Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Siang Ini

18 Oktober 2026 • zul • 35 kali dibaca
Letusan Gunung Anak Krakatau dengan lontaran lava pada September 2026
Pemprov Lampung, domain publik, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral nusantara hari ini diwarnai letusan Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat tiga erupsi pada Minggu siang, 18 Oktober 2026, dengan kolom abu tertinggi sekitar 500 meter di atas puncak atau 657 meter di atas permukaan laut. Status gunung tetap Level III atau Siaga, dan warga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Viral Nusantara: Tiga Erupsi dalam 75 Menit

Erupsi pertama tercatat pukul 11.44 WIB dengan kolom abu berwarna hitam, berintensitas tebal, dan condong ke arah utara. Erupsi kedua terjadi pukul 12.01 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Letusan ketiga muncul pukul 12.59 WIB dengan kolom abu sekitar 100 meter di atas puncak atau 257 meter di atas permukaan laut.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Suwarno, mengatakan ketiga letusan terekam pada seismogram. Erupsi kedua tercatat dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi sekitar 41 detik. Erupsi ketiga terekam dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi sekitar 36 detik.

PVMBG menyebut pemantauan dilakukan terus menerus selama 24 jam melalui pengamatan visual dan instrumental. Rekomendasi yang berlaku masih sama: tidak mendekati gunung api dan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. Warna kolom abu pada letusan ketiga dilaporkan kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan arah condong ke timur laut.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Apa yang Diketahui dan Apa yang Belum Terkonfirmasi

Yang sudah pasti, ketiga letusan terjadi pada siang hari dan teramati oleh petugas pos pemantau. Tinggi kolom abu, waktu letusan, amplitudo, dan durasi tercatat dalam laporan resmi PVMBG yang dikutip kantor berita Antara. Status gunung tidak berubah, tetap Siaga, sehingga tidak ada kenaikan level dalam peristiwa ini.

Namun jumlah letusan yang dilaporkan media berbeda beda. Sebagian media menulis tiga kali, sebagian menulis empat kali, dan satu laporan menyebut lima kali erupsi hingga sore. Perbedaan itu lazim terjadi ketika letusan susulan kecil tidak selalu dihitung sebagai letusan utama, tetapi sampai berita ini disusun belum ada penjelasan resmi yang merinci perbedaan hitungan tersebut.

Belum ada laporan resmi soal korban, kerusakan, atau gangguan penerbangan akibat abu vulkanik. Belum ada pula keterangan tentang perubahan rekomendasi untuk warga di Lampung Selatan dan Banten. Informasi soal potensi tsunami juga tidak muncul dalam laporan PVMBG, sehingga klaim semacam itu tidak boleh disebarkan tanpa dasar.

Mengapa Anak Krakatau Terus Meletus

Anak Krakatau adalah gunung api muda yang tumbuh di kaldera sisa letusan besar 1883. Posisinya berada di zona pertemuan lempeng yang membuat suplai magma terus terjadi. Karena tubuh gunungnya masih aktif bertumbuh, letusan kecil dengan kolom abu beberapa ratus meter menjadi pola yang sering muncul, bukan tanda bahwa gunung akan segera runtuh.

Pada awal Oktober 2026, PVMBG bahkan mencatat 31 kali erupsi dalam satu periode pengamatan. Pola itu menunjukkan aktivitas fluktuatif yang perlu dipantau, tetapi tidak otomatis berarti eskalasi besar. Yang menentukan bukan jumlah letusan semata, melainkan perubahan parameter, seperti kedalaman gempa vulkanik, deformasi, dan karakter abu yang keluar.

Karena itu, warga diminta menyaring informasi dari media sosial. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebelumnya meminta masyarakat berpegang pada keterangan resmi pos pemantau dan tidak meneruskan pesan berantai yang menyebut angka atau prediksi tanpa sumber. Langkah sederhana ini penting karena gunung api adalah jenis bencana yang paling cepat memicu hoaks.

Dampak bagi Warga dan Penerbangan

Abu vulkanik bisa mengganggu pernapasan, terutama bagi anak, lansia, dan penderita gangguan paru. Warga di sekitar Selat Sunda dianjurkan memakai masker ketika abu turun, menutup ventilasi rumah, dan menyimpan air bersih dalam wadah tertutup. Untuk pertanian, lapisan abu tipis biasanya masih bisa dibersihkan, tetapi ketebalan tertentu dapat merusak daun muda.

Untuk penerbangan, abu vulkanik berbahaya bagi mesin pesawat karena dapat meleleh di dalam turbin. Belum ada laporan resmi mengenai penutupan jalur atau pembatalan penerbangan akibat letusan hari ini. Pemantauan biasanya dilakukan oleh otoritas penerbangan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui informasi ash advisory.

Bagi nelayan, radius lima kilometer tetap menjadi batas yang harus dipatuhi. Letusan yang tampak kecil bisa menyemburkan material panas ke area yang lebih luas, dan perubahan angin dapat membawa abu ke arah yang berbeda dari perkiraan awal. Karena itu, rekomendasi resmi lebih penting daripada pengamatan visual sesaat.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga