Andi Amar Ma’ruf Sulaiman melihat keamanan di tingkat desa sebagai fondasi penting bagi tumbuhnya ekonomi warga Luwu Timur. Bagi Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan itu, pelaku UMKM, pemuda produktif, dan pengusaha lokal membutuhkan lingkungan yang aman, dekat dengan aparat, serta bebas dari gangguan sosial yang menghambat usaha.
Andi Amar dan pentingnya rasa aman untuk ekonomi desa
Sudut itu menguat setelah Fraksi Gerindra DPR RI memuat rilis tentang perhatian Andi Amar terhadap Bhabinkamtibmas. Dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan sejumlah pejabat utama Mabes Polri di Kompleks Parlemen Senayan pada 17 November 2025, ia menyoroti beban kerja personel kepolisian yang berada paling dekat dengan warga.
Rilis tersebut menyebut Andi Amar menilai Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di tingkat desa. Ia menggambarkan ada personel yang menangani dua hingga tiga desa, sehingga dukungan terhadap mereka perlu sejalan dengan besarnya tanggung jawab di lapangan. Pesan ini relevan untuk Luwu Timur, daerah yang wilayah desanya tersebar dan aktivitas ekonominya bertumpu pada pertanian, perdagangan kecil, jasa, tambang pendukung, serta usaha keluarga.
Dalam konteks warga, keamanan bukan hanya urusan laporan kriminal. Rasa aman menentukan apakah kios bisa buka sampai malam, apakah petani tenang membawa hasil panen, apakah pemuda berani merintis usaha jasa, dan apakah pengurus desa cepat merespons potensi gangguan. Karena itu, perhatian pada Bhabinkamtibmas dapat dibaca sebagai dukungan terhadap pelayanan publik yang dekat, praktis, dan terasa langsung oleh masyarakat.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Pengusaha muda butuh kepastian di kampung sendiri
Andi Amar juga memimpin BPD HIPMI Sulawesi Selatan periode 2024-2027. Peran ini membuat isu keamanan desa tidak berdiri sendiri. Di banyak daerah, termasuk Luwu Timur, pengusaha muda sering memulai dari usaha kecil: kuliner rumahan, bengkel, jasa angkut, pemasok kebutuhan proyek, perdagangan hasil kebun, hingga usaha digital sederhana. Mereka memerlukan pasar, modal, jejaring, dan yang tidak kalah penting, kepastian bahwa lingkungan usaha tidak mudah terganggu.
Artikel SuaraLutim sebelumnya tentang pengusaha lokal Luwu Timur menekankan pentingnya warga daerah tidak hanya menjadi penonton. Dalam praktiknya, semangat itu butuh ekosistem. Keamanan lingkungan menjadi salah satu lapisan awal sebelum pelaku usaha bicara ekspansi, sertifikasi, pemasaran digital, atau akses pembiayaan.
Bhabinkamtibmas dapat menjadi jembatan antara warga, pemerintah desa, pemuda, dan aparat. Ketika komunikasi berjalan baik, masalah kecil bisa dicegah sebelum menjadi konflik terbuka. Untuk daerah yang punya aktivitas industri, jalur logistik, pasar desa, serta kawasan pertanian, pendekatan pencegahan semacam ini membantu menjaga ritme ekonomi lokal.
Dari reformasi Polri ke layanan yang dirasakan warga
Dalam rilis Fraksi Gerindra, Andi Amar menempatkan reformasi Polri bukan hanya pada sistem besar dan teknologi. Ia menilai kualitas pelayanan di lapangan ikut menentukan kepercayaan publik. Cara pandang ini penting karena warga biasanya menilai negara dari pengalaman sehari-hari: apakah aparat mudah ditemui, apakah laporan didengar, apakah mediasi dilakukan adil, dan apakah pencegahan berjalan sebelum masalah membesar.
Untuk Luwu Timur, pendekatan ini cocok dengan kebutuhan desa yang dinamis. Di satu sisi, daerah ini memiliki potensi pertanian, UMKM, pariwisata, dan rantai jasa industri. Di sisi lain, perubahan ekonomi sering memunculkan gesekan kecil: persaingan usaha, keamanan pasar, ketertiban jalan, atau kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak muda. Bhabinkamtibmas yang kuat dapat membantu desa membaca gejala sejak awal.
SuaraLutim juga pernah mengulas strategi UMKM Luwu Timur naik kelas. Salah satu pelajaran besarnya adalah usaha kecil tidak cukup hanya diberi motivasi. Mereka butuh lingkungan pendukung. Dukungan aparat desa dan kepolisian di tingkat bawah dapat membuat kegiatan pelatihan, bazar, distribusi barang, dan transaksi harian berjalan lebih tertib.


