SUARALUTIM.COM – PAN Luwu Timur punya dapil yang sedang jadi pusat perhatian: Kecamatan Nuha dan Towuti, wilayah yang mencakup Sorowako. Pada 6 hingga 10 Oktober 2026, kawasan itu menjadi tuan rumah Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, agenda yang membawa ribuan tamu dari seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.
Bagi legislator Fraksi PAN DPRD Kabupaten Luwu Timur dari daerah pemilihan Luwu Timur 5, Prima Eyza Purnama, penyelenggaraan agenda sebesar itu menuntut perhatian pada hal-hal yang terlihat sederhana tetapi berdampak langsung: kesiapan lokasi, kebersihan kawasan danau, kesiapan penginapan, dan keterlibatan pelaku usaha kecil warga Nuha.
PAN Luwu Timur: Sorowako Bersiap Jadi Tuan Rumah
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mematangkan persiapan melalui rapat pemantapan yang dipimpin Bupati Irwan Bachri Syam bersama panitia dan sejumlah kepala perangkat daerah di Aula Kantor Camat Nuha, Jumat (25/9/2026). Setelah rapat, Bupati bersama kepala perangkat daerah meninjau langsung Lapangan Iniaku Sorowako untuk memastikan kebutuhan penyelenggaraan siap dipakai.
Perhatian diarahkan pada kesiapan lokasi kegiatan, fasilitas pendukung, hingga tempat penginapan tamu. Sejumlah infrastruktur dan fasilitas dibenahi, sementara koordinasi antarpanitia dan perangkat daerah diperkuat. Pemerintah kabupaten juga menyiapkan kemudahan bagi peserta, termasuk seragam dan fasilitas yang diberikan secara gratis.
“Karena tamu-tamu kita nantinya akan berdatangan ke Sorowako, persiapan harus maksimal. Saya berharap seluruh panitia dan ASN betul-betul mengambil peran,” kata Bupati Irwan, seperti dilaporkan Warta Lutim.
Rangkaian Harkopnas di Luwu Timur mencakup pekan expo UMKM, sehingga Sorowako tidak hanya menjadi tempat upacara, tetapi juga etalase produk koperasi dan usaha mikro dari berbagai daerah. Bagi wilayah Nuha dan Towuti, ini adalah momen langka: perhatian provinsi datang langsung ke kampung sendiri.
Prima Eyza Purnama dan Komisi I DPRD Luwu Timur
Prima Eyza Purnama tercatat sebagai anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Luwu Timur untuk daerah pemilihan Luwu Timur 5, yang mencakup Kecamatan Nuha dan Towuti. Berdasarkan susunan alat kelengkapan dewan yang tercatat pada dokumen DPRD Luwu Timur, ia duduk di Komisi I Bidang Pemerintahan, sekaligus anggota Badan Musyawarah dan anggota Badan Kehormatan.
Komisi I adalah mitra kerja perangkat daerah yang menangani urusan pemerintahan dan pelayanan publik, termasuk dinas yang mengurus komunikasi dan informasi, kepegawaian, serta layanan administratif warga. Dalam kerangka itu, agenda besar seperti Harkopnas menyentuh langsung ruang lingkup pengawasan komisi: kesiapan aparatur, ketertiban pelayanan, dan kesiapan fasilitas publik di wilayah yang menjadi tuan rumah.
Kehadiran seorang legislator dari dapil Nuha-Towuti pada komisi pemerintahan membuat aspirasi warga sekitar Sorowako punya jalur penyampaian yang lebih dekat, mulai dari keluhan soal fasilitas umum sampai usulan penataan kawasan wisata dan permukiman.
Dampak yang Bisa Dirasakan Warga Nuha dan Towuti
Agenda koperasi dan UMKM identik dengan pelaku usaha kecil. Selama pekan expo berlangsung, kebutuhan konsumsi, transportasi, dan akomodasi meningkat tajam. Yang paling siap menangkap peluang itu biasanya bukan pengusaha besar, melainkan penjual makanan, penyedia penginapan, dan pemilik usaha jasa di sekitar lokasi kegiatan.
- Pelaku kuliner warga. Permintaan makanan dan minuman naik, termasuk untuk kebutuhan peserta dan panitia.
- Penyedia penginapan. Tamu dari kabupaten/kota memerlukan tempat menginap, sehingga penginapan kecil berpeluang terisi.
- Produsen koperasi dan UMKM. Expo menjadi ruang memperkenalkan produk ke jaringan koperasi provinsi.
- Jasa transportasi dan perahu. Mobilitas tamu di kawasan Nuha dan Towuti membuka permintaan layanan angkutan lokal.
Karena eksposurnya besar, jejak Harkopnas diyakini tidak berhenti saat acara usai. Jika pelayanan selama acara berjalan baik, reputasi Sorowako sebagai kota penyelenggara akan terbawa oleh tamu yang pulang dan bercerita. Ini berkaitan langsung dengan arah pengembangan pariwisata kawasan, yang selama ini bertumpu pada Danau Matano dan danau-danau di sekitarnya.


