Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

Andi Amar Dorong Petani Milenial di Agribisnis Luwu Timur

26 September 2026 • Admin • 33 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menilai sektor pertanian tidak lagi bisa dipandang sebagai pekerjaan konvensional. Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Gerindra yang juga Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan itu mendorong tumbuhnya lebih banyak petani milenial dan pelaku usaha agribisnis, termasuk dari Luwu Timur. Baginya, regenerasi pelaku usaha di sektor pangan adalah soal kemandirian ekonomi, bukan sekadar agenda seremonial.

Wirausaha Muda Pertanian Jadi Fokus Andi Amar

Dorongan itu ia sampaikan saat menghadiri Business Network Forum Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang digelar PPIU Sulawesi di Makassar. Forum tersebut mempertemukan puluhan petani pengusaha atau petani milenial binaan Program YESS dengan tim manajemen program. Rangkaian acaranya meliputi diskusi panel, sesi jejaring bisnis (business matching), dan pameran produk UMKM.

Menurut Andi Amar, sektor pertanian memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya digarap generasi muda. Melalui program YESS, ia berharap muncul lebih banyak petani milenial dan pelaku usaha agribisnis yang inovatif serta berdaya saing tinggi. “Pertanian bukan lagi pekerjaan konvensional. Di tangan anak muda, sektor ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru yang modern dan menguntungkan,” ujar anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II itu, dikutip dari rilis resmi Partai Gerindra.

Ia menilai forum jejaring bisnis menjadi wadah penting untuk membangun kolaborasi dan mempertemukan pemuda dengan mitra strategis, mulai dari perbankan, lembaga pelatihan, hingga investor. Karena itu ia menegaskan bahwa anak muda membutuhkan ekosistem yang menopang, bukan hanya motivasi sesaat. “Anak muda butuh ekosistem yang mendukung. Di sinilah peran semua pihak dibutuhkan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun perguruan tinggi,” tegasnya.

Tata Atur
Iklan

Dalam kesempatan yang sama, Andi Amar mendorong pemerintah memperluas akses permodalan, pelatihan keterampilan, dan pendampingan berkelanjutan bagi wirausaha muda bidang pertanian. Ia menyebut dukungan yang tepat dapat mencetak petani-pengusaha muda yang tidak hanya sukses di daerahnya, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Program YESS sendiri merupakan inisiatif Kementerian Pertanian RI bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Petani Milenial Luwu Timur dan Peluang Agribisnis

Bagi pembaca Luwu Timur, gagasan itu bukan wacana yang jauh dari lahan sendiri. Daerah ini punya basis pertanian yang lebar, dan sebagian hasilnya sudah menembus pasar di luar daerah. SuaraLutim mencatat panen uji coba (oplah) padi di Luwu Timur yang menyentuh 8,9 ton per hektare, kawasan lada terpadu Loeha Raya yang sedang dirancang, hingga melon Wanasari yang tembus pasar Makassar.

Yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah siapa yang akan menggarapnya pada sepuluh tahun ke depan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur sendiri pernah menyoroti dua persoalan mendasar di lapangan: kurangnya tenaga kerja dan rendahnya minat kaum milenial untuk aktif membudidayakan tanaman. Artinya, regenerasi petani bukan isu wacana, melainkan persoalan nyata di kebun dan sawah.

Di titik itu, ajakan Andi Amar bertemu dengan kebutuhan daerah. Peluangnya tidak hanya sebagai petani penggarap, tetapi juga pemasok bahan baku, pengolah hasil, penyedia jasa angkutan, hingga pemilik merek produk pangan lokal. Semua peran itu bisa diisi anak muda yang mau masuk lebih awal, ketika pasar masih dibentuk dan belum penuh sesak.

Kolaborasi HIPMI Sulawesi Selatan, Kampus, dan Akses Pasar

Jalur pendampingan itu bukan tanpa saluran. Dalam rangkaian Business Network Forum, tercatat penandatanganan nota kesepahaman antara Polbangtan Gowa melalui Program YESS dan BPD HIPMI Sulawesi Selatan, sebagaimana dilaporkan Netral.co.id. Kesepahaman itu membuka ruang pelatihan dan pendampingan bagi anggota yang bergerak di sektor pertanian dan pangan.

Kedekatan Andi Amar dengan dunia kampus juga tampak dari kehadirannya sebagai salah satu pembicara dalam sesi Business Inspiration Talks pada peluncuran Program Inkubasi Bisnis Universitas Hasanuddin. Dalam program itu, kampus menginkubasi sejumlah wirausaha rintisan untuk mengembangkan produk berorientasi dampak sosial, seperti dicatat laman resmi Unhas.

Bagi pengusaha muda Luwu Timur, siaran itu punya arti praktis. HIPMI Sulawesi Selatan membawahi HIPMI kabupaten dan kota, termasuk HIPMI Luwu Timur. Artinya ada jenjang organisasi tempat anggota dari daerah bisa mengakses pelatihan, jejaring bisnis, dan pertemuan dengan pembeli maupun penyandang modal yang lebih luas.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga