Konsolidasi organisasi, bukan sekadar seremoni
Pelantikan DPW PAN Sulsel kali ini juga memiliki makna organisasi. Sebelumnya, kepemimpinan PAN Sulsel hasil musyawarah wilayah 2025 dijabat Husniah Talenrang. Namun, DPP PAN menarik Husniah ke posisi wakil sekretaris jenderal dan menunjuk Ashabul Kahfi untuk melaksanakan tugas Ketua PAN Sulsel hingga didefinitifkan sampai 2029.
Dalam sejumlah pemberitaan menjelang pelantikan, Sekretaris DPW PAN Sulsel Chaidir Syam menyebut agenda tersebut menjadi momentum memperkuat struktur partai di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Selatan dilantik dalam rangkaian yang sama, menandai konsolidasi organisasi secara lebih serentak.
Konsolidasi seperti ini penting karena partai tidak hanya bekerja saat masa kampanye. Di luar pemilu, struktur daerah harus tetap bergerak untuk merespons persoalan masyarakat. Di Luwu Timur, isu yang kerap bersentuhan dengan warga antara lain lapangan kerja, pelaku usaha lokal, pendidikan, infrastruktur desa, pertanian, perikanan, dan tata kelola sektor industri.
Bagi partai politik, target kursi baru akan bermakna jika diterjemahkan menjadi agenda yang dirasakan warga. Itulah tantangan PAN Sulsel di bawah kepemimpinan Ashabul Kahfi: menyatukan target elektoral dengan kerja pelayanan politik di daerah.
Jejak panjang Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi dikenal sebagai salah satu politisi senior PAN di Sulawesi Selatan. Selain berlatar Muhammadiyah, ia memiliki pengalaman panjang di parlemen daerah dan nasional. Jejak itu menjadi salah satu alasan DPP PAN kembali mempercayakannya memimpin DPW PAN Sulsel.
Dalam pidatonya, Ashabul juga menyinggung pengalaman masa lalunya di DPRD Sulsel. Ia mengaku pernah menduduki posisi pimpinan DPRD Sulsel selama tiga periode sebelum melanjutkan karier politik ke Senayan sebagai anggota DPR RI.
Pengalaman tersebut menjadi dasar optimismenya untuk mengembalikan posisi PAN di parlemen Sulawesi Selatan. Ia menyampaikan keinginan agar PAN kembali masuk dalam jajaran kekuatan utama di DPRD Sulsel melalui kerja kolektif kader dan pengurus.
“Insya Allah dengan semangat dan potensi yang begitu banyak bergabung ke PAN, kita optimis mengembalikan kursi dan pimpinan di DPRD Provinsi Sulsel,” kata Ashabul, sebagaimana dikutip dari laporan Majesty.co.id.
Apa arti target itu untuk Luwu Timur
Bagi warga Luwu Timur, target PAN Sulsel dapat dibaca dari dua arah. Pertama, sebagai dorongan bagi kader daerah agar lebih aktif menyuarakan kebutuhan wilayahnya dalam forum partai. Kedua, sebagai kesempatan bagi pengusaha, pelaku UMKM, pemuda, dan komunitas lokal untuk memastikan agenda daerah masuk dalam percakapan politik provinsi.
Luwu Timur memiliki karakter ekonomi yang berbeda dibanding banyak daerah lain di Sulawesi Selatan. Daerah ini memiliki sektor industri pertambangan, pertanian, perikanan, UMKM, dan kawasan desa yang membutuhkan perhatian kebijakan. Karena itu, partai dengan jaringan provinsi harus mampu membaca kebutuhan daerah secara spesifik, bukan hanya membawa slogan umum.
Jika PAN Sulsel ingin mengejar target besar pada 2029, Luwu Timur tidak cukup ditempatkan sebagai angka dukungan. Daerah ini perlu dilihat sebagai wilayah strategis yang membutuhkan kerja politik berkelanjutan: membuka ruang aspirasi, memperkuat kader lokal, dan memastikan program partai menyentuh kebutuhan warga.
Karena itu, pelantikan Ashabul Kahfi untuk periode kepemimpinan baru DPW PAN Sulsel bisa menjadi momentum bagi kader PAN Luwu Timur untuk mempertegas peran. Konsolidasi provinsi harus diterjemahkan menjadi kerja yang terlihat di daerah, terutama dalam memperkuat fungsi fraksi, mendorong pelayanan publik, dan memperluas manfaat politik bagi masyarakat.
Baca juga di SuaraLutim
- PAN Luwu Timur Siap Hadiri Pelantikan Akbar 7 Oktober
- HIPMI Bone dan KPP Watampone Sepakati Pendampingan UMKM
- HIPMI Sulsel dan BSI Sepakati Pembiayaan Pengusaha Muda
Pertanyaan yang sering muncul
Siapa Ashabul Kahfi?
Ashabul Kahfi adalah politisi senior PAN, anggota DPR RI, dan kembali dilantik sebagai Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan. Ia juga dikenal sebagai tokoh berlatar Muhammadiyah.
Apa target PAN Sulsel setelah pelantikan ini?
Ashabul Kahfi menargetkan PAN Sulsel meraih lima kursi DPR RI dan 10 kursi DPRD Sulsel pada Pemilu 2029.
Mengapa berita ini relevan untuk Luwu Timur?
Karena Luwu Timur berada dalam jaringan politik PAN Sulsel dan menjadi bagian dari peta konsolidasi menuju Pemilu 2029, termasuk melalui Fraksi PAN DPRD Luwu Timur dan Dapil Sulsel III untuk DPR RI.
Sumber: Majesty.co.id, Pedoman Rakyat, dan data rujukan Fraksi PAN DPRD Luwu Timur yang telah dihimpun redaksi SuaraLutim. Artikel ini dimuat sebagai advertorial.


