Berita viral dari dunia riset kecerdasan buatan: Anthropic melaporkan bahwa Claude merancang sirkuit komputer kuantum yang lebih hemat qubit dan gerbang dibanding desain terbaik yang sudah dipublikasikan. Temuan itu disampaikan pada 16 Oktober 2026 dan disertai paper 46 halaman di arXiv.
Berita Viral: Claude Rancang Sirkuit Kuantum
Claude diberi spesifikasi dalam bahasa biasa untuk delapan sirkuit yang biasa dipakai dalam kimia, optimasi, simulasi fisika, dan teori bilangan. Model itu juga mendapat program evaluator otomatis yang memeriksa kebenaran setiap usulan dan memberi skor.
Menurut Anthropic, Claude bekerja sebagian besar secara mandiri dalam loop tertutup. Ia menulis kandidat sirkuit sebagai program Python, evaluator menghitung skor, lalu hasil itu menjadi umpan balik untuk perbaikan berikutnya.
Hasilnya, pada delapan primitif komputasi, desain Claude memakai qubit dan gerbang lebih sedikit daripada algoritma terbaik yang pernah dipublikasikan. Beberapa perbaikan disebut mencapai satu orde magnitudo atau lebih.
Kabar ini cepat menyebar di kalangan peneliti dan pengembang karena menyentuh dua hal sekaligus: batas kemampuan model bahasa dan masa depan komputasi kuantum.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Cara Kerja Loop Tertutup dengan Evaluator
Sirkuit kuantum dapat ditulis sebagai kode biasa. Karena itu, Claude bisa menyusun, menjalankan, dan merevisi desain sirkuit seperti menulis program pada umumnya.
Evaluator memberi nilai berdasarkan jumlah qubit dikalikan jumlah gerbang. Angka itu dipakai sebagai proksi waktu eksekusi, sehingga desain dengan nilai lebih kecil dianggap lebih efisien.
Yang penting, evaluator juga memeriksa apakah sirkuit menghasilkan jawaban yang benar. Desain yang hemat tetapi salah tidak akan mendapat skor bagus, sehingga model tidak bisa mengakali penilaian dengan mengurangi komponen secara sembarangan.
Menurut paper di arXiv, proses pencarian pada salah satu tugas berlangsung sekitar 53 jam. Claude mengusulkan beberapa pendekatan berbeda, mengembangkannya secara paralel, lalu memverifikasi hasilnya sendiri.
Delapan Primitif Komputasi
Primitif komputasi adalah rutin dasar yang menjadi bahan bagi algoritma yang lebih besar. Pada komputasi kuantum, primitif yang efisien menentukan seberapa besar masalah yang bisa dijalankan di perangkat nyata.
Anthropic menguji delapan primitif dari lima bidang. Bidang itu meliputi kimia, optimasi, simulasi fisika, teori bilangan, dan komputasi numerik.
Salah satu contohnya adalah simulasi molekul besi sulfida. Claude menyadari bahwa simetri dan struktur berulang molekul itu memungkinkan sebagian hasil dihitung sekali lalu dipakai ulang, bukan dihitung berulang untuk setiap bagian sistem.
Cara berpikir seperti itu mirip dengan optimasi perangkat lunak sehari-hari. Bedanya, pada sirkuit kuantum setiap operasi harus reversibel dan tidak boleh membuang informasi, sehingga ruang untuk bermanuver jauh lebih sempit.
Kendala reversibilitas membuat desain sirkuit menjadi ujian yang sulit bagi model bahasa. Ia tidak cukup menulis kode yang berjalan, tetapi harus memastikan setiap langkah bisa dibalik dan hasil antara tetap dapat dipakai ulang tanpa menambah gerbang berlebihan.
Terobosan di Inversi Modular
Inversi modular adalah operasi aritmetika yang menjadi langkah paling mahal dalam perhitungan kurva eliptik. Operasi ini penting bagi kriptografi dan sejumlah algoritma teori bilangan.
Metode klasik bernama divsteps efisien di komputer biasa, tetapi sulit diterjemahkan ke sirkuit kuantum. Alasannya, versi reversibel dari metode itu harus menyimpan seluruh riwayat cabang yang diambil.
Claude mengusulkan aturan kandidat, mengujinya pada kasus kecil, lalu menemukan bahwa aturan tersebut gagal pada ukuran penuh, yaitu bilangan 256 bit. Ia kemudian memperbaiki pendekatan sampai menghasilkan implementasi reversibel pertama dari divsteps tanpa menyimpan riwayat cabang.
Klaim itu diverifikasi melalui simulasi numerik berskala besar dan diformalkan dalam Lean, bahasa pemrograman untuk pembuktian matematis. Dibanding desain terkecil sebelumnya, sirkuit Claude memakai sekitar 12 persen lebih banyak qubit, tetapi sekitar 17 kali lebih sedikit gerbang Toffoli.


