur diminta memastikan langkah korektif berdasarkan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.


