Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Berita Luwu Timur: Percepatan Tanam 2026 Kunci Jadwal Padi

16 Oktober 2026 • Admin • 27 kali dibaca
Bupati Luwu Timur membuka forum Tudang Sipulung Percepatan Tanam 2026 di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti
Gambar: Dok. Diskominfo Luwu Timur via Pedomanrakyat.com (Bupati Irwan Bachri Syam membuka Tudang Sipulung Percepatan Tanam 2026 di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, 14 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MAHALONA — Berita luwu timur terbaru datang dari Desa Mahalona, Kecamatan Towuti. Jadwal tanam serentak untuk musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027 dikunci melalui Tudang Sipulung Percepatan Tanam Tahun 2026 yang dibuka Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Rabu (14/10/2026).

Forum musyawarah petani itu bukan seremoni tahunan biasa. Dari pertemuan tersebut lahir kesepakatan jadwal tanam, target produksi, dan daftar dukungan yang disiapkan pemerintah kabupaten. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen pencapaian target tanam Kabupaten Luwu Timur 2026.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur menempatkan pertemuan ini sebagai titik balik. Percepatan tanam ditempuh agar indeks pertanaman naik, sehingga lahan yang sama bisa menghasilkan lebih dari satu kali panen dalam setahun.

Berita Luwu Timur: Angka Produksi yang Jadi Dasar Percepatan

Kesepakatan di Mahalona berdiri di atas data yang sudah terukur. Berdasarkan periode Januari hingga 30 September 2026, realisasi tanam padi di Luwu Timur mencapai 45.551,57 hektare. Luas panen tercatat 26.976,32 hektare dengan produksi 179.822,46 ton Gabah Kering Panen (GKP). Produktivitas rata-rata berada di angka 6,67 ton per hektare.

Tata Atur
Iklan

Angka produktivitas itu tergolong baik. Namun luas panen yang masih di bawah luas tanam menunjukkan ada jeda antara penanaman dan hasil yang dipanen pada periode yang sama. Di sinilah percepatan tanam berperan: memperpendek jeda, mengatur air, dan memastikan jadwal tanam tidak bertumpuk di satu titik.

Menurut Bupati Irwan, capaian tersebut masih berpeluang ditingkatkan melalui optimalisasi produktivitas dan indeks pertanaman, termasuk percepatan pelaksanaan musim tanam kedua dan ketiga.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Rp24,94 Miliar untuk Jalan Usaha Tani dan Alsintan

Dukungan yang disiapkan pemerintah kabupaten bukan hanya imbauan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengalokasikan Rp24,94 miliar untuk membangun jalan usaha tani, jaringan irigasi, pintu air, serta pengadaan alat dan mesin pertanian.

Khusus Kecamatan Towuti, anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,83 miliar. Rinciannya meliputi 119 unit alsintan aneka jenis dan 46 unit bantuan pompanisasi. Dukungan lain yang dipersiapkan berupa benih padi, traktor, combine harvester, mesin tanam, pompa air, pengembangan komoditas lada dan kakao, bantuan ternak, sampai sarana pengendalian hama.

Komponen Keterangan
Anggaran kegiatan Rp24,94 miliar untuk jalan usaha tani, irigasi, pintu air, dan alsintan
Alokasi Kecamatan Towuti Rp4,83 miliar; 119 unit alsintan dan 46 unit pompanisasi
Realisasi tanam Jan sampai 30 Sep 2026 45.551,57 hektare
Luas panen periode sama 26.976,32 hektare
Produksi GKP 179.822,46 ton; produktivitas 6,67 ton per hektare

Kapan Sebaiknya Petani Mulai Menanam?

Jawaban atas pertanyaan itu datang dari BMKG Wilayah IV Makassar. Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan kondisi iklim, waktu tanam yang sesuai untuk wilayah Mahalona Raya diperkirakan pada awal Desember 2026.

“Informasi ini diharapkan menjadi salah satu acuan bagi petani dalam menentukan jadwal tanam agar kegiatan budidaya dapat berjalan optimal dan risiko akibat kondisi iklim dapat diminimalkan,” ujarnya.

Artinya, kesepakatan percepatan tanam tidak dimaknai sebagai lomba menanam paling awal. Yang dikejar adalah ketepatan waktu: menanam pada jendela iklim yang memberi peluang tumbuh terbaik, lalu menata musim tanam berikutnya agar lahan tidak menganggur terlalu lama.

Mengapa Forum Ini Penting bagi Petani Kecil

Tudang Sipulung adalah mekanisme lama yang tetap relevan. Dalam forum itu, kesepakatan tidak diturunkan dari kantor, tetapi dibahas bersama petani, penyuluh, dan pemerintah desa. Cara ini membuat jadwal yang disepakati lebih mungkin diikuti di lapangan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lutim, Munadiah As’ ad, menyebut percepatan tanam ditempuh supaya indeks pertanaman naik melalui kesepakatan jadwal bersama petani. Pendekatan itu menjelaskan mengapa pemerintah menempatkan kesepakatan sebagai syarat, bukan sekadar target administratif.

Bagi petani, manfaatnya berantai. Jadwal tanam yang seragam memudahkan penataan air irigasi, mempercepat distribusi benih, dan membuat pengendalian hama lebih terukur karena siklus tanaman relatif bersamaan. Dukungan alsintan juga lebih efisien bila mesin dipakai bergiliran pada jendela tanam yang sama.

Luwu Timur sudah beberapa kali menggelar agenda serupa. SuaraLutim sebelumnya melaporkan bagaimana Tudang Sipulung menjadi kunci musim tanam padi di daerah ini, serta penetapan jadwal tanam serentak MT III yang menjadi bagian dari kalender pertanian setempat. Edukasi bagi petani juga berjalan, seperti pelatihan pemakaian pupuk bagi 1.000 petani Burau.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga