Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
SUARALUTIM.COM, MALILI — Berita Luwu Timur hari ini datang dari halaman sekolah, bukan dari ruang rapat. Kamis (22/10/2026), ratusan murid SDN 225 Karebbe, Kecamatan Malili, mengikuti peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia yang dirangkaikan dengan Program Kesehatan Gigi dan Mulut (Healthier Smiles Program). Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memakai momen itu untuk menekankan satu hal sederhana: kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari menentukan masa depan kesehatan anak.
Hadir mewakili Bupati Luwu Timur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur, Aini Endis Anrika. Menurutnya, mencuci tangan dengan sabun adalah langkah pencegahan paling murah yang dampaknya besar bagi perlindungan kesehatan generasi muda. Pernyataan itu disampaikan di depan murid, guru, dan orang tua yang memadati halaman sekolah.
Kegiatan ini bukan acara seremonial sekali lewat. Ia menjadi bagian dari rangkaian program yang sudah berjalan beberapa bulan di sekolah-sekolah dampingan, dengan pengawasan langsung terhadap kebiasaan harian siswa.
Berita Luwu Timur: Cuci Tangan Pakai Sabun dan Komitmen di SDN 225 Karebbe
Dalam laporan media daerah, kegiatan di SDN 225 Karebbe diisi peragaan teknik mencuci tangan oleh dokter cilik sekolah. Murid-murid yang tergabung dalam tim dokter cilik memperagakan urutan mencuci tangan di depan teman-temannya, lalu diikuti seluruh peserta.
Selain peragaan, ada pertunjukan drama bertema kesehatan gigi dan mulut. Pendekatan panggung dipilih karena lebih mudah diingat anak usia sekolah dasar dibanding ceramah. Setelah itu, digelar penandatanganan komitmen bersama terkait penerapan cuci tangan pakai sabun di lingkungan sekolah.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Luwu Timur Andi Tabacina Akhmad, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raoda K., perwakilan Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, pemerintah desa setempat, serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia.
Kehadiran lintas instansi itu menunjukkan satu hal: persoalan kebiasaan hidup bersih tidak bisa diserahkan hanya kepada dinas kesehatan atau sekolah. Ada peran keluarga, pemerintah desa, dan organisasi profesi yang harus berjalan bersama.
Mengapa Kebiasaan Kecil Ini Menentukan Tumbuh Kembang Anak
Hari Cuci Tangan Sedunia diperingati setiap 15 Oktober. Peringatan itu dibuat bukan untuk menambah agenda seremonial, tetapi untuk mengingatkan bahwa tangan adalah jalur perpindahan kuman paling sering dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada anak sekolah.
Di sekolah, anak menyentuh meja, pegangan pintu, alat tulis, dan makanan dengan tangan yang sama. Tanpa kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, rantai perpindahan kuman berjalan sepanjang hari. Karena itu, sekolah dianggap titik intervensi yang strategis: satu kebiasaan yang ditanam di sekolah biasanya ikut terbawa ke rumah.
Aini Endis Anrika menegaskan bahwa momentum peringatan ini penting dimanfaatkan untuk terus mengedukasi murid sekaligus orang tua mengenai pola hidup bersih. Sasaran orang tua dipilih karena kebiasaan di rumah jarang bertahan tanpa dukungan keluarga.
Di sisi lain, Program Kesehatan Gigi dan Mulut menyasar persoalan yang sering luput: anak datang ke sekolah dengan gigi berlubang, sulit makan, lalu daya konsentrasinya menurun. Intervensi gigi dan mulut karena itu bukan urusan kosmetik, melainkan bagian dari kesiapan belajar. Persoalan gizi dan kesehatan anak di Luwu Timur memang saling terkait, seperti terlihat pada penanganan stunting yang mencapai target 75 persen pada Semester I 2026.


