Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Desa & Kecamatan

Berita Lutim: 400 Bedah Rumah Mangkutana, Rp20 Juta Utuh

30 Oktober 2026 • Admin • 26 kali dibaca
Berita Lutim: Bupati Irwan menyerahkan bantuan bedah rumah kepada warga Mangkutana
Gambar: Dok. Humas Pemkab Luwu Timur via Luwurayapos.com (penyerahan bantuan bedah rumah di Mangkutana, 29 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MANGKUTANA — Berita Lutim hari ini datang dari Gedung Serbaguna Kecamatan Mangkutana. Sebanyak 400 keluarga penerima manfaat menerima bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Kamis (29/10/2026). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dengan nilai Rp20 juta per unit dan ditegaskan tanpa potongan.

Penyerahan itu dihadiri jajaran pemerintah daerah, Dinas Ketenagakerjaan, Polsek Mangkutana, para camat dan kepala desa se-Mangkutana Raya, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi 3 Bakhtiar, staf ahli, serta para asisten. Kehadiran kepala desa penting karena merekalah yang paling dekat dengan kondisi rumah warga di lapangan.

“Saya umumkan di sini bahwa tidak ada potongan apa pun. Nilai Rp20 juta yang masuk ke rekening penerima adalah dana murni yang digunakan untuk merenovasi rumah masing-masing,” tegas Bupati, seperti dikutip Luwurayapos.com.

Berita Lutim: dari mana angka 400 penerima berasal

Bantuan itu tidak datang dari satu pintu. Berdasarkan rincian program, 375 penerima merupakan usulan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sebanyak 24 penerima berasal dari bantuan rumah khusus Kementerian Kesehatan bagi keluarga atau penderita tuberkulosis, dan satu penerima dari Kementerian Sosial.

Penerima tersebut tersebar di 38 desa. Sebaran itu menunjukkan program ini tidak dipusatkan di satu kecamatan, meskipun seremoni penyerahan digelar di Mangkutana.

Di luar bantuan pusat, Pemkab Luwu Timur juga mengalokasikan anggaran melalui APBD Tahun Anggaran 2026 untuk program bedah rumah sebanyak 152 unit yang tersebar di 28 desa, dengan besaran bantuan yang sama, Rp20 juta per unit. Dengan demikian, bantuan yang berjalan tahun ini mencakup dua jalur: pusat dan daerah.

Bupati menjelaskan bahwa realisasi program merupakan hasil komunikasi langsung dengan kementerian. Ia menyebut kunjungan ke Kementerian PKP dilakukan untuk menyampaikan kebutuhan warga Luwu Timur terkait peningkatan kualitas rumah tinggal, dan mendapat tanggapan positif.

Menurut penjelasan yang dikutip sejumlah media lokal, permohonan itu mendapat tanggapan positif dari kementerian, dan hasilnya kini terlihat pada penyaluran bantuan tahap ini. Rincian pemberitaan dapat dibaca di Jejakfakta.com.

Mekanisme: transfer langsung ke rekening penerima

Salah satu hal yang ditekankan dalam penyerahan itu adalah jalur pencairan. Dana Rp20 juta ditransfer langsung oleh kementerian ke rekening masing-masing penerima, bukan melalui perantara. Mekanisme itu penting karena praktik potongan oleh oknum menjadi keluhan klasik pada program bantuan sosial.

Bupati meminta dana digunakan untuk bagian rumah yang memang rusak: atap, dinding, lantai, hingga komponen bangunan lain yang membutuhkan perbaikan. Ia juga menyebut kebutuhan perbaikan setiap rumah telah tercatat, sehingga anggaran bisa dipakai sesuai kondisi masing-masing hunian.

Selain itu, ia meminta dinas terkait, camat, kepala desa, lembaga swadaya masyarakat, dan insan pers ikut mengawasi pelaksanaan. Pengawasan berlapis semacam ini masuk akal untuk program yang menyentuh ratusan rumah dalam waktu berdekatan.

Yang menarik, penekanan pada “tanpa potongan” bukan tanpa sebab. Pada banyak program bantuan perumahan, warga melaporkan adanya permintaan biaya administrasi tidak resmi yang membuat dana efektif berkurang. Pernyataan terbuka seperti yang disampaikan Bupati memberi warga dasar untuk menolak permintaan semacam itu.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga