Selasa, 3 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: MA AS Tolak Gugatan 20.000 Surat Suara

2 November 2026 • zul • 23 kali dibaca
Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington DC, lokasi Kongres yang kursinya diperebutkan pada pemilu sela 2026.
Noclip, Wikimedia Commons, domain publik
ASM Group
Iklan

Berita viral hari ini datang dari Amerika Serikat, tepat sehari sebelum pemilu sela 3 November 2026. Mahkamah Agung AS menolak permohonan darurat pemerintahan Presiden Donald Trump agar California menyisihkan 20.000 surat suara yang diklaim berasal dari pemilih bukan warga negara. Perintah satu kalimat itu keluar Senin malam waktu setempat, tanpa penjelasan dan tanpa catatan pendapat berbeda dari para hakim.

Apa yang Diputuskan Mahkamah Agung

Permohonan itu diajukan Departemen Kehakiman AS pada Senin sore, hanya beberapa jam sebelum surat suara mulai dihitung. Pemerintahan Trump meminta agar surat suara dari 20.000 nama yang ditandai Departemen Keamanan Dalam Negeri dipisahkan dari surat suara lain. Pemerintah berargumen, begitu surat suara tercampur, tidak ada cara mengembalikannya jika terbukti bermasalah, seperti dikutip DW.

Mahkamah Agung menjawab permohonan itu dengan satu perintah singkat pada Senin malam. Tidak ada uraian hukum, tidak ada penjelasan tambahan, dan tidak ada pendapat berbeda yang dicatat. Sikap itu membuat permohonan darurat gugur tanpa perlu mendengar argumen lisan dari kedua pihak, menurut laporan The Hill.

Keputusan tersebut bukan putusan akhir atas pokok perkara. Gugatan utama pemerintahan Trump terhadap California masih berjalan di pengadilan yang lebih rendah. Namun penolakan darurat berarti surat suara tetap dihitung seperti biasa pada hari pemungutan suara, tanpa pemisahan khusus yang diminta Gedung Putih.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Klaim 20.000 Pemilih dan Bantahan California

Daftar 20.000 nama itu disusun Departemen Keamanan Dalam Negeri dan dikirim ke pejabat California serta ke pemerintah Los Angeles County. Pemerintahan Trump menyebut nama-nama tersebut berpotensi besar bukan warga negara Amerika. Departemen Kehakiman lalu menuntut agar surat suara mereka tidak dihitung sampai status kewarganegaraan mereka dipastikan.

California menolak premis itu. Pemerintah negara bagian menyatakan sistem pengaman terhadap pemilih bukan warga negara sudah kuat. Mereka juga menilai gugatan itu mengancam hak pilih 20.000 orang berdasarkan tuduhan yang kabur dan belum diuji di pengadilan, seperti dilaporkan kantor berita Reuters yang dikutip sejumlah media.

Kelompok hak imigrasi mempertanyakan keabsahan daftar tersebut. Mereka menilai pencocokan nama antar basis data sering memunculkan kesalahan, terutama pada nama yang mirip atau warga negara baru. Tuduhan bahwa daftar itu memuat pemilih ilegal karena itu belum bisa diterima sebagai fakta tanpa verifikasi independen.

Mengapa Berita Viral Ini Muncul di Menit Terakhir

Pengajuan ke Mahkamah Agung dilakukan pada hari terakhir kampanye. Trump sendiri menghabiskan akhir pekan dengan kampanye di Kansas dan Iowa, dua negara bagian yang tidak sedang menjadi medan pertarungan utama. Ia berbicara soal harga minyak, perbatasan, dan ekonomi dalam pidato penutupnya, menurut laporan Anadolu Agency.

Gugatan surat suara California muncul saat beberapa negara bagian lain juga menghadapi masalah teknis pemungutan suara. Ada laporan surat suara tercetak salah di Nevada, dan sejumlah negara bagian mengerahkan penjaga nasional untuk mengamankan lokasi pemungutan. Kombinasi itu membuat isu integritas pemilu kembali menjadi bahan perdebatan harian.

Di media sosial, tagar soal surat suara dan kecurangan pemilu kembali naik. Namun klaim yang beredar tidak semuanya punya dasar dokumen. Karena itu, berita viral semacam ini perlu dibaca dengan pembeda jelas antara apa yang sudah diputuskan pengadilan dan apa yang masih berupa tuduhan satu pihak.

Apa yang Dipertaruhkan pada Pemilu Sela

Pemilu sela 2026 menentukan kendali Kongres dan sejumlah kursi gubernur. Seluruh kursi Dewan Perwakilan Rakyat diperebutkan, sementara sebagian kursi Senat juga dipertaruhkan. Hasilnya akan menentukan seberapa leluasa Trump menjalankan agenda legislatif pada dua tahun terakhir masa jabatannya.

Partisipasi pemilih menjadi faktor penentu lain. Pemungutan suara awal sudah berlangsung di banyak negara bagian sejak Oktober, termasuk California. Justru karena surat suara awal itulah sengketa daftar pemilih menjadi sensitif: sebagian surat suara sudah masuk sebelum pengadilan sempat memutus.

Bagi Indonesia, hasil pemilu sela AS berdampak tidak langsung tetapi nyata. Arah kebijakan tarif, suku bunga, dan harga komoditas global bisa bergeser tergantung siapa yang menguasai Kongres. Pasar keuangan di Asia, termasuk Jakarta, biasanya bereaksi cepat terhadap sinyal semacam itu.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga