Berita politik dari Papua datang lewat jalur organisasi militer. Enam batalyon infanteri teritorial pembangunan di lingkungan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih resmi berpindah komando dan pengendalian. Upacara alih kodal digelar di Aula Tony Rompis, Makodam XVII/Cenderawasih, Kota Jayapura, pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan rinciannya baru diumumkan ke publik pada akhir Oktober.
Siapa yang Memimpin Alih Komando
Alih kodal dipimpin langsung Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang. Turut hadir Kasdam XVII/Cenderawasih Brigadir Jenderal TNI Haryantana dan Danrem 172/PWY Brigadir Jenderal TNI Robby Suryadi. Danrindam XVII/Cenderawasih Brigadir Jenderal TNI Endra Saputra Kusuma juga hadir dalam kegiatan itu.
Dua pejabat satuan yang menerima pengalihan turut hadir, yaitu Danbrigif TP 80/Kurare Kolonel Infanteri Hirta Juni Ardiansyah dan Danbrigif TP 66/Fararur Kawasa Letkol Infanteri Bambang Prasetyo Prabu Jaya. Kehadiran keduanya menandai perpindahan kendali satuan dari satu komando ke komando lain.
Rincian kegiatan itu dimuat dalam siaran resmi Kodam XVII/Cenderawasih. Menurut pemberitaan Jayapura Online, penataan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat untuk menyesuaikan kebutuhan pembinaan satuan dengan karakter wilayah tugas di Papua.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Enam Batalyon dan Tujuan Barunya
Lima batalyon berpindah dari Korem 172/PWY ke Brigif TP 66/Fararur Kawasa. Kelimanya adalah Yonif TP 858/MSB, Yonif TP 859/RBK, Yonif TP 860/NSK, Yonif TP 909/KRP, dan Yonif TP 910/Aherfaiyona. Perpindahan itu membuat Brigif TP 66/FK kini menaungi lebih banyak satuan sekaligus.
Satu batalyon lain bergerak ke arah sebaliknya. Yonif TP 816/Doruka sebelumnya berada di bawah kendali Brigif TP 80/Kurare, lalu beralih kodal kepada Korem 172/PWY. Dengan begitu, Korem 172/PWY menerima satu satuan baru di jajarannya.
Total satuan yang terlibat dalam alih kodal ini adalah enam batalyon. Angka itu sesuai siaran resmi Kodam dan laporan kantor berita. Sebagian pemberitaan menyebut angka tujuh, tetapi rincian satuan yang disebutkan tetap enam. Perbedaan itu dibahas pada bagian berikut.
Alasan Penataan Menurut Kodam
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto menjelaskan bahwa penataan bertujuan meningkatkan efektivitas pembinaan dan koordinasi satuan. Dengan garis komando yang lebih jelas, setiap satuan diharapkan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
Ia menyebut alih kodal sebagai bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Darat. Kebutuhan pembinaan dan pengendalian satuan dinilai berubah mengikuti karakter wilayah tugas, terutama di Papua yang memiliki medan dan tantangan tersendiri.
Kodam juga meminta satuan yang mengalami perubahan kendali segera menyesuaikan mekanisme koordinasi dengan komando atas yang baru. Penyesuaian itu dinilai penting agar kesinambungan pembinaan personel dan kesiapan operasional tetap terjaga selama masa transisi.
Berita Politik: Beda Angka Enam dan Tujuh Batalyon
Perbedaan angka muncul di ruang publik. CNN Indonesia memberi judul bahwa tujuh batalyon teritorial di Papua alih komando. Namun, dalam badan laporan yang sama, disebutkan enam batalyon berada di bawah Brigif TP 66/FK dan satu batalyon pindah ke Korem 172/PWY, dengan lima nama satuan yang dirinci untuk kelompok pertama.
Siaran resmi Kodam menyebut kegiatan itu sebagai alih kodal enam satuan batalyon infanteri teritorial pembangunan. Rinciannya lima satuan Yonif TP ke Brigif TP 66/FK dan satu satuan Yonif TP ke Korem 172/PWY. Dengan demikian, angka yang konsisten dengan daftar satuan adalah enam.
Perbedaan semacam ini biasa terjadi dalam pemberitaan cepat. Pembaca sebaiknya berpegang pada rincian satuan, bukan pada angka di judul. Sampai artikel ini disusun, belum ada klarifikasi resmi yang menyebut batalyon ketujuh beserta namanya.


