Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: 251 Warga Magelang Keracunan Es Buah

17 Oktober 2026 • zul • 14 kali dibaca
Semangkuk es buah yang dijual di warung
Jabibruh via Wikimedia Commons, CC BY 4.0
ASM Group
Iklan

Viral nusantara hari ini datang dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 251 warga Kecamatan Kajoran terdata mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap es buah yang dibeli pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dari jumlah itu, 195 orang dirujuk dan diobservasi di rumah sakit, sementara 86 di antaranya masih menjalani rawat inap hingga Jumat pagi.

Viral Nusantara: 251 Warga Kajoran Diduga Keracunan

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti, di kantornya pada Jumat, 16 Oktober 2026. Angka itu merupakan pembaruan hingga pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, jumlah korban sempat tercatat 219 orang, lalu bertambah menjadi 251 orang dalam beberapa hari. Penambahan terjadi karena warga yang sebelumnya tidak melapor mulai berdatangan ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa.

Menurut detikcom, es buah itu dibeli ratusan warga di Dusun Ngabean, Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran. Lokasi penjualan berada di kawasan permukiman dan melayani pembeli dari beberapa dusun sekitar.

Tata Atur
Iklan

Hingga kini belum ada kepastian bahan atau proses apa yang membuat puluhan warga mengalami gejala serupa. Pemerintah daerah menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan laboratorium.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Kronologi: Es Buah Dibeli pada Selasa

Warga membeli es buah pada Selasa, 13 Oktober 2026. Keluhan mulai muncul setelah konsumsi, lalu warga berobat ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Pada Rabu dan Kamis, jumlah pasien terus bertambah. Sejumlah warga dirujuk ke rumah sakit karena membutuhkan pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut.

Menurut Tribun Jogja, data Dinas Kesehatan per Jumat pagi mencatat 251 orang dengan gejala dugaan keracunan. Sebanyak 195 orang sempat dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan medis.

Kasus ini menyebar cepat di media sosial karena banyak warga satu kampung mengalami keluhan pada waktu yang hampir bersamaan. Foto dan video antrean pasien di fasilitas kesehatan ikut memperluas perhatian publik.

Sebaran Pasien di Empat Rumah Sakit

Pasien yang menjalani rawat inap tersebar di empat rumah sakit daerah. RSUD Merah Putih menangani 55 pasien rawat inap, RSUD Muntilan 28 pasien, RSUD Bukit Menoreh Salaman dua pasien, dan RSUD Candi Umbul Grabag satu pasien.

Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg Rurit Obyantoro, mengatakan pasien yang masuk Instalasi Gawat Darurat per pukul 07.15 WIB berjumlah 88 orang. Rinciannya 26 anak, empat ibu hamil, dan 58 orang dewasa.

Dari jumlah itu, 33 pasien menjalani rawat jalan atau dipulangkan, sedangkan 55 orang dirawat inap. Pasien rawat inap terdiri dari empat ibu hamil, 19 anak, dan 32 orang dewasa.

Di RSUD Muntilan, total pasien yang masuk IGD tercatat 48 orang, terdiri dari 16 anak dan 32 orang dewasa. Sebanyak 27 pasien di antaranya diarahkan untuk rawat inap, satu diobservasi, dan sisanya menjalani rawat jalan.

Data per Kelompok Usia dan Ibu Hamil

Sebaran pasien menunjukkan bahwa anak-anak ikut terdampak dalam jumlah cukup besar. Di RSUD Merah Putih saja ada 19 anak yang menjalani rawat inap, sementara di RSUD Muntilan ada 13 anak yang diarahkan rawat inap.

Empat ibu hamil juga tercatat menjalani rawat inap di RSUD Merah Putih. Kelompok ini membutuhkan pemantauan lebih ketat karena kondisi kehamilan memengaruhi cara tubuh merespons infeksi dan dehidrasi.

Menurut Radar Jogja, satu pasien terbaru di RSUD Candi Umbul diketahui mengonsumsi es buah yang diberikan kerabatnya dari Kajoran. Artinya, dampak kasus ini tidak terbatas pada warga yang membeli langsung di lokasi.

Dinas kesehatan mengimbau warga yang mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, atau demam setelah mengonsumsi es buah agar segera memeriksakan diri. Warga juga diminta melapor ke puskesmas terdekat bila gejala memburuk.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga