SUARALUTIM.COM, MALILI — Berita Luwu Timur kali ini datang dari ruang rapat Aula Wisma Trans Malili. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Save the Children Indonesia memperkuat kerja sama meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak melalui Healthier Smiles Program, sebuah program yang diinisiasi Save the Children bersama Yayasan Celosia Marennu Indonesia dengan dukungan Mars Snacking Foundation. Rapat persiapan monitoring bersama working group program itu digelar Senin (19/10/2026) untuk memastikan penilaian di 12 sekolah dampingan berjalan sesuai rencana.
Fokusnya bukan sekadar seremonial. Monitoring menyasar dua hal yang menentukan kebiasaan anak setiap hari: kondisi kantin sehat di sekolah dan pelaksanaan kegiatan kesehatan gigi serta mulut yang dilakukan lewat diskusi kelompok terarah atau focus group discussion dan observasi langsung.
Berita Luwu Timur: Mengapa 12 Sekolah Dampingan Dinilai
Program kesehatan gigi dan mulut sering dianggap urusan kecil. Padahal masalah gigi pada anak berhubungan langsung dengan asupan makan, konsentrasi belajar, dan biaya pengobatan keluarga. Karena itu, pendekatan program ini ditempuh lewat sekolah: tempat di mana anak menghabiskan sebagian besar harinya dan tempat kebiasaan bisa dibentuk secara berulang.
Sebanyak 12 sekolah dampingan dipilih sebagai lokasi penilaian. Kegiatan monitoring ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana program berjalan, mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki, dan memastikan pelaksanaannya sesuai tujuan yang disepakati.
Rapat persiapan tersebut sekaligus memetakan pembagian tugas tiap tim. Selain pemerintah kabupaten, hadir perwakilan Kementerian Agama, pihak Save the Children, dan mitra pelaksana program. Pembagian peran itu penting karena penilaian menyentuh dua area berbeda: manajemen kantin sekolah dan praktik kesehatan gigi-mulut warga sekolah.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Kantin Sehat dan Kebiasaan Merawat Gigi
Penilaian kantin sehat menyangkut apa yang dijual dan bagaimana makanan diolah serta disajikan kepada siswa. Kantin adalah titik pertama yang menentukan apakah anak mendapat pilihan makanan yang layak sepanjang hari sekolah.
Sementara itu, implementasi kegiatan kesehatan gigi dan mulut dinilai lewat dua cara:
- Diskusi kelompok terarah (FGD) bersama guru dan warga sekolah untuk mengetahui praktik yang sudah berjalan serta kendala di lapangan.
- Observasi untuk melihat langsung kondisi sarana pendukung, mulai dari tempat mencuci tangan sampai kebiasaan menyikat gigi secara teratur.
Kombinasi dua metode itu membuat hasil penilaian tidak hanya bergantung pada laporan tertulis sekolah. Ada pemeriksaan langsung di lokasi, sehingga temuan bisa dibahas dengan lebih tepat.
Siapa yang Duduk dalam Rapat Persiapan
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Luwu Timur, Amran Akmal, menegaskan setiap pihak perlu menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal. “Kita semua sudah mengetahui tugas dan fungsi masing-masing. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat bekerja maksimal dan memperkuat kolaborasi agar program ini berjalan dengan baik,” tuturnya seperti dikutip Warta Lutim.
Perwakilan Kementerian Agama, St. Rabiah, yang membuka kegiatan itu menekankan pentingnya memaksimalkan pendampingan kepada anak dan guru. Menurutnya, edukasi yang diberikan harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan berhenti sebagai materi penyuluhan. “Kita berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dirasakan secara nyata oleh anak-anak di sekolah dampingan,” ujarnya.
District Coordinator Save the Children, Rina Zulwiyati, memaparkan tujuan monitoring dan pembagian tugas masing-masing tim. “Monitoring ini kita lakukan hari ini untuk melihat perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, serta memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan,” paparnya.
Ketiga keterangan itu tercatat dalam pemberitaan resmi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan pemberitaan media lokal yang menurunkan kegiatan yang sama.
Peran Lintas Sektor yang Dibutuhkan
Satu hal yang sering luput dari program kesehatan sekolah adalah keberlanjutan. Edukasi kesehatan gigi mudah dilakukan sekali, tetapi sulit dijaga rutin. Karena itu keterlibatan lintas sektor menjadi kunci: pemerintah kabupaten menyiapkan koordinasi, Kementerian Agama membina sekolah di bawah kewenangannya, sementara mitra pelaksana menyediakan pendampingan teknis.
Pendampingan kepada guru juga penting. Guru adalah pihak yang bertemu siswa setiap hari dan bisa mengingatkan praktik baik tanpa harus menunggu kunjungan tim program. Bila guru dan orang tua berjalan searah, perubahan kebiasaan anak lebih mungkin bertahan.
Bagi Luwu Timur, program ini sejalan dengan agenda penguatan layanan kesehatan dasar yang juga menjadi perhatian daerah. SuaraLutim sebelumnya melaporkan capaian Dinas Kesehatan Luwu Timur di ajang nasional dalam artikel Dinkes borong 8 penghargaan APKESMI 2026.


