Sabtu, 24 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Lutim: Bioplastik Sisik Ikan dan Medali Nasional

24 Oktober 2026 • Admin • 19 kali dibaca
Dua siswi SMAN 1 Luwu Timur dengan karya bioplastik, berita lutim prestasi pelajar di ajang nasional
Gambar: Dok. Penalutim.com (siswi SMAN 1 Luwu Timur dan karya bioplastik, Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Dua siswi SMAN 1 Luwu Timur, Chinta Davina dan Valda Bunga Warani, meraih medali perunggu pada Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Kamis (22/10/2026). Prestasi itu datang dari riset yang berangkat dari persoalan sehari-hari: sampah plastik dan limbah sisik ikan yang menumpuk di sekitar mereka.

Judul karya mereka panjang dan spesifik: “Pengembangan Bioplastik Biodegradable Berbasis Pati Singkong dengan Penambahan Sisik Ikan Bandeng sebagai Bahan Penguat Alami”. Judul itu menjelaskan seluruh gagasan: pati singkong sebagai bahan dasar, sisik ikan bandeng sebagai penguat, dan sifat biodegradable sebagai tujuan akhir. Bagi pembaca berita lutim, capaian ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan di daerah bisa dijawab dengan riset yang dikerjakan rapi, bukan hanya dengan kampanye.

Berita Lutim: Apa yang Dikerjakan Dua Siswi Itu

Riset ini tidak dimulai dari laboratorium mewah. Berdasarkan keterangan yang dirilis Penalutim.com, keduanya berangkat dari keresahan terhadap pencemaran plastik yang sulit terurai. Plastik sekali pakai menjadi persoalan yang kasat mata di pasar, warung, dan rumah tangga, sementara penanganan sampah di banyak tempat belum sepadan dengan volume yang dihasilkan.

Pati singkong dipilih sebagai bahan dasar karena tersedia di sekitar dan sudah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat. Sementara itu, sisik ikan bandeng diambil karena selama ini dibuang setelah ikan dibersihkan. Dua bahan yang dianggap murah itu digabungkan dalam satu formula, lalu diuji sebagai bahan alternatif pengganti plastik konvensional.

Tata Atur
Iklan

Yang menarik, riset itu tidak berhenti pada gagasan di atas kertas. Pengerjaannya berlangsung sejak Maret hingga Oktober 2026, artinya sekitar tujuh bulan. Dalam rentang itu ada proses mencoba, gagal, memperbaiki komposisi, lalu menguji ulang. Bagi pelajar, pengalaman semacam ini lebih berharga daripada sekadar trofi, karena melatih cara berpikir yang tidak berhenti pada satu percobaan.

Guru pembimbing mereka, Mahwati, S.Pd., mengarahkan proses penelitian dari awal hingga karya siap dilombakan. Peran pembimbing seperti ini sering luput dari sorotan. Padahal di tingkat sekolah, keberadaan guru yang bersedia mendampingi di luar jam mengajar adalah faktor yang menentukan apakah ide pelajar berubah menjadi karya atau berhenti sebagai rencana.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Dari Limbah Sisik Bandeng Menjadi Bahan Penguat

Dalam ilmu material, bahan penguat dipakai untuk memperbaiki sifat mekanik suatu produk. Pada bioplastik berbasis pati, penambahan bahan penguat dapat membantu meningkatkan kekuatan dan mengurangi sifat getas. Pilihan sisik ikan bandeng masuk akal karena material itu mengandung senyawa penyusun yang kaku, dan ketersediaannya melimpah sebagai limbah perikanan.

Di Luwu Timur, ikan bandeng bukan barang asing. Kawasan pesisir dan tambak menjadi bagian dari lanskap ekonomi warga, sehingga limbah sisik tersedia cukup dekat dengan tempat penelitian dilakukan. Ini yang membuat riset tersebut terasa kontekstual: bahan bakunya tidak perlu didatangkan dari luar daerah.

Pendekatan semacam ini juga sejalan dengan gagasan ekonomi sirkular, yaitu upaya mengembalikan limbah ke rantai produksi sebagai bahan bernilai. Bagi nelayan dan pedagang ikan, sisik yang biasanya dibuang bisa memiliki nilai tambah bila ada yang mengolahnya. Bagi lingkungan, satu beban sampah berkurang.

Tentu riset tingkat pelajar tidak dirancang untuk langsung menggantikan plastik komersial. Skala produksi, biaya, daya tahan, dan uji kelayakan pangan membutuhkan penelitian lanjutan. Namun arahnya jelas: mencari bahan alternatif dari sumber daya lokal adalah pekerjaan yang layak dilanjutkan, bukan sekadar tugas sekolah yang selesai saat lomba berakhir.

KREASI 2026 dan Bidang Matematika, Fisika, Teknologi Rekayasa

KREASI 2026 mempertemukan pelajar peneliti dari seluruh Indonesia. Karya Chinta dan Valda masuk dalam bidang Matematika, Fisika, dan Teknologi Rekayasa, sebuah kategori yang menuntut penalaran kuantitatif sekaligus kemampuan merancang solusi teknis. Kompetisi ini digelar di Universitas Gadjah Mada, salah satu kampus rujukan riset di Indonesia.

Bagi peserta dari daerah, bersaing di ajang nasional selalu punya tantangan tersendiri. Akses ke jurnal, peralatan laboratorium, dan pembimbing berpengalaman sering tidak seimbang dibanding peserta dari kota besar. Karena itu, medali perunggu yang diraih pelajar Luwu Timur bukan hasil keberuntungan, melainkan bukti bahwa kesenjangan fasilitas bisa ditekan dengan ketekunan dan pendampingan yang tepat.

Prestasi di bidang riset juga memberi pesan berbeda dibanding kemenangan di ajang yang berbasis hafalan. Riset menuntut kemampuan merumuskan masalah, mencari pembanding, menguji, dan menuliskan hasil secara jujur, termasuk saat hasilnya tidak sesuai dugaan. Keterampilan itu yang dibutuhkan ketika pelajar nanti masuk dunia kerja atau melanjutkan studi.

Informasi mengenai penyelenggaraan dan program akademik Universitas Gadjah Mada dapat dilihat pada laman resmi UGM. Sementara rincian karya dan keterangan keluarga siswa dimuat dalam laporan Penalutim.com yang menjadi sumber artikel ini.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga