Berita viral dari dunia rekayasa perangkat lunak datang dari Anthropic. Perusahaan pengembang Claude itu memindahkan seluruh monorepo internalnya keluar dari Git. Alasannya bukan selera teknis, melainkan beban kerja yang meledak karena agen AI menulis kode jauh lebih cepat daripada manusia. Jumlah perubahan kode yang digabungkan ke cabang utama mereka naik lebih dari sepuluh kali lipat hanya dalam empat bulan.
Berita Viral: Git Tak Lagi Cukup untuk Kode yang Ditulis Agen AI
Anthropic memublikasikan catatan teknis tentang Scion, sistem kontrol versi internal yang mereka bangun sendiri. Sistem itu menggantikan Git di monorepo perusahaan. Migrasi penuh disebut selesai dalam lima bulan. Sebuah tim berisi tujuh insinyur mengerjakan pembangunan dan pemindahan itu.
Perubahan ini menarik perhatian karena menyentuh alat yang dipakai hampir semua pengembang di dunia. Git dirancang untuk kolaborasi manusia yang kadang bekerja tanpa sambungan internet. Pola pemakaian di Anthropic sudah berbeda jauh dari asumsi itu. Hampir semua klien mereka adalah agen dan pekerjaan otomatis yang selalu daring.
Rincian lengkapnya dimuat di blog rekayasa Anthropic. Perusahaan menyebut Scion bukan pengganti Git untuk umum. Sistem itu hanya masuk akal untuk repositori raksasa yang diisi puluhan ribu insinyur atau kawanan agen.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Dari 2.500 ke 30.000 Perubahan Per Hari
Pada Mei 2026, Anthropic rata-rata menggabungkan sekitar 2.500 perubahan kode per hari. Pada September, angka itu melewati 30.000 perubahan per hari. Pertumbuhan sebesar itu membuat kontrol versi, proses build, dan integrasi berkelanjutan jadi titik tersendat baru.
Sejarah cabang utama mereka saja hampir 100 GB. Salinan kerja yang sudah dikompres masih lebih dari 25 GB. Untuk keperluan integrasi berkelanjutan, perusahaan menjalankan sekitar 25 juta checkout kode setiap hari. Jumlah itu belum menghitung lingkungan pengembang, sandbox agen, dan pekerjaan riset.
Kalau diambil dengan cara biasa, angka checkout itu setara lebih dari 600 petabyte lalu lintas Git per hari. Tidak ada armada cermin yang sanggup menanggungnya dalam jangka panjang. Pada puncaknya, Anthropic mengoperasikan beberapa ratus cermin Git internal untuk menahan beban tersebut.
Mengapa Git Mulai Menghambat
Git adalah sistem terdesentralisasi. Setiap klon adalah repositori utuh yang bisa menghitung perbedaan, membaca riwayat, dan berpindah revisi saat perangkat sedang luring. Desain itu tepat untuk hampir semua proyek, dan itulah alasan Git menjadi standar industri.
Masalahnya, repositori Anthropic tumbuh melampaui ruang desain tersebut. Cermin internal, snapshot, sparse checkout, dan promisor remote hanya membeli waktu. Semakin cepat laju penggabungan, semakin sulit operasi yang bergantung pada riwayat, seperti blame dan diff, dipertahankan pada klon parsial.
Tim lalu menyadari satu hal sederhana. Mereka memakai Git sebagai sistem terpusat, tetapi hampir semua kliennya adalah mesin yang selalu terhubung. Sifat luring yang membuat Git hebat justru menjadi beban saat repositori membesar. Pertanyaan yang muncul kemudian: seperti apa kontrol versi jika dirancang untuk klien yang tidak pernah luring?
Tujuh Insinyur dan Lima Bulan Migrasi
Scion dibangun dengan mempertimbangkan pelajaran dari sistem serupa sebelumnya. Google membangun Piper untuk repositori sekitar dua miliar baris kode pada 2016. Meta menghabiskan sekitar satu dekade mengembangkan Sapling. Keduanya jadi rujukan, termasuk melalui halaman Piper di Wikipedia dan dokumentasi Sapling.
Yang membedakan kali ini adalah kecepatan pengerjaannya. Claude menulis sebagian besar kode Scion. Dalam satu contoh, versi awal model internal mereka menulis ulang saluran pengambilan data buatan tangan. Versi baru disebut memakai memori 20 kali lebih sedikit dan berjalan empat kali lebih cepat.
Peran para insinyur ikut berubah. Semua anggota tim menyatakan Claude sekarang menulis kode lebih baik daripada mereka. Namun mereka tetap memegang rancangan sistem dan keputusan trade-off. Sering kali tugas mereka justru menolak usulan agen, misalnya ketika agen mencoba memindai catatan komit alih-alih bertanya ke alat peninjauan kode.


