Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Desa & Kecamatan

Luwu Timur: Satgas TMMD Belajar Budidaya Kakao di Burau

24 Oktober 2026 • Admin • 35 kali dibaca
Anggota Satgas TMMD ke-130 belajar pembibitan kakao dari petani di Desa Cendana, Kecamatan Burau, Luwu Timur
Gambar: Dok. ThreeNews/Narasi Ngopi Online, Satgas TMMD ke-130 di kebun kakao warga Desa Cendana, Burau, 23 Oktober 2026.
ASM Group
Iklan

Membangun Desa: Fisik dan Non-fisik

Kombinasi pekerjaan jembatan, bronjong, dan kunjungan ke kebun kakao memperlihatkan pola kerja yang cukup lengkap. Pembangunan fisik menyiapkan prasarana, sementara kegiatan non-fisik menyiapkan kemampuan warga dan personel. Dua hal itu saling melengkapi, meski yang pertama biasanya lebih mudah diukur dan diberitakan.

Di sisi lain, kegiatan non-fisik menghadapi tantangan tersendiri: hasilnya tidak langsung terlihat. Efek pelatihan dan pendampingan baru muncul beberapa musim kemudian, ketika bibit yang ditanam berbuah atau ketika serangan hama berhasil ditekan. Karena itu, keberlanjutan menjadi kunci. Pengetahuan yang berhenti pada satu pertemuan mudah menguap.

Di sinilah peran pemerintah desa dan penyuluh pertanian menjadi penting. Satgas TMMD bertugas dalam periode terbatas; setelah itu, pendampingan mesti dilanjutkan oleh pihak yang menetap di desa. Jika tidak, praktik baik yang diperkenalkan bisa berhenti bersama berakhirnya penugasan.

Kaitan dengan Agenda Pertanian Daerah

Luwu Timur memiliki basis pertanian dan perkebunan yang luas, dengan kakao sebagai salah satu komoditas yang telah lama diusahakan warga di sejumlah kecamatan. Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkebunan juga menempatkan penguatan kakao rakyat sebagai bagian dari agenda peningkatan nilai tambah. Konteks kebijakan itu bisa dibaca pada laman Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian.

Tata Atur
Iklan

Bagi Desa Cendana, peluangnya bukan hanya menambah volume produksi, tetapi juga memperbaiki mutu biji. Biji kakao yang difermentasi dengan benar memiliki harga lebih baik di tingkat pedagang. Namun, praktik fermentasi menuntut konsistensi dan wadah yang memadai, sehingga biasanya berhasil bila dijalankan berkelompok.

Di sisi hilir, produk olahan kakao dari Luwu Timur sudah beberapa kali tampil di pameran daerah. Salah satunya diulas dalam artikel Kakao Laskap Naik Kelas di Expo Sorowako. Rantai seperti ini, dari kebun di desa hingga produk olahan yang dipamerkan, menunjukkan bahwa nilai tambah kakao bisa dibangun bertahap.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Kegiatan Lain Satgas di Desa Cendana

Selain belajar budidaya kakao, satgas TMMD ke-130 menjalankan kegiatan sosial di desa yang sama. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, anggota satgas melaksanakan salat Jumat bersama warga di Masjid Al-Ikhlas, Desa Cendana. Menurut laporan ThreeNews, kegiatan itu dihadiri warga setempat dan diisi khutbah oleh Ustadz H. Abidin, sementara Danki SSK TMMD ke-130 Kapten Inf. Badar menekankan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya bersifat fisik.

Rangkaian kegiatan semacam ini lazim dalam pelaksanaan TMMD. Pendekatan sosial membantu satgas diterima warga, terutama ketika pekerjaan fisik membutuhkan partisipasi masyarakat. Di banyak desa, gotong royong berjalan lebih lancar ketika hubungan antara satgas dan warga sudah terbangun lebih dulu.

FAQ: TMMD ke-130 dan Kakao Cendana

Di mana kegiatan belajar budidaya kakao berlangsung?

Di kebun kakao milik warga Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, pada 23 Oktober 2026.

Siapa yang terlibat?

Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo dan petani setempat. Kapten Inf. Galy menyampaikan keterangan mengenai kegiatan tersebut.

Apa pekerjaan fisik TMMD di desa itu?

Satgas mengerjakan jembatan dan bronjong di Desa Cendana, di samping kegiatan non-fisik seperti pembelajaran budidaya kakao dan kegiatan sosial keagamaan.

Mengapa kakao penting bagi warga Cendana?

Kakao disebut sebagai komoditas vital yang menjadi sumber penghasilan keluarga dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di desa tersebut.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

Gambar: Dok. ThreeNews/Narasi Ngopi Online, Satgas TMMD ke-130 di kebun kakao warga Desa Cendana, Burau, 23 Oktober 2026.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga