Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Nusantara: Veda Ega Runner Up Moto3 Malaysia

1 November 2026 • zul • 35 kali dibaca
Ilustrasi Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia
Leminhel, CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Viral nusantara dari Sirkuit Sepang: pembalap Indonesia Veda Ega Pratama finis runner up di Moto3 Malaysia 2026 pada Minggu, 1 November 2026. Ia menyentuh garis finis di posisi kedua dengan selisih 3,734 detik dari Maximo Quiles, pembalap CFMoto Gaviota Aspar Team yang mempertahankan tempat terdepan. Hasil itu menjadi finis terbaik Veda sepanjang kariernya di Moto3.

Bagi Indonesia, angka itu punya arti lebih besar. Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang menempati posisi kedua dalam lomba kejuaraan dunia balap motor grand prix. Prestasi sebelumnya ia cetak di GP Brasil pada Maret 2026 dengan finis ketiga, yang juga menjadi podium pertama seorang debutan Indonesia pada musim itu.

Balapan di Sepang berlangsung sengit sejak lap awal. Veda memulai lomba dari posisi kedelapan, lalu bergerak naik ke kelompok depan. Dalam wawancara usai lomba, ia menyebut hasil ini sebagai pembayaran atas kekecewaan di GP Australia yang harus dibatalkan sepekan sebelumnya.

Hasil Balapan Moto3 Malaysia

Veda menempati posisi kedua dengan selisih waktu 3,734 detik dari Quiles. Hasil tersebut memberinya 20 poin tambahan. Dengan tambahan itu, ia kini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 dengan total 131 poin, seperti dilaporkan Kompas.

Tata Atur
Iklan

Posisi ketiga diisi Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo. Pembalap Malaysia Hakim Danish harus puas finis keempat setelah sempat berada di rombongan depan. Persaingan di kelompok terdepan berlangsung ketat sepanjang lomba dan beberapa kali berubah urutan.

Menurut laporan CNN Indonesia, Veda butuh sekitar sepertiga balapan untuk benar-benar menempel kelompok depan. Ia sempat turun ke posisi ketujuh sebelum kembali menanjak. Konsistensi kecepatan di paruh kedua lomba menjadi kunci hasilnya.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Start Kedelapan dan Jalannya Balapan

Start dari posisi kedelapan bukan situasi ideal di sirkuit sepanjang 5,5 kilometer. Namun Veda tampil agresif sejak lap pertama. Ia sempat naik ke posisi keenam, lalu melorot lagi ke posisi ketujuh ketika pembalap lain menemukan ritme.

Pada lap kedua ia sudah berada di posisi kelima. Jarak dengan Hakim Danish sempat 0,7 detik, lalu menyusut menjadi 0,4 detik pada lap keempat. Veda kemudian melewati Danish dan mulai menempel Carpe di depan.

Pertarungan di depan melibatkan David Almansa, Quiles, Carpe, dan Danish. Veda masuk ke kelompok itu pada sepertiga akhir lomba. Ia memilih menunggu momentum daripada memaksa menyalip di tikungan berisiko, strategi yang terbukti membawanya ke podium kedua.

Quiles akhirnya mempertahankan posisi terdepan sampai garis finis. Veda finis tepat di belakangnya, sementara Carpe melengkapi podium. Selisih waktu antar pembalap teratas memperlihatkan bahwa balapan diputuskan oleh detail kecil, termasuk pemilihan titik pengereman di lap terakhir.

Rekor Pembalap Indonesia

Sebelum Sepang, capaian terbaik Veda di Moto3 adalah posisi ketiga di GP Brasil. Dengan finis kedua di Malaysia, ia memperbarui rekornya sendiri. Menurut ANTARA, prestasi itu menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang meraih podium kedua sepanjang sejarah balap sepeda motor grand prix.

Musim 2026 adalah musim debut Veda di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia. Dalam musim pertama, ia sudah mengumpulkan dua podium, yaitu posisi ketiga di Brasil dan posisi kedua di Malaysia. Ia juga pernah meraih pole position di GP Australia sebelum lomba dibatalkan karena cuaca buruk.

Kombinasi pole, podium ketiga, dan podium kedua membuat catatannya hampir lengkap. Yang belum ia raih adalah kemenangan seri. Dengan beberapa balapan tersisa, peluang itu masih terbuka, terutama bila ia mampu mengulang kecepatan di Sepang.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga