Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Desa & Kecamatan

Berita Luwu Timur: Petani Mahalona dan Ekspedisi Unhas

22 Oktober 2026 • Admin • 39 kali dibaca
Petani dan tim Ekspedisi Patriot Unhas dalam forum Tudang Sipulung di Mahalona, berita luwu timur soal irigasi dan iklim
Dok. MataKita (Tudang Sipulung bersama Tim Ekspedisi Patriot Unhas, Mahalona, 14 Oktober 2026)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Petani di Kawasan Transmigrasi Mahalona menghadapi tiga persoalan yang saling bertaut: keterbatasan jaringan irigasi, ketidakpastian musim tanam, dan kondisi infrastruktur jalan yang memengaruhi distribusi hasil panen. Persoalan itu mengemuka dalam forum Tudang Sipulung yang mempertemukan petani, pemerintah daerah, dan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin di kawasan transmigrasi tersebut pada Rabu (14/10/2026). Bagi pembaca berita luwu timur, forum ini penting karena mendudukkan keluhan petani dalam satu rangkaian sebab-akibat, bukan sebagai daftar permintaan yang terpisah-pisah.

Tim Ekspedisi Patriot Unhas melakukan pemetaan kebutuhan pengembangan pertanian di kawasan transmigrasi. Melalui forum itu, tim menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi faktor yang memengaruhi produktivitas, mulai dari ketersediaan air, perubahan iklim, hingga akses transportasi untuk mengangkut hasil panen.

Berita Luwu Timur: Air sebagai Persoalan Pertama

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Unhas, Ir. Regita Faridatunisa Wijayanti, S.T., M.T., M.Sc., menyatakan keterbatasan pasokan air menjadi salah satu persoalan utama yang memengaruhi perencanaan musim tanam petani. “Petani mengusulkan pembangunan bendungan permanen atau infrastruktur penyediaan air lainnya agar kebutuhan irigasi lebih terjamin,” kata Regita, seperti dilaporkan MataKita.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah melalui bantuan pompanisasi merupakan langkah awal untuk mengatasi keterbatasan air. Namun upaya itu perlu diikuti pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan. Pengembangan sistem irigasi, katanya, perlu mempertimbangkan ketersediaan sumber air, jaringan distribusi, biaya operasional, serta pemeliharaan infrastruktur agar manfaatnya dirasakan petani dalam jangka panjang.

Tata Atur
Iklan

Cara berpikir semacam itu relevan dengan kondisi kawasan transmigrasi. Pompa menyelesaikan masalah di satu titik, tetapi tidak menjawab persoalan struktural: bagaimana air sampai ke petak sawah secara merata sepanjang musim. Tanpa jaringan dan tampungan yang memadai, petani kembali bergantung pada kondisi sungai dan curah hujan setempat.

Di sisi lain, biaya operasional pompa bukan angka kecil bagi petani kecil. Bahan bakar, perawatan mesin, dan penggantian suku cadang menjadi beban rutin. Karena itu, pembahasan mengenai irigasi tidak bisa dilepaskan dari pembicaraan soal kelembagaan petani dan skema pembiayaan operasional.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Musim Tanam yang Sulit Diprediksi

Selain air, perubahan pola cuaca menjadi perhatian dalam pengembangan pertanian di Mahalona. Ketidakpastian kondisi iklim memengaruhi penentuan waktu tanam dan meningkatkan risiko gagal panen. Pada sistem pertanian yang bergantung pada hujan, kesalahan membaca awal musim bisa berakibat fatal: benih sudah ditanam, tetapi hujan tidak kunjung turun dalam jumlah cukup.

Kehadiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dalam forum tersebut membuka peluang pemanfaatan informasi cuaca dan iklim sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi prakiraan cuaca dinilai perlu disampaikan secara berkala melalui penyuluh pertanian agar dapat dimanfaatkan petani dalam menentukan waktu tanam sesuai kondisi wilayah.

Gagasan itu sederhana, tetapi pelaksanaannya menuntut saluran yang jelas. Data BMKG tidak berguna bila berhenti di laman internet. Ia perlu diterjemahkan menjadi bahasa lapangan: kapan sebaiknya mulai olah tanah, kapan menunda tanam, dan komoditas apa yang lebih aman pada periode tertentu. Peran penyuluh menjadi kunci di titik ini.

Jalan dan Jembatan: Faktor yang Sering Terlupakan

Temuan tim juga menyoroti kondisi jalan dan jembatan yang menunjang aktivitas pertanian. Ketersediaan infrastruktur transportasi yang memadai diperlukan untuk memperlancar distribusi hasil panen, mengurangi hambatan logistik, dan memperluas akses petani terhadap pasar.

Di banyak daerah, kerugian petani tidak terjadi di sawah, melainkan di perjalanan. Hasil panen yang terlambat sampai ke pembeli mengalami penurunan kualitas dan harga. Pada komoditas yang cepat rusak, keterlambatan beberapa jam saja bisa memangkas keuntungan yang dihitung sejak masa tanam.

Karena itu, pembangunan jalan usaha tani dan perbaikan jembatan bukan pelengkap. Ia adalah bagian dari rantai produksi. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sendiri memiliki sejumlah agenda jalan di kawasan ini, antara lain peningkatan Jalan Mahalona Raya serta ruas Mahalona–Bantilang yang telah dibahas dalam pemberitaan sebelumnya.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga