Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Tambang Luwu Timur: Rantai Baja Global dan Harga Nikel

20 Oktober 2026 • Admin • 29 kali dibaca
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, JAKARTA — Dua ujung rantai baja global kembali menjadi sorotan sektor pertambangan Indonesia pekan ini. Di hulu, batu bara metalurgi dinilai masih menyimpan peluang besar bagi Indonesia karena kebutuhan baja dunia dan keterbatasan pasokan di sejumlah negara produsen. Di hilir, harga produk antara nikel justru bergerak turun, seperti terlihat pada data Indonesia Nickel Price Index (INPI) 19 Oktober 2026. Bagi tambang Luwu Timur, keduanya bertemu di satu titik: Sorowako, daerah penghasil nikel matte sekaligus lokasi proyek mixed hydroxide precipitate (MHP).

Batu bara metalurgi dan peluang di rantai baja global

Dalam media briefing di Jakarta, Kamis (15/10/2026), sejumlah pengamat dan pelaku industri menilai batu bara metalurgi memiliki peran strategis dalam produksi besi dan baja. Batu bara jenis ini diolah menjadi kokas yang dipakai pada tanur tinggi, berbeda dari batu bara termal yang dibakar di pembangkit listrik.

Guru Besar Pertambangan Institut Teknologi Bandung sekaligus Ketua Indonesian Mining Institute, Irwandy Arif, menjelaskan bahwa batu bara metalurgi dapat dipakai sebagai pengganti batu bara termal, tetapi tidak sebaliknya. Batu bara termal tidak memiliki sifat coking yang dibutuhkan untuk membentuk kokas, dan kadar abu serta sulfurnya lebih tinggi. “Jadi, hubungannya satu arah,” ujarnya seperti dikutip Kontan.co.id.

Ketua Komite Minerba Asosiasi Pengusaha Indonesia, Hendra Sinadia, menilai prospek batu bara metalurgi masih positif. Permintaan dari industri baja Tiongkok memang turun karena tekanan sektor properti, namun permintaan dari negara Asia lain pada periode yang sama meningkat, terutama India. Proyeksi International Energy Agency menunjukkan permintaan batu bara metalurgi stabil pada 2026 dan sedikit naik pada 2027.

Tata Atur
Iklan

Gambaran permintaan baja itu terlihat dari data World Steel Association yang dikutip dalam briefing yang sama. Produksi baja mentah dunia mencapai sekitar 1,85 miliar ton pada 2025, dengan sektor konstruksi menyumbang sekitar 52 persen penggunaan baja global. Permintaan baja dunia diproyeksikan bergerak dari 1,718 miliar ton pada 2025 menjadi 1,722 miliar ton pada 2026, lalu naik 1,7 persen menjadi 1,752 miliar ton pada 2027.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Sumber daya batu bara metalurgi Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2025, Indonesia memiliki sumber daya batu bara metalurgi sekitar 2,12 miliar ton dengan cadangan sekitar 490 juta ton. Salah satu wilayah yang dinilai potensial berada di Kalimantan Tengah.

PT Borneo Prima menjadi salah satu perusahaan yang menggarap komoditas ini di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan luas konsesi sekitar 15.000 hektare. Berdasarkan pelaporan Joint Ore Reserves Committee 2026, perusahaan mencatat cadangan 87,7 juta ton dan sumber daya sekitar 202 juta ton.

Dari sisi kualitas, batu bara metalurgi perusahaan itu memiliki kadar abu 4 sampai 8 persen dan kandungan fosfor kurang dari 0,005 persen. Karakteristik itu mendukung coal blending untuk memenuhi spesifikasi teknis produsen baja.

Untuk menjaga konsistensi kualitas, perusahaan mengoperasikan fasilitas pencucian batu bara berkapasitas 1,5 juta ton. Fasilitas itu direncanakan menerapkan pemulihan air hingga 99 persen tanpa pembuangan air limbah proses, serta memanfaatkan tenaga surya hibrida untuk mendukung operasional.

Tambang Luwu Timur dan koreksi harga produk nikel

Di sisi lain rantai baja, nikel sedang menghadapi tekanan harga. Data INPI yang dirilis Asosiasi Penambang Nikel Indonesia bersama Shanghai Metals Market pada Senin (19/10/2026) menunjukkan pergerakan yang tidak merata: harga bijih kadar rendah bertahan, sementara produk hilir justru terkoreksi. Rincian angkanya dapat dibaca pada rilis INPI 19 Oktober 2026.

Produk 12 Oktober 2026 (US$/mt) 19 Oktober 2026 (US$/mt) Perubahan
Bijih nikel 1,2% CIF 25,5 25,5 0
Bijih nikel 1,6% CIF 59,0 57,1 −1,9
NPI FOB 134,15 131,71 −2,44
HGNM FOB 14.617 14.198 −419
MHP FOB 13.234 12.854 −380

Koreksi paling besar secara nominal terjadi pada high-grade nickel matte (HGNM) yang turun US$419 per metrik ton, disusul MHP yang melemah US$380 per metrik ton. Harga nickel pig iron (NPI) juga turun US$2,44 per metrik ton, sementara bijih kadar 1,2 persen tetap di posisi US$25,5 per metrik ton.

Laporan SMM pada hari yang sama mencatat harga spot bijih nikel Indonesia terus melemah pekan ini. Bijih kadar 1,4 sampai 1,6 persen turun US$4,7 hingga US$6,3 per wmt. Tekanan itu tidak lepas dari Harga Mineral Acuan nikel paruh kedua Oktober 2026 sebesar US$15.847,67 per metrik ton, turun 2,91 persen dari periode sebelumnya, yang menekan patokan harga patokan penjualan bijih di berbagai kadar. Ringkasan pasar hariannya tersedia di pembaruan pasar SMM 19 Oktober 2026.

Pasokan bijih ditambah, produk hilir justru koreksi

Yang menarik, koreksi harga produk hilir terjadi bersamaan dengan rencana penambahan pasokan bijih. Menurut catatan SMM, kuota RKAB tambahan dilepas secara bertahap sehingga ekspektasi pasokan bijih pada kuartal keempat meningkat. Persediaan bahan baku smelter disebut masih relatif nyaman, dengan sebagian pabrik memegang stok sekitar dua bulan konsumsi, sehingga permintaan pembelian spot dalam jangka pendek ikut tertahan.

Artinya, harga bijih yang stabil tidak otomatis membuat produk antara di hilir ikut menguat. Ketika pasokan bahan baku ditambah sementara harga produk olahan menurun, margin pengolah paling dulu tertekan — itulah sebabnya koreksi harga matte dan MHP perlu dicermati, bukan hanya angka harga bijih.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga