Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Suara Warga

Wahdah Lutim dan Ketahanan Keluarga di Lima Kecamatan

17 Oktober 2026 • Admin • 24 kali dibaca
Pengurus Wahdah Islamiyah Luwu Timur saat pengukuhan di Sorowako, bagian dari penguatan ketahanan keluarga warga Luwu Timur
Dok. Wahdah Islamiyah Luwu Timur (wahdah.or.id)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, SOROWAKO — Ketahanan keluarga disebut sebagai salah satu fokus lembaga Wahdah Islamiyah, berdampingan dengan pendidikan, gerakan sejuta dai, dan kemandirian ekonomi. Arah itu disampaikan dalam pengukuhan 52 pengurus DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur periode 2025–2030 di Hotel Duta Inn Sorowako, Ahad (08/11/2025), lalu ditegaskan kembali dalam musyawarah pengurus di kota yang sama pada 26–27 September 2026.

Bagi warga Luwu Timur, perhatian pada keluarga bukan hal abstrak. Keluarga adalah tempat pertama anak belajar soal jujur, disiplin, dan tanggung jawab sebelum ia mengenal sekolah dan lingkungan yang lebih luas. Ketika keluarga goyah, dampaknya merembet ke banyak hal: anak putus sekolah, usaha kecil berhenti, dan warga kehilangan tempat bertanya saat menghadapi masalah.

Karena itu, arah fokus yang disebut di forum resmi organisasi ini menarik dicatat. Ia menunjukkan bahwa kerja dakwah tidak berhenti pada ceramah, tetapi menyentuh hal-hal paling dasar dalam rumah tangga warga.

Apa yang Dimaksud Ketahanan Keluarga

Secara umum, ketahanan keluarga dipahami sebagai kemampuan sebuah keluarga memenuhi kebutuhan anggotanya, menjaga hubungan yang harmonis, dan bertahan saat menghadapi tekanan. Tekanan itu bisa berupa persoalan ekonomi, kesehatan, konflik internal, sampai musibah yang datang tiba-tiba.

Tata Atur
Iklan

Program pembangunan keluarga di Indonesia menggunakan kerangka yang cukup dikenal: pemenuhan kebutuhan dasar, keharmonisan hubungan antaranggota, kesiapan menghadapi masalah, dan kemampuan bangkit kembali. Penjelasan umum soal kerangka ini bisa dibaca di situs Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Ketahanan Keluarga dalam Arah Fokus Wahdah Lutim

Dalam laporan resmi wahdah.or.id soal pengukuhan pengurus di Sorowako, perwakilan DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Selatan, Ustadz Ayem Supriono, menyampaikan empat fokus lembaga.

“Bidang pendidikan, gerakan sejuta da’i, ketahanan keluarga dan kemandirian ekonomi adalah fokus lembaga di era digitalisasi ini,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan daftar program yang berdiri sendiri-sendiri. Keempatnya saling mengunci. Pendidikan butuh keluarga yang mendukung anak belajar. Dakwah butuh dai yang hidupnya tertata. Kemandirian ekonomi butuh rumah tangga yang mampu mengelola penghasilan dengan baik. Tanpa keluarga yang kuat, program apa pun akan sulit berakar.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur, Ustaz Arifuddin, ST., pada forum yang sama menekankan hal yang lebih mendasar: cara pengurus menjalankan amanah.

“Mari kuatkan soliditas dan kuatkan komitmen dalam menjalankan amanah dakwah ini, dan berikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kalimat itu sederhana, tetapi punya konsekuensi praktis. Organisasi yang ingin bicara soal ketahanan keluarga harus lebih dulu memperlihatkan pengurusnya hidup tertib, saling menjaga, dan konsisten antara ucapan dan perbuatan. Di titik inilah pengukuhan 52 pengurus dan upgrading yang digelar di Sorowako menjadi penting, bukan sekadar seremoni.

Lima Kecamatan, Lima Pintu Pembinaan

Pada musyawarah pengurus harian dan musyawarah pimpinan yang digelar 26–27 September 2026, DPD Wahdah Islamiyah Luwu Timur duduk bersama para ketua cabang. Hadir DPC Nuha, Towuti, Malili, Kalaena, dan Tomoni. Lima wilayah itu menjadi pintu masuk paling dekat ke rumah-rumah warga.

Struktur cabang memang tidak menarik perhatian publik, tetapi dampaknya langsung terasa. Warga yang butuh bantuan tidak perlu menunggu instruksi dari pusat kabupaten, karena pengurus di kecamatan bisa bergerak lebih cepat. Begitu pula saat ada keluarga yang perlu didampingi: yang datang lebih dulu biasanya orang yang sudah dikenal di lingkungannya sendiri.

Selain kerja dakwah, cabang-cabang juga merawat ikatan antarwarga lewat kegiatan sederhana. DPC Wahdah Islamiyah Towuti, misalnya, menggelar kegiatan olahraga badminton ikhwan melalui Departemen Kesehatan, Olahraga, dan Lingkungan. Kegiatan semacam ini terlihat ringan, tetapi berfungsi menjaga silaturahmi kader dan warga agar tidak hanya bertemu di majelis.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga