Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
SUARALUTIM.COM, MALILI – Abrasi yang melanda kawasan wisata Pantai Lemo di Dusun Lemo, Desa Mabonta, Kecamatan Burau, masuk ke pembahasan anggaran daerah. Dalam rapat paripurna DPRD Luwu Timur, Rabu (21/10/2026), Fraksi Partai Golkar meminta pemerintah kabupaten memperhitungkan penanganan abrasi di kawasan itu, karena air laut saat pasang dilaporkan sudah memasuki area permukiman warga.
Bagi pariwisata Lutim, persoalan ini bukan sekadar catatan teknis tentang garis pantai yang bergeser. Pantai Lemo adalah salah satu dari tiga pantai di Kecamatan Burau yang selama ini menjadi tujuan warga, selain Pantai Balo-Balo di Desa Lera dan Pantai Ujung Suso di Desa Mabonta. Ketika abrasi menyentuh permukiman, yang terancam bukan hanya rumah, tetapi juga jalur kunjungan dan denyut usaha kecil di sekitarnya.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Luwu Timur, Aripin, menyampaikan hal itu saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2027. Ia menyebut abrasi di kawasan Pantai Lemo sudah berdampak langsung pada warga.
“Penanganan abrasi di Pantai Lemo perlu mendapat perhatian karena sudah berdampak terhadap permukiman warga. Pemerintah perlu mempertimbangkan langkah penanganan yang tepat agar ancaman terhadap masyarakat tidak semakin besar,” kata Aripin, sebagaimana dilaporkan Narasi Tana Luwu.
Pariwisata Lutim dan Tiga Pantai di Burau
Kecamatan Burau berada di pesisir selatan Kabupaten Luwu Timur, menghadap Teluk Bone. Wilayah ini menyimpan tiga pantai yang letaknya berdekatan: Pantai Lemo, Pantai Balo-Balo, dan Pantai Ujung Suso. Kedekatan lokasi membuat ketiganya sering disebut dalam satu tarikan napas ketika pemerintah daerah membicarakan pengembangan wisata pesisir.
Data kunjungan yang pernah dipublikasikan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparmudora) Luwu Timur memberi gambaran posisi Burau. Pada 2025, Burau tercatat menerima 26.691 kunjungan, berada di bawah Malili yang mencapai 194.654 kunjungan, tetapi masih lebih tinggi dibanding sejumlah kecamatan lain seperti Wasuponda, Kalaena, Wotu, Towuti, Nuha, dan Mangkutana. Angka itu adalah data 2025, bukan proyeksi 2026, dan perlu dibaca sebagai potret awal.
Yang menarik, angka kunjungan tidak selalu mengikuti keindahan lanskap. Pantai di Burau punya garis pantai panjang dan menghadap laut terbuka, tetapi akses serta kesiapan fasilitas menentukan seberapa besar manfaat ekonominya bagi warga. Ketika abrasi menggerus tepi pantai, dua hal sekaligus terancam: permukiman dan daya tarik kawasan.
Apa yang Terjadi di Pantai Lemo
Menurut laporan yang dibacakan dalam paripurna, kawasan wisata Pantai Lemo mengalami abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Saat air laut pasang, air disebut telah memasuki kawasan permukiman dan mengancam puluhan rumah warga. Kondisi itu dinilai memerlukan perencanaan penanganan yang terukur, bukan respons sesaat.
Fraksi Golkar meminta persoalan tersebut dipertimbangkan dalam penyusunan program dan anggaran tahun depan. Fokusnya dua: melindungi permukiman dan menjaga keselamatan masyarakat di kawasan pesisir. Permintaan itu disampaikan pada tahap pandangan umum fraksi atas RAPBD 2027, yaitu fase ketika masukan dewan masih bisa masuk ke pembahasan badan anggaran bersama tim anggaran pemerintah daerah.
Perlu dicatat, sampai laporan ini disusun belum ada keterangan resmi dari dinas teknis mengenai hasil kajian, rencana rekayasa pantai, atau jadwal penanganan di Dusun Lemo. Yang tersedia adalah catatan dewan atas dampak yang sudah dirasakan warga. Karena itu, informasi soal anggaran dan bentuk penanganan sebaiknya menunggu dokumen resmi pemerintah kabupaten.


