Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

Andi Amar Dorong Petani Milenial di Agribisnis Luwu Timur

26 September 2026 • Admin • 33 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Belajar dari Smart Farming hingga Ekosistem Desa

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebenarnya sudah menyiapkan jalur teknisnya lewat Sekolah Lapang Tanaman Cabai Berbasis Smart Farming. Kegiatan itu digelar di lahan Kelompok Wanita Tani Anggrek, Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, sebagai bagian dari proyek aksi perubahan seorang pejabat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lutim. Dalam laporan Warta Lutim, smart farming disebut sebagai salah satu solusi atas kurangnya tenaga kerja dan minimnya minat milenial menggarap lahan.

Di tingkat desa, ada pula program Pandu Juara yang menyiapkan pendanaan hingga Rp2 miliar per desa serta pendampingan teknis dan sertifikasi produk. Program yang diluncurkan akhir Desember 2025 itu menempatkan BUMDesma sebagai pusat ekosistem bisnis desa yang menyatukan produksi, pengolahan, dan pemasaran komoditas unggulan lintas desa, seperti diuraikan dalam pemberitaan Warta Lutim. Petani dan pelaku UMKM desa diposisikan sebagai jantung produksi dalam rantai nilai hulu sampai hilir.

Langkah yang Bisa Disiapkan Pengusaha Muda Daerah

  • Masuk jejaring organisasi seperti HIPMI agar tidak bergerak sendiri, lalu manfaatkan sesi business matching untuk bertemu calon mitra.
  • Susun rencana usaha yang rapi dan terukur, karena akses permodalan menuntut angka, bukan hanya semangat.
  • Urus legalitas dan sertifikasi produk lebih awal supaya produk bisa masuk ritel, hotel, atau pengadaan institusi.
  • Bangun kemitraan hulu-hilir: amankan pasokan bahan baku, siapkan pengolahan sederhana, dan pastikan kanal pemasarannya.
  • Pakai teknologi sesuai kapasitas, dari pencatatan keuangan digital sampai penerapan smart farming bertahap.

Peran di rantai agribisnis pun terbuka lebar, tidak melulu soal menggarap lahan sendiri. Sebagian pemain muda justru lebih cepat tumbuh di segmen jasa dan pengolahan karena modal awalnya lebih ringan serta perputarannya lebih cepat.

Segmen Contoh usaha yang bisa dimulai
Hulu Pembibitan, penyediaan sarana produksi, jasa olah lahan dan mesin pertanian
Budidaya Padi, hortikultura, lada dan rempah, hingga ternak skala rumah tangga
Pengolahan Pengeringan dan penggilingan, kemasan ritel, olahan pangan siap jual
Pemasaran Distribusi antarkecamatan, pasokan ke kafe dan hotel, penjualan daring

Kontribusi Wirausaha Muda bagi Ekonomi Daerah

Alasan mengapa regenerasi pelaku usaha ini penting bukan hanya soal jumlah petani. Usaha yang tumbuh di level mikro dan kecil menyerap tenaga kerja dari lingkungan terdekat, sehingga penghasilan berputar di kecamatan yang sama, bukan mengalir keluar daerah. Efek itu terasa paling nyata ketika nilai tambah komoditas dikerjakan di tempat asalnya.

Tata Atur
Iklan

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi petani muda dan pelaku UMKM relatif mirip di banyak daerah: keterbatasan modal awal, akses pasar yang sempit, serta pengetahuan manajemen yang belum tertata. Karena itu, pendampingan yang berkelanjutan biasanya lebih menentukan dibanding bantuan yang hanya sekali datang lalu selesai.

Pesan Andi Amar senada dengan arah itu. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi menjadi kunci agar usaha muda tidak berhenti di tahap coba-coba. Bagi daerah dengan basis pertanian seperti Luwu Timur, kolaborasi semacam itu adalah jalan paling masuk akal untuk menjaga pasokan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa Andi Amar Ma’ruf Sulaiman?
Ia anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Gerindra yang duduk di Komisi III, sekaligus Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan periode 2024–2027. Daerah pemilihannya Sulawesi Selatan II, bukan Luwu Timur.

Apa kaitan HIPMI Sulawesi Selatan dengan pengusaha Luwu Timur?
HIPMI Sulawesi Selatan membawahi HIPMI kabupaten dan kota, termasuk HIPMI Luwu Timur. Lewat jenjang itu, anggota daerah dapat mengakses pelatihan, jejaring pasar, dan pertemuan dengan mitra pembiayaan.

Apa itu Program YESS yang dibahas Andi Amar?
Program YESS atau Youth Entrepreneurship and Employment Support Services adalah inisiatif Kementerian Pertanian RI bersama IFAD untuk mencetak wirausaha muda pertanian yang produktif dan inovatif.

Dari forum di Makassar sampai sekolah lapang di Malili, benang merahnya sama: peluang di sektor pangan Luwu Timur menunggu orang yang mau menggarapnya dengan cara baru. Bagi pengusaha muda daerah, saat paling menguntungkan untuk masuk justru ketika rantai nilainya belum rapi, bukan setelah semuanya dikuasai pemain besar.

Sumber: gerindra.id, netral.co.id, unhas.ac.id, dan Warta Lutim (warta.luwutimurkab.go.id).

Gambar: Dok. gerindra.id.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga