SUARALUTIM.COM, MALILI — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi PAN, Ir. Hj. Harisah Suharjo, menempatkan air bersih dan infrastruktur sekolah sebagai dua persoalan yang harus mendapat perhatian dalam penyusunan anggaran daerah 2027. Penegasan itu disampaikan saat monitoring Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggaran 2027 di Aula Kantor Camat Malili, Sabtu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara legislator dan pemerintah kecamatan. Hadir Camat Malili, perwakilan desa se-Kecamatan Malili, serta para kepala sekolah dasar di wilayah itu.
PAN Luwu Timur dan Monitoring APBD 2027 di Malili
Monitoring Ranperda APBD adalah tahap penjaringan aspirasi sebelum pembahasan resmi di DPRD. Anggota dewan turun ke kecamatan untuk mendengar langsung kebutuhan warga, bukan menunggu usulan datang ke ruang sidang.
Di Malili, kegiatan itu dipimpin anggota DPRD Luwu Timur, Mahading, dan didampingi dua legislator lain, Hj. Harisah Suharjo serta Andi Ahmad. Menurut laporan Koranta.id, ketiganya menekankan bahwa penyusunan anggaran harus berdasar aspirasi dari bawah.
“Kami sengaja turun langsung ke Malili untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat. APBD 2027 tidak boleh disusun hanya di atas meja, harus berdasarkan aspirasi dari bawah,” tegas Mahading dalam kegiatan tersebut.
Bagi Fraksi PAN, kehadiran di forum seperti ini adalah bagian dari kerja penyerapan aspirasi. PAN sendiri memiliki lima kursi di DPRD Kabupaten Luwu Timur periode 2024–2029, dan sejumlah posisi di alat kelengkapan dewan diisi oleh legislator dari fraksi itu.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Air Bersih dan Sekolah: Dua Persoalan yang Diangkat
Keluhan air bersih yang berulang
Harisah menyebut kebutuhan air bersih sebagai keluhan yang hampir selalu muncul dalam setiap Musrenbang Desa di Malili. Artinya, persoalan ini bukan kasus sesaat, melainkan sudah menjadi agenda berulang warga di beberapa desa.
Ia berharap rencana alokasi anggaran sekitar Rp100 miliar untuk PDAM yang telah disepakati bersama pemerintah daerah dapat terealisasi. Menurutnya, realisasi anggaran itu menjadi jalan untuk menuntaskan krisis air bersih yang dikeluhkan warga.
“Problem pertama adalah infrastruktur sekolah, mulai dari SD sampai SMP, terutama kondisi bangunan dan halaman sekolah yang bermasalah saat musim hujan. Kedua adalah kebutuhan air bersih yang menjadi keluhan warga di hampir setiap Musrenbang Desa,” ungkap Harisah.
Bangunan sekolah saat musim hujan
Persoalan kedua menyangkut sarana pendidikan dasar. Kondisi bangunan dan halaman sekolah yang bermasalah ketika musim hujan mengganggu kegiatan belajar, terutama di sekolah yang belum punya drainase memadai.
Usulan perbaikan itu dicatat bersama usulan lain dari perwakilan desa dan kepala sekolah. Semua masukan dibawa ke pembahasan resmi Ranperda APBD 2027 di DPRD Luwu Timur.
Siapa Harisah Suharjo dan Posisinya di DPRD
Ir. Hj. Harisah Suharjo adalah legislator daerah pemilihan Luwu Timur 1, yang mencakup Kecamatan Malili dan Wasuponda. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Timur menetapkannya sebagai calon terpilih dari PAN pada Pemilu 2024.
Dalam Keputusan DPRD Kabupaten Luwu Timur Nomor 24 Tahun 2024, namanya tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD, Wakil Ketua Badan Musyawarah, dan Wakil Ketua Badan Anggaran dari Fraksi PAN. Posisi itu menempatkannya di lingkar pengambilan keputusan anggaran daerah.
Karena itu, pernyataannya soal air bersih dan sekolah tidak berhenti sebagai catatan di forum kecamatan. Ia berada di posisi yang memungkinkan usulan warga Malili dibawa ke pembahasan anggaran bersama eksekutif.


