Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Suara Warga

WIZ Luwu Timur dan Makna Sedekah Subuh bagi Pekerja

24 Oktober 2026 • Admin • 57 kali dibaca
Relawan WIZ membagikan paket makanan sedekah subuh kepada pekerja informal, gambaran kepedulian WIZ Luwu Timur
Dok. Wahdah Inspirasi Zakat (wiz.or.id)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI – WIZ Luwu Timur kembali menjadi bagian dari gerakan kepedulian yang dimulai sejak sebelum matahari terbit. Lembaga Amil Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) menggelar Program Sedekah Subuh dengan membagikan paket makanan gratis di Makassar pada Selasa, 6 Oktober 2026. Aksi itu dilakukan tepat setelah salat Subuh berjamaah, dengan sasaran para pekerja informal yang sudah berada di jalanan sejak pagi buta. Bagi warga Luwu Timur, terutama pekerja dan pedagang di kecamatan-kecamatan, gagasan ini bukan hal asing: ia meniru irama hari para pejuang keluarga yang mencari rezeki halal sebelum warung dan pasar ramai.

Dalam rilis resmi WIZ, tim relawan menyusuri sudut-sudut jalanan kota dan sekitarnya. Penerima manfaatnya adalah pengemudi ojek daring, pedagang sayur keliling, pengemudi bentor, hingga pekerja sektor informal lain. Program ini dikelola melalui pilar sosial kemanusiaan lembaga zakat tersebut, dan dirancang bukan sekadar mengisi perut pagi itu, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

WIZ Luwu Timur dan Semangat Sedekah Subuh

Wahdah Inspirasi Zakat adalah lembaga amil zakat nasional di lingkungan Wahdah Islamiyah. Lembaga ini mengelola zakat, infak, dan sedekah serta dana kemanusiaan melalui program dakwah, tahfizh, pendidikan, kemandirian, dan kesehatan. Struktur program yang lima pilar itu membuat kerja WIZ tidak berhenti pada bagi-bagi sembako, tetapi menyentuh pendidikan anak, penguatan usaha kecil, dan layanan kesehatan bagi duafa.

Sedekah subuh bukan istilah baru di kalangan jamaah masjid: kebiasaan menyisihkan sebagian harta pada waktu pagi, waktu yang disebut penuh keberkahan. Yang dilakukan WIZ adalah menerjemahkannya menjadi gerakan terorganisasi, dari pengumpulan donasi sampai penyaluran pada jam ketika penerima benar-benar membutuhkan.

Tata Atur
Iklan

Fasilitator Program Laznas WIZ, Azhari Asaf, menjelaskan alasan pemilihan waktu penyaluran. Menurutnya, subuh adalah waktu yang penuh keberkahan dan menjadi saksi ketangguhan para pejuang keluarga. Saat sebagian besar orang masih terlelap, mereka sudah berada di jalanan demi mengais rezeki yang halal. Lewat sedekah subuh dari donatur, WIZ ingin menyapa dan menguatkan mereka; makanan yang dibagikan mungkin sederhana, tetapi di dalamnya ada kehangatan, doa, dan kepedulian umat.

Azhari menambahkan, senyum dan doa para penerima manfaat menjadi energi bagi tim di lapangan. Ia juga berterima kasih kepada para donatur dan muhsinin yang menyisihkan harta pada waktu subuh.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Siapa yang Disebut Pejuang Keluarga

Istilah pejuang keluarga dalam program ini tidak dipakai untuk membesar-besarkan. Mereka adalah orang-orang yang pendapatannya bergantung pada jumlah jam dan jumlah pelanggan hari itu. Pengemudi ojek daring kehilangan penghasilan bila tidak keluar pagi. Pedagang sayur keliling kehilangan pembeli bila berangkat terlambat. Pekerja informal lain menanggung risiko yang sama: tidak ada gaji tetap, tidak ada jaminan pendapatan bulanan.

Di Luwu Timur, kelompok ini mudah ditemukan: pedagang sayur yang mengangkut dagangan dari pasar kecamatan ke desa, nelayan yang menurunkan tangkapan sebelum pasar buka, buruh harian, juga pedagang makanan yang mengandalkan pembeli sarapan. Polanya mirip: modal kecil, putaran cepat, margin tipis.

Karena itu, bantuan pada jam yang tepat punya nilai berbeda. Paket makanan pagi bagi pengemudi ojek bukan hanya menghemat pengeluaran, tetapi menjaga tenaga pada jam-jam pertama ketika order masih sepi. Prinsip itulah yang membuat sedekah subuh relevan bila diadaptasi ke daerah dengan jarak antarkecamatan sejauh Luwu Timur.

Jejak Kepedulian WIZ di Luwu Timur

Di tingkat daerah, WIZ Luwu Timur lebih dulu bergerak bersama Wahdah Peduli. Pada 28 Agustus 2025, keduanya menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Sorowako: sembako, perlengkapan harian, dan kebutuhan mendesak lain, diserahkan lewat posko induk pemerintah untuk diteruskan ke lokasi musibah.

Koordinator WIZ Luwu Timur area Kecamatan Nuha, Ustadz Sugiyat, berharap bantuan itu meringankan beban warga serta mendoakan agar mereka diberi kekuatan dan kesabaran. Pernyataan itu termuat dalam rilis resmi Wahdah Islamiyah.

Yang menarik dari peristiwa itu adalah kehadiran relawan di tahap pemulihan. Koordinator Wahdah Peduli Nuha, Ustadz Sunandar, menjelaskan bahwa timnya turun membersihkan sisa material yang hangus, mengangkut puing, dan membantu menata kembali area sekitar rumah warga. Mereka bekerja bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain. Harapannya sederhana: warga bisa segera bangkit dan menata kembali kehidupannya.

Kebakaran pada 27 Agustus 2025 itu meninggalkan dampak besar: puluhan rumah rusak, dan salah satu laporan menyebut 49 unit rumah terdampak. Karena itu kerja relawan tidak selesai dalam sehari, dan pendampingan setelah bantuan pertama menjadi bagian penting dari penyaluran zakat.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga