Harapan PKK Lutim dan Rencana Lanjutan
Hj. Heriwati Abdullah berharap pelatihan itu memberi bekal nyata bagi kader untuk membantu masyarakat di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pemahaman yang benar menjadi kunci agar bantuan yang diberikan tetap sesuai tuntunan syariat.
“Harapan kami, para kader dapat mengetahui dan memahami tata cara memandikan jenazah dan mengkafani jenazah, sehingga nantinya dapat membantu ketika ada warga yang membutuhkan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan serupa tidak berhenti di Kecamatan Angkona. TP PKK Lutim berencana melaksanakan pelatihan tersebut di kecamatan lain sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader dalam menjalankan peran sosial.
Ketua Pokja I TP PKK Kecamatan Angkona, Rosdiana, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku senang Kecamatan Angkona mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan Pokja I TP PKK Kabupaten Luwu Timur pada triwulan III.
“Kami sangat gembira karena kegiatan Pokja I PKK Kabupaten pada triwulan III ini menunjuk Kecamatan Angkona sebagai tuan rumah. Melalui kegiatan ini, kami bisa mengetahui lebih detail bagaimana pelaksanaan memandikan jenazah dan mengkafani jenazah,” tuturnya.
Rosdiana menilai pengetahuan yang diperoleh akan diteruskan hingga tingkat desa dan dusun. Pihaknya berencana membentuk kelompok ibu-ibu yang memiliki keterampilan memandikan jenazah sehingga dapat membantu keluarga yang sedang berduka.
“Nantinya di PKK desa dan dusun akan kami bentuk kelompok ibu-ibu yang bisa membantu warga apabila ada keluarga yang meninggal. Tidak susah lagi mencari orang yang bisa, karena kader PKK semuanya sudah dilatih,” jelas Rosdiana.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Program PKK Mengaji dan Arah Pembinaan Keluarga
Pelatihan memandikan jenazah berada di bawah payung program PKK Mengaji. Program ini menempatkan kemampuan keagamaan praktis sebagai bagian dari pembinaan keluarga, bukan sekadar kegiatan seremonial di aula.
Pendekatannya cukup jelas: mengajak kader mempelajari hal-hal yang benar-benar dipakai dalam kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan itu kemudian dibawa pulang ke lingkungan masing-masing, menjadi keterampilan yang bisa dipakai sewaktu-waktu.
Bagi desa, hasilnya adalah kesiapan yang tidak perlu dibangun mendadak. Ketika ada warga meninggal, keluarga bisa fokus berduka dan menerima pelayat, sementara urusan jenazah ditangani kader yang sudah terlatih. Beban sosial seperti itu tidak tampak dalam dokumen perencanaan, tetapi sangat dirasakan warga.
Tahapan Fardhu Kifayah yang Perlu Dipahami
Dalam tradisi Islam, pengurusan jenazah mencakup empat tahap: memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. Keempatnya termasuk fardhu kifayah, artinya kewajiban yang ditanggung bersama warga. Bila sudah ada yang melaksanakan, kewajiban itu gugur bagi yang lain.
Pelatihan semacam ini biasanya menekankan dua hal sekaligus: tata cara dan adab. Tata cara mencakup urutan memandikan, penggunaan air dan bahan pembersih, serta cara mengafani. Adab mencakup menjaga aurat jenazah, tidak menceritakan kondisi jenazah kepada orang lain, dan memperlakukan prosesnya dengan tenang serta penuh penghormatan.
Karena menyentuh hal yang sensitif bagi keluarga, penguasaan adab sering lebih menentukan daripada keterampilan teknis semata. Kader yang terlatih diharapkan dapat hadir tanpa menambah beban keluarga yang sedang berduka, sekaligus memberi ketenangan bahwa prosesnya berjalan sesuai tuntunan.
Kebutuhan akan kader seperti ini tersebar merata di seluruh wilayah. Luwu Timur memiliki 11 kecamatan dan 128 desa serta kelurahan dengan luas wilayah sekitar 6.944 kilometer persegi. Jarak antarwilayah yang cukup jauh membuat kesiapan di tingkat desa dan dusun menjadi kunci, bukan mengandalkan bantuan dari ibu kota kabupaten.
FAQ Pelatihan Memandikan Jenazah PKK Lutim
Di mana dan kapan pelatihan ini dilaksanakan?
Pelatihan berlangsung di Masjid Nurul Hidayah, Desa Lamaeto, Kecamatan Angkona, pada Sabtu (19/9/2026), sebagai bagian dari program PKK Mengaji Pokja I TP PKK Kabupaten Luwu Timur.
Materi apa saja yang diajarkan?
Peserta menerima materi dan praktik tata cara memandikan jenazah serta mengafani jenazah sesuai syariat Islam. Materi disampaikan oleh Ny. Purwati Ningsih.
Apakah pelatihan serupa akan digelar di kecamatan lain?
Ya. TP PKK Luwu Timur menyatakan berencana melaksanakan pelatihan serupa di kecamatan lainnya, sekaligus mendorong pembentukan kelompok kader di tingkat desa dan dusun.
Yang Perlu Dipantau
Langkah berikutnya adalah memastikan rencana pembentukan kelompok kader di tingkat desa dan dusun benar-benar terwujud. Tanpa kelompok yang berjalan, keterampilan yang diperoleh bisa mengendur karena jarang dipraktikkan.
Selain itu, pelatihan serupa di kecamatan lain perlu dijadwalkan agar kesenjangan kapasitas antardaerah tidak melebar. Kabupaten Luwu Timur punya 11 kecamatan, dan kebutuhan akan kader terampil di setiap wilayah sama besar.
Artikel ini disusun dari laporan Warta Lutim dan Penalutim. Artikel terkait di SuaraLutim: BPBD dan PKK latih keluarga tanggap bencana, 125 anggota BPD dibekali tata kelola desa, serta kanal Desa & Kecamatan SuaraLutim.


