SUARALUTIM.COM, MALILI — Atlet luwu timur yang meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2026 berpeluang menerima bonus hingga Rp150 juta. Besaran itu tidak diberikan rata, melainkan mengikuti kategori nomor pertandingan dan jumlah atlet dalam satu tim. Kesepakatan mengenai bonus ini melibatkan pemerintah daerah, DPRD, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Luwu Timur.
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan Raditya, menyampaikan skema tersebut dalam diskusi bersama pengurus Jaringan Media Siber Indonesia Luwu Timur di Malili, Senin (26/10/2026). Menurutnya, semua peraih medali akan menerima bonus, dan nilai untuk peraih emas dipastikan lebih besar dibanding edisi Porprov sebelumnya.
Luwu Timur dan Skema Bonus Berjenjang
Skema bonus emas dibagi dalam enam tingkatan. Peraih emas nomor individu, seperti tunggal bulu tangkis, memperoleh Rp20 juta. Nomor ganda yang diikuti dua atlet mendapat Rp30 juta. Tim beranggota tiga sampai lima atlet memperoleh Rp50 juta.
Selanjutnya, tim dengan enam sampai sembilan atlet mendapat Rp75 juta, tim beranggota 10 sampai 14 orang memperoleh Rp100 juta, dan tim dengan 15 anggota atau lebih berhak atas Rp150 juta. Contoh terakhir biasanya melekat pada cabang beregu besar seperti sepak bola.
| Kategori nomor | Jumlah atlet | Bonus emas |
|---|---|---|
| Individu | 1 | Rp20 juta |
| Ganda | 2 | Rp30 juta |
| Tim kecil | 3–5 | Rp50 juta |
| Tim sedang | 6–9 | Rp75 juta |
| Tim besar | 10–14 | Rp100 juta |
| Tim sangat besar | 15 atau lebih | Rp150 juta |
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Logika Pemerataan: Rupiah per Atlet
Sekretaris KONI Luwu Timur, Irwan, menjelaskan bahwa perbedaan kategori dibuat agar nilai yang diterima atlet dalam nomor beregu tidak terpaut terlalu jauh dari peraih emas perorangan. Bila dibaca sebagai rupiah per orang, logikanya cukup jelas.
Pada nomor individu, satu atlet menerima Rp20 juta. Pada nomor ganda, total Rp30 juta berarti Rp15 juta per atlet. Tim beranggota tiga sampai lima orang menerima Rp50 juta, atau sekitar Rp10 juta hingga Rp16,7 juta per orang. Tim enam sampai sembilan atlet dengan total Rp75 juta berarti sekitar Rp8,3 juta hingga Rp12,5 juta per atlet.
Untuk tim 10 sampai 14 orang, total Rp100 juta setara Rp7,1 juta hingga Rp10 juta per atlet. Sementara tim 15 orang atau lebih dengan total Rp150 juta berarti sekitar Rp10 juta per orang pada komposisi 15 atlet. Pola itu memperlihatkan bahwa yang dibayar bukan hanya medali, tetapi juga jumlah orang yang menanggung beban pertandingan.
Dukungan Nonmedali: Uang Saku, Bus, dan Ambulans
Selain bonus, KONI Luwu Timur menyiapkan dukungan operasional. Dalam diskusi yang sama, pengurus KONI menyebut sejumlah bus dan kendaraan operasional disiapkan untuk mobilitas atlet, ofisial, dan jajaran KONI selama Porprov berlangsung di Bone dan Wajo.
Layanan kesehatan juga disiapkan. KONI mengirim tim medis yang tugasnya terbagi di dua kabupaten tuan rumah, termasuk ambulans. Menurut Herawan, atlet dan pelatih sudah ditanggung BPJS Kesehatan sejak masa pemusatan latihan, sebagai bagian dari perlindungan dasar selama persiapan.
Soal uang saku, mekanismenya kini dibayarkan sebelum keberangkatan. Berdasarkan pemberitaan Saokareba.id mengenai rapat kerja KONI, setiap atlet menerima Rp1 juta dan pelatih Rp2 juta, dengan penyaluran sebelum kontingen bertolak. Perubahan urutan pembayaran ini penting karena menghapus beban awal bagi atlet yang harus meninggalkan pekerjaan atau usaha selama pertandingan.
“Kami ingin atlet dan pelatih fokus pada pertandingan, sehingga dari awal kami mengantisipasi kendala-kendala non teknis,” kata Herawan dalam diskusi tersebut.


