Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Luwu Timur: Dinkes Borong 8 Penghargaan APKESMI 2026

18 Oktober 2026 • Admin • 32 kali dibaca
Tim Dinas Kesehatan Luwu Timur bersama penerima penghargaan APKESMI 2026 di Lombok
Gambar: Dok. Input Rakyat (inputrakyat.co.id), 17 Oktober 2026.
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur membawa pulang delapan penghargaan dari ajang Semiloka Nasional VI dan Jambore Nasional (Jampusnas) APKESMI 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penghargaan diserahkan pada Sabtu (17/10/2026) dan menjadi capaian terbesar jajaran kesehatan daerah dalam satu forum nasional tahun ini.

Lima dari delapan penghargaan berasal dari lomba inovasi puskesmas, terdiri atas dua Kategori Utama, dua Kategori Madya, dan satu Kategori Paripurna. Tiga penghargaan lainnya datang dari lomba karya tulis ilmiah serta penghargaan khusus untuk dinas kesehatan yang dinilai aktif berpartisipasi.

Delapan Penghargaan dari Lombok

Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, yang hadir langsung dalam ajang tersebut menyampaikan rincian capaian. Kategori Utama diraih Puskesmas Angkona dan Puskesmas Lakawali. Kategori Madya diraih Puskesmas Mangkutana dan Puskesmas Nuha, sementara Kategori Paripurna diperoleh Puskesmas Tomoni Timur.

Pada lomba karya tulis ilmiah, perwakilan Puskesmas Burau meraih Juara 1. Puskesmas Mangkutana menambah koleksi dengan Juara 3. Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur sendiri menerima penghargaan khusus sebagai dinas kesehatan yang aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan APKESMI.

Tata Atur
Iklan

Kategori utama dan madya

Kategori Utama biasanya diberikan kepada inovasi yang dinilai paling kuat dari sisi dampak, keberlanjutan, dan keterlibatan masyarakat. Dua puskesmas yang meraihnya, Angkona dan Lakawali, mewakili wilayah dengan karakter berbeda: satu berada di kawasan selatan kabupaten, satu lagi di kawasan pesisir utara.

Kategori Madya untuk Puskesmas Mangkutana dan Nuha menunjukkan sebaran capaian tidak terpusat di satu wilayah. Mangkutana berada di bagian utara, sementara Nuha mencakup kawasan industri dan permukiman sekitar Sorowako dengan tantangan layanan yang khas.

Karya tulis ilmiah dan penghargaan dinas

Lomba karya tulis ilmiah menuntut peserta merumuskan persoalan layanan, menganalisis data, dan menawarkan solusi yang bisa dijalankan. Kemenangan Puskesmas Burau menunjukkan bahwa kapasitas tenaga kesehatan di tingkat puskesmas tidak hanya soal pelayanan harian, tetapi juga kemampuan membaca data dan menyusun rekomendasi.

Penghargaan untuk Dinas Kesehatan sebagai peserta aktif memberi pesan lain: keikutsertaan institusi dinilai penting, bukan hanya prestasi individu puskesmas. Partisipasi itu memungkinkan pengalaman dari daerah lain dibawa pulang dan diadaptasi sesuai kondisi Luwu Timur.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Apa Itu APKESMI

APKESMI merupakan wadah perkumpulan pengelola puskesmas di Indonesia. Forum tahunannya mempertemukan kepala puskesmas, tenaga kesehatan, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk membahas inovasi layanan primer. Semiloka dan jambore nasional menjadi ajang berbagi praktik yang sudah terbukti di lapangan.

Bagi daerah, forum semacam ini berguna karena persoalan puskesmas relatif mirip di banyak tempat: keterbatasan tenaga, sarana yang belum lengkap, dan warga yang harus menempuh jarak jauh. Solusi yang sudah diuji di daerah lain dapat dipelajari tanpa harus memulai dari nol.

Luwu Timur dan Mutu Puskesmas

Luwu Timur memiliki 11 kecamatan dengan karakter geografis beragam, mulai dari kawasan danau, pesisir, hingga wilayah industri. Puskesmas di wilayah seperti ini menghadapi tantangan distribusi obat, transportasi pasien rujukan, dan ketersediaan tenaga spesialis.

Inovasi yang dinilai dalam APKESMI umumnya lahir dari keterbatasan tersebut. Contohnya pengelolaan penyakit kronis berbasis kunjungan rumah, pemanfaatan data posyandu untuk skrining, atau penguatan komunikasi lintas sektor dengan pemerintah desa.

Puskesmas sebagai ujung tombak

Puskesmas adalah pintu pertama warga berhubungan dengan sistem kesehatan. Jika layanan di tingkat ini kuat, beban rumah sakit dapat ditekan karena kasus ringan tidak perlu dirujuk. Sebaliknya, puskesmas yang lemah membuat pasien datang ke rumah sakit pada kondisi yang sudah berat.

Karena itu, penghargaan di tingkat nasional sebaiknya dibaca sebagai penanda kapasitas, bukan garis akhir. Yang menentukan adalah apakah inovasi yang dilombakan benar-benar berjalan rutin dan dirasakan warga di desa.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga