Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Lutim: Kesehatan Sekolah Dipantau, SLB Disasar

4 November 2026 • Admin • 15 kali dibaca
Tim pemantauan kesehatan sekolah di Luwu Timur memeriksa fasilitas sanitasi dan layanan kesehatan
Gambar: Dok. Pedomanrakyat.com (pemantauan kesehatan sekolah di Luwu Timur, 26 Oktober 2026)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Berita Lutim soal kesehatan sekolah biasanya muncul saat ada kasus, bukan sebelum. Kali ini urutannya dibalik. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperketat pemantauan kesehatan sekolah untuk memastikan layanan kesehatan, sanitasi, dan lingkungan belajar yang sehat terpenuhi secara merata, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.

Pemantauan pada Senin (26/10/2026) melibatkan Pemkab Luwu Timur, Save the Children Indonesia, dan Yayasan Celosia Marennu. Kegiatan itu menjadi tindak lanjut Working Group Healthier Smiles Program, program yang sebelumnya menyentuh sejumlah sekolah di Luwu Timur.

Tiga tim diterjunkan ke lima kecamatan: Tomoni, Malili, Angkona, Kalaena, dan Mangkutana. Pemantauan mencakup enam satuan pendidikan, termasuk SLB Tunas Harapan Bangsa.

Tiga aspek yang dievaluasi

Tim mengevaluasi tiga aspek utama, yaitu pendidikan dan pelayanan kesehatan, fasilitas sanitasi, serta lingkungan sekolah sehat. Tiga aspek itu dipilih karena saling menentukan.

Tata Atur
Iklan

Aspek pertama menyangkut ada atau tidaknya layanan kesehatan yang bisa diakses siswa, mulai dari penanganan pertama hingga rujukan. Aspek kedua menyangkut hal paling mendasar: ketersediaan air bersih, toilet yang layak, dan tempat cuci tangan. Aspek ketiga menyangkut keseluruhan suasana sekolah, termasuk ventilasi, kebersihan ruang, dan area bermain.

Pengelompokan semacam ini berguna karena kesehatan sekolah sering disederhanakan menjadi program cuci tangan atau pemberian obat cacing. Padahal, toilet yang kotor dan air yang tidak mengalir cukup untuk membuat siswa absen berulang kali.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Mengapa SLB masuk daftar pemantauan

Pelibatan SLB Tunas Harapan Bangsa menegaskan pentingnya pemenuhan standar kesehatan yang setara bagi seluruh peserta didik. Ini bagian yang sering terlewat dalam program kesehatan sekolah.

Sekolah luar biasa menghadapi tantangan tambahan. Sebagian siswa memerlukan bantuan fisik saat menggunakan toilet, sebagian memiliki kondisi medis yang membuat kebersihan ruang sangat menentukan, dan sebagian membutuhkan pendampingan saat beraktivitas.

Kalau standar sanitasi di SLB disamakan dengan sekolah biasa tanpa penyesuaian, hasilnya bisa lebih buruk daripada tidak ada standar sama sekali. Toilet yang tidak ramah kursi roda, misalnya, tetap tidak terpakai meskipun tersedia.

Karena itu, pemantauan yang menyertakan SLB memberi sinyal bahwa kesehatan sekolah bukan hanya urusan sekolah dengan siswa terbanyak. Ia menyangkut semua anak, termasuk yang paling rentan tertinggal dari layanan.

Kata Disdikbud dan Dinsos P3A

Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Luwu Timur, Agus Zaman, mengapresiasi kesiapan sekolah yang dikunjungi. Ia berharap fasilitas kesehatan dan kebersihan lingkungan terus dijaga serta ditingkatkan.

Menurutnya, standar kesehatan dan kebersihan sekolah penting untuk mencegah penyebaran penyakit, menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta menjaga konsentrasi peserta didik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Dinsos P3A Luwu Timur, Ramlah Muhammad Djono Sanusi, menegaskan bahwa lingkungan sehat merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar anak.

Dua pernyataan itu mewakili dua sudut pandang yang saling melengkapi. Disdikbud melihat kesehatan sekolah sebagai prasyarat belajar. Dinsos P3A melihatnya sebagai kewajiban negara terhadap anak. Keduanya bertemu pada satu kesimpulan: sekolah tidak bisa hanya dinilai dari nilai ujian.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga