LUWU TIMUR — Lapangan sepak bola Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, kini mendapat tambahan penerangan. Empat unit lampu sorot diserahkan kepada Pemerintah Desa Balantang pada Rabu (16/9/2026) untuk mendukung aktivitas olahraga dan kegiatan warga hingga malam hari.
Empat lampu sorot tersebut diserahkan Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, dan diterima Pemerintah Desa Balantang bersama masyarakat. Bantuan itu menjadi tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan warga saat reses di Desa Balantang pada 15 Agustus 2026.
Penyerahan bantuan turut disaksikan Camat Malili yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Desa Balantang, Sekretaris Desa, jajaran staf desa, serta tokoh pemuda Andi Hilal.
Luwu Timur Tuntaskan Aspirasi Warga Balantang
Rusdi mengatakan, empat lampu sorot tersebut merupakan kelanjutan dari aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses. Menurutnya, aspirasi yang muncul dalam forum reses tidak berhenti pada pertemuan, tetapi perlu ditindaklanjuti sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki.
“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat dalam reses bukan sekadar untuk didengar, tetapi menjadi tanggung jawab untuk terus diperjuangkan dan ditindaklanjuti sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada,” kata Rusdi.
Bantuan tersebut berupa empat unit lampu sorot jenis floodlight berdaya 400 watt. Penerangan ini diperuntukkan bagi lapangan olahraga yang selama ini digunakan masyarakat, terutama untuk aktivitas sepak bola dan kegiatan kepemudaan.
Keterbatasan penerangan sebelumnya membuat penggunaan lapangan pada malam hari tidak optimal. Meski lapangan tetap dipakai, sejumlah kegiatan harus disesuaikan dengan kondisi cahaya yang terbatas.
Kini, dengan adanya tambahan lampu sorot, warga memiliki fasilitas penerangan yang dapat menunjang kegiatan olahraga hingga malam. Pengurus lapangan maupun kelompok pemuda dapat menyusun jadwal latihan dan pertandingan dengan lebih leluasa.
Respons Pemerintah Desa dan Masyarakat
Pemerintah Desa Balantang menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Masyarakat juga mengucapkan terima kasih karena kebutuhan penerangan lapangan yang disampaikan dalam reses telah mendapat tindak lanjut.
“Alhamdulillah, sekarang lapangan sudah terang. Kalau ada turnamen yang berlangsung sampai malam, masyarakat dan pemain tidak lagi terkendala penerangan,” ungkap salah seorang warga.
Salah satu kebutuhan teknis yang biasanya menyusul adalah biaya operasional penerangan. Pengelolaan jadwal pemakaian perlu disepakati bersama agar lampu sorot tidak menyala berkepanjangan dan membebani kas desa atau pengurus lapangan.
Selain itu, perawatan rutin seperti pembersihan rumah lampu dan pemeriksaan instalasi listrik perlu dijadwalkan. Perawatan sederhana yang konsisten terbukti memperpanjang masa pakai perangkat penerangan lapangan.
Jejak Turnamen dan Aktivitas Kepemudaan
Lapangan Balantang sebelumnya menjadi lokasi pelaksanaan turnamen sepak bola antardesa se-Kecamatan Malili pada Juli 2026. Saat itu, sebanyak 16 tim mengikuti Piala Kemerdekaan di lapangan tersebut.
Pengalaman itu memperlihatkan besarnya minat warga terhadap sepak bola. Dengan penerangan yang memadai, penyelenggaraan turnamen serupa diharapkan tidak lagi bergantung pada waktu siang dan dapat menampung lebih banyak pertandingan.
Selain sepak bola, lapangan ini juga kerap dimanfaatkan untuk kegiatan kepemudaan seperti senam, latihan voli, dan acara peringatan hari besar. Tambahan penerangan memberi ruang bagi kegiatan-kegiatan tersebut agar berlangsung lebih nyaman.
Aspirasi serupa dari desa lain di Luwu Timur dapat dibaca pada rubrik desa dan kecamatan SuaraLutim. Pembaca juga dapat menyimak laporan tentang tindak lanjut aspirasi warga melalui rubrik viral Lutim.
Manfaat bagi Ekonomi Warga Sekitar
Geliat olahraga pada malam hari biasanya diikuti tumbuhnya usaha kecil di sekitar lapangan. Pedagang makanan dan minuman ringan sering memanfaatkan keramaian pertandingan sebagai sumber pendapatan tambahan.
Penerangan yang memadai juga memperpanjang waktu berkumpulnya warga, yang pada akhirnya memberi dampak bergulir bagi usaha mikro di sekitar lokasi. Efek ini dinilai penting bagi desa yang bergantung pada aktivitas warga sehari-hari.
Untuk konteks pembangunan di tingkat kabupaten, publik dapat merujuk laman Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Informasi kegiatan pembangunan desa juga dirilis melalui portal Warta Lutim.