Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
SUARALUTIM.COM, MALILI — Legislator Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Luwu Timur turut ambil bagian dalam monitoring pembangunan di Kecamatan Towuti, Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang melibatkan enam anggota DPRD dari daerah pemilihan Luwu Timur 5 itu menjadi salah satu bentuk kerja lapangan Fraksi PAN dalam menjaring kebutuhan warga di wilayah Nuha dan Towuti. Bagi PAN Luwu Timur, turun langsung ke desa dan kecamatan adalah bagian dari tugas yang melekat pada jabatan legislatif.
Monitoring tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Anggota dewan memantau kondisi infrastruktur wilayah, berdialog dengan jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat, lalu menginventarisasi kebutuhan prioritas untuk dibawa ke pembahasan di gedung DPRD.
PAN Luwu Timur dan Monitoring Dapil V
Daerah pemilihan Luwu Timur 5 mencakup Kecamatan Nuha dan Towuti. Kedua wilayah ini berada di bagian utara Luwu Timur, relatif jauh dari pusat pemerintahan di Malili, dan menjadi salah satu pusat aktivitas industri nikel di Sulawesi Selatan.
Kondisi geografis itu membuat persoalan layanan dasar di kawasan ini punya karakter sendiri: jarak tempuh panjang, akses jalan yang bergantung pada kondisi cuaca, dan kebutuhan fasilitas publik yang tidak selalu sebanding dengan beban penduduk.
Enam Legislator Turun ke Lapangan
Monitoring di Towuti diikuti oleh Erick Estrada S., Ir. Alamsyah, S.T., Muh. Rivaldi, S.H., Aripin, S.Ag., M.H., Yusuf Pombatu, S.E., dan Prima Eyza Purnama. Empat di antaranya tercatat sebagai anggota Fraksi PAN, yakni Alamsyah, Rivaldi, Yusuf Pombatu, dan Prima Eyza.
Dalam kegiatan itu, anggota dewan memantau langsung kondisi infrastruktur serta berdialog dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat setempat. Fokusnya menginventarisasi kebutuhan prioritas sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung di lapangan.
Apa yang Dipantau
- Kondisi infrastruktur jalan dan akses antarwilayah di Kecamatan Towuti.
- Kebutuhan prioritas yang disampaikan pemerintah desa dan tokoh masyarakat.
- Kesiapan layanan publik di tingkat kecamatan.
- Usulan warga yang perlu masuk dalam pembahasan anggaran dan kebijakan daerah.
Hasil pantauan lapangan, temuan, dan aspirasi yang terhimpun dibawa ke DPRD Luwu Timur sebagai bahan evaluasi resmi. Dari situ, pembahasan berpindah ke ranah komisi dan badan anggaran, tempat prioritas pembangunan disandingkan dengan kemampuan keuangan daerah.
Fungsi Pengawasan yang Berjalan di Lapangan
Dalam kerangka tugas DPRD, monitoring bukan kegiatan tambahan. Fungsi pengawasan mengharuskan anggota dewan memastikan program yang sudah dianggarkan benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.
Karena itu, pola kerja yang dipakai adalah verifikasi berlapis: rapat dengar pendapat di gedung dewan, kunjungan lapangan, lalu pembahasan tindak lanjut bersama perangkat daerah. Setiap tahap menghasilkan catatan yang berbeda, dan semuanya dibutuhkan agar keputusan tidak berhenti pada asumsi.
Fraksi PAN menempatkan pendekatan ini sebagai bagian dari komitmen kerja legislatif: hadir di daerah pemilihan, mendengar langsung, lalu mengawal hasilnya di forum resmi. Bagi warga Nuha dan Towuti, kehadiran anggota dewan di lapangan menjadi kesempatan menyampaikan persoalan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Malili.
Dari Lapangan ke Gedung DPRD
Aspirasi yang dihimpun di lapangan biasanya masuk melalui dua jalur. Pertama, melalui pembahasan komisi sesuai bidang kerja, misalnya Komisi III yang membidangi pembangunan. Kedua, melalui badan anggaran saat pagu dan alokasi dibicarakan bersama pemerintah daerah.
Karena itu, hasil monitoring yang tampak sederhana, misalnya catatan tentang jalan rusak atau fasilitas yang belum berfungsi, bisa menjadi bahan penting ketika prioritas anggaran disusun. Tanpa data lapangan, pembahasan anggaran mudah berputar pada angka tanpa konteks.


