HIPMI Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman membuka jalur peningkatan kapasitas bagi pengusaha muda di kabupaten dan kota, termasuk Luwu Timur. Jalur itu berjalan lewat HIPMI Institute Sulawesi Selatan, badan otonom yang menyusun kurikulum pelatihan, menghubungkan anggota dengan kampus, sekaligus menyiapkan ruang jejaring bisnis. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Luwu Timur, yang ditawarkan bukan sekadar motivasi, melainkan tangga untuk naik kelas.
Andi Amar sendiri adalah Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Gerindra untuk daerah pemilihan Sulawesi Selatan II, sekaligus Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan periode 2024–2027. Dari dua posisi itu ia berulang kali menegaskan satu hal yang sama: pengusaha daerah harus dibina lewat program yang terukur, bukan seremoni.
HIPMI Sulawesi Selatan dan Jalur Pelatihan Pengusaha Muda
Titik mulainya bisa ditelusuri. Pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, Hotel MaxOne Makassar menjadi tempat pelantikan 113 pengurus HIPMI Institute Sulawesi Selatan periode 2026–2028. Pelantikan itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, sebagaimana dilaporkan ANTARA News Makassar.
Ketua HIPMI Institute Sulawesi Selatan, Muhammad Yusuf Sirajuddin, menjelaskan arah lembaga itu. Tagline yang dipakai adalah “Skill up founder, Scale up bisnis” — keterampilan pendiri usaha yang naik, bisnisnya ikut tumbuh. Programnya disusun bertahap: kelas gratis lebih dulu agar bisa dirasakan selapisan pelaku usaha, lalu berlanjut ke pelatihan yang lebih intens, eksklusif, dan profesional dengan pemateri lokal maupun nasional.
“Ada program kami buat untuk universitas-universitas, bagaimana kita memberikan wadah buat mahasiswa, bisa dimotivasi ketika dia lulus dari kampusnya, bukan berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan, tapi bagaimana membuka pekerjaan,” kata Yusuf.
Selain pelatihan, ada dua hal lain yang disebut dalam laporan yang sama. Pertama, kerja sama formal dengan perguruan tinggi, salah satunya Universitas Muhammadiyah Makassar lewat nota kesepahaman. Kedua, rencana membangun hub fisik sebagai rumah pembinaan, lengkap dengan kurikulum yang disusun khusus. Program podcast dengan pengusaha yang lebih dulu berhasil juga disiapkan sebagai bahan belajar anggota.
Posisi Sulawesi Selatan dalam peta nasional pun ditegaskan. Ketua DPP HIPMI Institute, Rizkha Gita Miranti, menyebut HIPMI Institute Sulawesi Selatan sebagai Hub Kawasan Timur Indonesia — pusat pengembangan kapasitas, jejaring, dan inovasi bagi pengusaha muda di kawasan timur, seperti dilaporkan ANTARA News Makassar pada pemberitaan terpisah.
“Alhamdulillah pelantikan pengurus Hipmi Institute di Sulsel ini berkomitmen meningkatkan SDM pelaku usaha di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Rizkha.
Keterlibatan Andi Amar pada tahap penyiapan juga tercatat. Pada 8 April 2026, ia memfasilitasi silaturahmi perdana calon pengurus HIPMI Institute Sulawesi Selatan di AAS Building, Makassar. Laporan Harian Fajar menyebut fasilitasi itu sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih terstruktur, modern, dan berdaya saing, terutama bagi generasi muda.
Cara kerja itu sejalan dengan yang ia sampaikan saat membuka Rakerda XVI BPD HIPMI Sulawesi Selatan di Toraja, 11 April 2025. “Jangan asal buat program kerja besar, tapi tidak bisa dilakukan. Yang penting memberikan manfaat dan bisa diukur hasilnya,” kata Andi Amar, dikutip Media Center Luwu.


