WATAMPONE – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bone melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone, Senin (5/10/2026). Pertemuan di Ruang Rapat KPP Pratama Watampone itu menghasilkan kesepakatan untuk menjajaki kerja sama konkret di bidang edukasi perpajakan dan pendampingan laporan keuangan bagi pelaku UMKM.
Bagi pengusaha muda di Luwu Timur, langkah HIPMI Bone itu relevan untuk dicermati. Persoalan yang dibahas sama: bagaimana usaha kecil menyusun laporan keuangan yang rapi dan menjalankan kewajiban perpajakan tanpa mengganggu arus kas usaha. Di Luwu Timur, urusan itu dilayani melalui KP2KP Malili yang berada di wilayah kerja KPP Pratama Palopo.
Kunjungan di Ruang Rapat KPP Pratama Watampone
Rombongan HIPMI Bone dipimpin langsung Ketua Umumnya, Andi Sinrang, didampingi Dewan Pembina H. Bahtiar beserta jajaran pengurus. Kedatangan mereka disambut Kepala KPP Pratama Watampone, Helmy Lesmana, SE., Ak., MBA, bersama para pejabat dan pegawai kantor tersebut.
Dalam sambutannya, Helmy menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan itu menjadi langkah awal mempererat sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak, dalam hal ini KPP Pratama Watampone, dan HIPMI Bone sebagai pemangku kepentingan.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan teman-teman HIPMI Bone. Kami siap menjadi partner bagi para pengusaha di bawah organisasi HIPMI Bone dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” ujar Helmy.
Ia menambahkan, HIPMI Bone diharapkan menjadi salah satu jembatan komunikasi antara pengusaha sebagai wajib pajak dan KPP Pratama Watampone sebagai entitas perpajakan.
Apa yang disepakati
Ketua Umum HIPMI Bone, Andi Sinrang, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diterima rombongannya. Ia berharap hubungan baik itu tidak berhenti pada kunjungan seremonial, melainkan ditindaklanjuti dengan kegiatan bersama.
“Kami berharap hubungan baik ini dapat diteruskan dengan kegiatan-kegiatan bersama antara HIPMI dengan KPP Watampone, terutama terkait pendampingan penyusunan laporan keuangan bagi para pengusaha UMKM dan pelaporan perpajakannya,” kata Andi Sinrang.
Dari pertemuan itu, kedua pihak sepakat menjajaki tiga bentuk kerja sama. Pertama, edukasi perpajakan bagi anggota HIPMI. Kedua, pendampingan penyusunan laporan keuangan untuk pelaku UMKM. Ketiga, sosialisasi kewajiban perpajakan bagi pengusaha muda di Kabupaten Bone.
Ketiganya menyasar persoalan yang sama: banyak pelaku usaha kecil menjalankan bisnis dengan pencatatan sederhana, sementara administrasi pajak menuntut pembukuan yang tertib. Jembatan antara dua kebutuhan itu memang lebih efektif dibangun lewat pendampingan, bukan lewat teguran.
Kenapa laporan keuangan jadi kunci
Bagi usaha kecil, laporan keuangan sering dianggap urusan akhir tahun. Padahal, catatan yang rapi membuat pemilik usaha tahu margin sebenarnya, tahu kapan harus menambah stok, dan tahu kemampuan angsuran ketika mengajukan pembiayaan ke bank.
Dari sisi perpajakan, pembukuan yang tertib memudahkan penghitungan kewajiban dan mengurangi risiko kesalahan lapor. Inilah titik temu antara kepentingan pengusaha dan kepentingan negara: usaha yang tertib administrasi lebih mudah tumbuh, dan penerimaan negara ikut terjaga.
Karena itu, kerja sama antara organisasi pengusaha dan kantor pajak biasanya paling terasa ketika berbentuk kelas praktis. Peserta diajak mengisi contoh laporan sederhana, menghitung pajak terutang, sampai memahami cara melaporkan SPT secara daring.


